Tampilkan postingan dengan label Berita Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

Pengadilan Turki akan Blokir Facebook yang Menampilkan Kartun Menghina Nabi

Mahkamah Pengadilan Turki pada hari Ahad (25/01/2015), memerintahkan untuk memblokir akses ke sejumlah halaman Facebook yang menampilkan gambar penistaan Nabi Muhammad SAW.
Mahkamah Hakim memberi perintah kepada Jaksa Harun Ceylan, untuk menyelidiki halaman di media sosial yang menampilkan kartun menghina nabi tersebut.
Dengan tegas Pengadilan memutuskan bahwa Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia itu akan diblokir jika Facebook tidak melakukan penghapusan terhadap gambar penghinaan nabi tersebut, ungkap Mahkamah sebagaimana dilansir dari Anadolu.
Keputusan pengadilan telah diteruskan ke Kementerian Telekomunikasi dan Komunikasi serta Asosiasi Penyedia Akses Internet dan provider.
Sebelumnya, pengadilan di tenggara provinsi Diyarbakir Turki memutuskan pada 14 Januari untuk memblokir semua akses web yang menunjukkan sampul terbaru Charlie Hebdo.
http://www.lasdipo.com/kabar/eropa-amerika/2015/01/26/pengadilan-turki-akan-blokir-facebook-yang-menampilkan-kartun-menghina-nabi.html

Taliban Berhasil Jatuhkan Drone Pengintai di Afghanistan

Taliban berhasil tembak jatuh drone pengintai di Nangarhar pada Ahad (25/1). Pesawat tanpa awak tersebut biasa berfungsi sebagai intelijen, mengumpulkan data mujahidin.
Amerika kerap menggunakan drone sebagai alat pengorek data mujahidin dan pembunuh warga tak bersalah.
Taliban meningkatkan serangan ke militer boneka Afghanistan sejak NATO angkat kaki dari bumi para mullah tersebut.
http://www.lasdipo.com/kabar/asia/2015/01/26/taliban-berhasil-jatuhkan-drone-pengintai-di-afghanistan.html

Rabu, 21 Januari 2015

Mereka Kira Umat Islam Lupa Ingatan dan tak Memiliki Pejuang!!

Orang-orang kafir itu bersandiwara. Meratapi kematian orang-orang yang benar-benar telah melakukan kesalahan. Menghina Nabi dengan berlindung di balik kebebasan, tindakan pengecut yang sangat tidak jantan.
Benar, orang-orang kafir itu berbohong! Jika belasungkawa itu atas alasan kemanusiaan, maka itu suatu kebohongan, karena setiap hari puluhan bahkan ratusan orang tewas tanpa kesalahan di tangan rezim Assad durjana di Suriah. Ratusan ribu kaum muslimin telah tewas terbantai oleh bom-bom durjana di Afghanistan.
Alih-alih datang ke tempat pembunuhan, meneteskan satu titik air mata pun tidak.
Jika alasannya sebuah kebebasan, mereka juga berbohong, karena puluhan wartawan juga telah meninggal di medan perang yang digelar oleh negara-negara teroris yang justru mereka pimpin.
Maka, jika kalian berbela sungkawa atas kematian orang-orang yang menghina Nabi kami, sebaliknya atas kematian orang-orang tersebut kami katakan, Alhamdulillah….
Sejuta orang yang berbela sungkawa atas kematian orang-orang yang telah menghina Nabi dan agama kami, tidak berpengaruh apapun bagi kami. Karena sejuta orang muslim yang telah kalian bunuh juga bukan berarti apa-apa bagi kalian. Pun orang-orang itu jelas-jelas telah melakukan kesalahan, menghina Nabi dan agama kami, mereka layak mendapatkan ganjaran.
Lima puluh kepala negara yang berkumpul di Paris ikut berbela sungkawa itu hanya bersandiwara, bersimpati atas kejadian yang mereka mulai sendiri. Menghina Nabi adalah kesalahan besar yang tak termaafkan bagi umat Islam. Jangan menyalahkan kami, umat Islam, yang bereaksi atas kelakuan menjijikkan kalian.
Namun sayang negara kafir Barat itu tak kunjung bisa mengambil pelajaran, nekat adakan penghinaan. Mereka kira Islam itu lemah yang bisa dihina dan dipermainkan.  Tak memiliki ksatria yang rela mengorbankan hidup dan matinya untuk Islam.
Bolehlah mereka sesumbar akan kemenangan dan menguasai keadaan, tapi sayang umat Islam tak lupa ingatan. Sejarah akan mencatat darah ratusan ribu umat Islam dan goresan pena pena penghina Nabi yang mereka tumpahkan.
Semua tidak akan tersiakan, karena dunia ini telah dijanjikan tak akan kosong dari para pejuang!!
http://www.lasdipo.com/clekit/2015/01/19/mereka-kira-umat-islam-lupa-ingatan-dan-tak-memiliki-pejuang.html 

Minggu, 11 Januari 2015

Mengenal Majalah Charlie Hebdo Lebih Dekat

Charlie Hebdo atau yang dalam bahasa Inggris dikatakan Charlie Weekly adalah majalah Perancis yang memuat kartun-kartun satir, laporan, polemik hingga lelucon. Media tersebut dikenal anti-agama dan sayap kiri, memuat artikel terkait kaum ekstrim kanan, Katolik, Islam, Yahudi, politik, budaya, dll.
Menurut Pemimpin Redaksi majalah tersebut, Stephane Charbonnier, majalah itu memuat sudut pandang sayap kiri dan bahkan orang-orang yang memiliki pandangan abstain.
Majalah tersebut muncul pada tahun 1969 hingga 1981 yang akhirnya sempat berhenti. Namun, pada tahun 1992 majalah tersebut bangkit kembali. Charb, panggilan Stephane Charbonnier, adalah pemred saat ini. Ia memegang majalah tersebut sejak tahun 2009 hingga akhirnya ditembak mati bersama 9 orang lainnya di media tersebut di kantor redaksi bersama 2 orang anggota polisi pada Rabu, (7/1/2015).
Majalah tersebut terbit setiap Rabu dengan edisi isu-isu yang menarik masyarakat.
Majalah tersebut pernah memuat edisi kontroversial pada 3 November 2011. Edisi ketika itu merubah nama Charlie Hebdo menjadi Sharia Hebdo dengan mencantumkan Muhammad sebagai editor tamu di dalamnya. Slogan di edisi tersebut, “100 cambukan jika kamu tidak mati tertawa”.
Berbagai reaksi dari masyarakat Muslim dunia muncul atas pemuatan edisi tersebut. Namun, Charb menyatakan majalah yang dikelola dirinya bebas menyatakan apa pun.
Tahun 2007 Charlie Hebdo harus membela diri di pengadilan sehubungan dengan kartun Nabi Muhammad, yang dicetak ulang di majalah itu, dan membuat marah umat Muslim dunia.
4050962049
Namun satir majalah yang antikemapanan itu amat beragam, termasuk membuat lelucon dari aspek-aspek Kristen dan Yudaisme.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Charbonnier mengatakan insiden serangan bom molotov ke kantornya pada 2011 merupakan serangan atas kebebasan dari ‘ekstremis idiot’ yang tidak mewakili komunitas Islam di Prancis.
http://www.lasdipo.com/kajian/tsaqofah/2015/01/08/mengenal-majalah-charlie-hebdo-lebih-dekat.html

Dampak Penyerangan Charlie Hebdo; New York Times dan Reuters Enggan Terbitkan Karikatur Menghina Nabi

Tragedi penyerangan Charlie Hebdo di Paris cukup memberikan peringatan dan efek trauma tersendiri bagi beberapa media Amerika Serikat seperti majalah New York Times. Setelah kejadian yang menewaskan sejumlah kartunis penghina Nabi tersebut, mayoritas media langsung menolak untuk membuat kartun kontroversial yang melecehkan tokoh besar umat Islam itu.
Alasan mereka singkat dan jelas yaitu takut bernasib sama seperti majalah Charlie Hebdo, yang beberapa hari lalu lumpuh akibat penyerangan di Paris.
Sumber berita online, Daily Beast dan Slate masih berani menerbitkan kartun penghinaan kepada Islam, namun media utama AS yang membumi seperti New York Times, Wall Street Journal, Reuters dan Associated Press sudah tidak berani mempublis hal yang demikian.
Juru bicara New York Times Company, Danielle Rhoades mengatakan, “Setelah pertimbangan yang matang dari kami, editor Times memutuskan untuk tidak menggambarkan kartun tersebut. Karena hal demikian akan memberikan efek buruk bagi para pembaca dalam memahami berita,” ungkapnya pada hari Rabu (7/1/2015).
Sementara itu editor Philadelphia Inquirer, Bill Marimow, mengatakan kepada Reuters, “Dalam kondisi apapun, kami tetap tidak akan menerbitkan kartun bernada kontroversial. Ide itu hanyalah sia-sia belaka dan justru akan menghina puluhan juta orang Muslim daripada mengungkap suatu berita.”
http://www.lasdipo.com/kabar/eropa-amerika/2015/01/11/dampak-penyerangan-charlie-hebdo-new-york-times-dan-reuters-enggan-terbitkan-karikatur-menghina-nabi.html

Senin, 22 Desember 2014

Wikileaks Bocorkan Taktik Penyamaran CIA

Situs whistleblower Wikileaks merilis dua dokumen rahasia yang berisi instruksi kepada para agen badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA) tentang bagaimana cara terbaik untuk menghindari sistem keamanan global di bandara internasional, termasuk Uni Eropa, saat melakukan misi penyamaran.
Dokumen pertama, September 2011, berisi saran bagaimana bertindak saat menghadapi pemeriksaan kedua di bandara. Pemeriksaan kedua ini berisiko membuka penyamaran sang agen dengan berfokus pada “pengawasan yang signifikan” melalui pencarian menyeluruh dan pertanyaan secara rinci. Panduan ini menekankan pentingnya memiliki “penyamaran yang konsisten, terlatih dengan baik, dan masuk akal.”
Sedangkan dokumen kedua, Januari 2012, memberikan gambaran rinci tentang prosedur Kontrol Perbatasan Schengen Uni Eropa (EU Schengen Border Control procedures). Dokumen ini menguraikan langkah-langkah keamanan elektronik, termasuk Sistem Informasi Schengen (SIS) dan basis data sidik jari Eropa EURODAC yang digunakan oleh petugas kontrol perbatasan. Kesalahan dalam langkah-langkah ini dapat menimbulkan ancaman bagi agen yang melakukan misi rahasia.
Penanggung jawab WikiLeaks Julian Assange menjelaskan dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa “di bawah pemerintahan Obama, CIA masih berniat menyusup ke perbatasan Uni Eropa dan melakukan operasi klandestin di negara-negara anggota Uni Eropa.”
Dokumen tersebut menunjukkan peningkatan kekhawatiran CIA atas risiko terbukanya penyamaran agennya oleh sistem database biometrik, sistem yang juga didorong pemerintah Amerika Serikat setelah serangan 11 September 2001.
Selain dua dokumen rahasia ini, Jumat, 19 Desember 2014 lalu, WikiLeaks merilis sebuah laporan CIA yang menyatakan bahwa program pembunuhan yang ditargetkan, termasuk serangan drone, mungkin efektif dalam beberapa kasus. Namun dokumen yang sama juga mengingatkan adanya risiko bahwa program itu justru bisa menjadi bumerang. Sebagai contoh, serangan yang ditargetkan terhadap para pejuang justru menyasar penduduk lokal, maka hal tersebut dapat menambah kebencian masyarakat terhadap Amerika dan berimbas pada pembelaan terhadap militan yang tersisa.
http://www.lasdipo.com/kabar/eropa-amerika/2014/12/22/wikileaks-bocorkan-taktik-penyamaran-cia.html

Sabtu, 20 Desember 2014

Seorang Wanita Kanada Dipenjara karena Menolong Anak Bebek

Seorang wanita Kanada yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas fatal, karena menghentikan kendaraan untuk menolong anak-anak bebek divonis 90 hari penjara. Emma Czornobaj divonis bersalah oleh juri atas dua dakwaan kriminal berupa keteledoran yang mengakibatkan nyawa orang melayang dan dua dakwaan mengendarai kendaraan dengan cara berbahaya sehingga menimbulkan korban jiwa.
Wanita berusia 25 tahun itu digugat atas kematian Andre Roy, 50, dan putrinya Jessie, 16.
Hukuman ditetapkan pada hari Kamis (18/12/2014) di Montreal. Hakim juga memutuskan untuk melarang wanita itu mengemudikan kendaraan selama 10 tahun dan memerintahkannya untuk melakukan kerja sosial selama 240 jam.
Setelah Czornobaj menghentikan mobilnya Juni 2010 untuk menolong anak-anak bebek yang ada di tepi sebuah jalan raya di Montreal, sepeda motor yang ditumpangi korban menabrak mobilnya hingga tewas, lansir Associated Press.
http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/12/19/35492/seorang-wanita-kanada-dipenjara-karena-menolong-anak-bebek.html#.VJYEOsAA

Turki Suplai Ratusan Ton Bantuan ke Muslim Rohingnya di Saat PBB Mengurangi Jatahnya

Badan Kerjasama dan Pembangunan Internasional Turki telah mendistribusikan makanan, pakaian, dan perlengkapan kepada rakyat muslim Myanmar di negara bagian Arakan.
Sekitar 600.000 warga di wilayah Yangon telah menerima bantuan selama dua proses pengiriman sejumlah 600.000 ton bantuan melalui kota Sitwe.
Kaum Muslim Rohyinga yang termarginalkan dan tertindas hidup di 10 kota dan kabupaten yang berbeda. Distribusi dilakukan bersama-sama dengan TIKA dan LSM lokal.
Dalam sebuah pernyataan pers, LSM menjelaskan bahwa banyak kaum muslimin berada di kamp-kamp dan harus berhadapan dengan ganasnya situasi dengan sekitar 300.000 warga rentan mengalami kelaparan.
Padahal di saat yang sama, dengan beban kaum muslimin yang bertambah program PBB untuk makanan pengungsi Myanmar malah dibatasi. Hasilnya banyak Muslim di Rohynga yang menderita kelaparan.
Muslim yang tinggal di dekat di kamp-kamp dan desa mengucapkan terima kasih mereka bagi rakyat Turki untuk membantu mereka dalam masa sulit mereka. Semoga Allah membalas kebaikan para dermawan yang meringankan beban kaum muslimin Rohingnya.

Senin, 15 Desember 2014

Merahib, Faktor Banyaknya Pelecehan Seksual Gereja

Beginilah jika sebuah aturan agama bertentangan dengan kodrat Ilahi. Sebuah laporan yang dikeluarkan Dewan Penyembuhan dan Kebenaran Hukum Australia menyebutkan sejumlah pastor Katolik yang terlibat kekerasan seksual mengakui hidup selibat (merahib) adalah alasan utama mereka melakukan kekerasan seksual.
“Selibat wajib berkontribusi besar terhadap kekerasan dalam beberapa situasi,” demikian laporan setebal 40 halaman yang dikeluarkan dewan.
Selibat adalah hidup tak menikah seumur hidup bagi pastor Katolik. Laporan itu mendesak Katolik Roma berkomitmen untuk keadilan, transparasi, dan kasih hanya, serta memberikan kompensasi untuk korban.
PressTV melaporkan dewan juga mengecam pelecehan terhadap anak-anak yang dilakukan banyak pastor, dan sikap gereja yang menutup kasus demi kepentingan pembentukan.
“Lembaga gereja dan pemimpin mereka menutup mata selama beberapa dekade, secara naluriah atau sengaja,” demikian laporan itu. “Semua ini demi melindungi agama dan institusi, tapi mengabaikan anak-anak.”
Gereja Katolik Roma terpukul oleh berbagai skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak di sejumlah gereja Katolik di AS dan Eropal dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga dituduh menutupi pelecehan seksual anak-anak altar oleh para imam untuk melindungi pedofil dan reputasi mereka.
“Kita harus mengajukan pertanyaan apakah selibat dipertahankan ketika sebagian orang tidak tahan melakukannya,” ujar Francis Sullivan, kepala eksekutif dewan.
Menurut Sullivan, selibat tampaknya masih akan dipertahankan tapi gereja meningkatkan skrining calon imam. 
Menikah adalah kebutuhan dasar manusia. Jika menikah dianggap sebuah larangan yang harus dijauhi, padahal itu kebutuhan dasar, maka jangan heran jika perilaku seksual menyimpang akan terjadi di tubuh gereja. 
http://www.lasdipo.com/kabar/asia-tenggara/2014/12/15/merahib-faktor-banyaknya-pelecehan-seksual-gereja.html

Jumat, 12 Desember 2014

CIA Bela Metode “Penyiksaan” Tersangka Kasus Terorisme

Direktur CIA John Brennan hari Kamis (11/12/2014) mengatakan berbagai taktik interogasi dan “penyiksaan” menghasilkan informasi berguna bagi Amerika untuk mencegah serangan teror. Dengan pernyataan ini, John Brennan membelametode interogasi CIA terhadap para tersangka kaksus tindak pidana terorisme, termasuk membela penggunaan teknik-teknik interogasi ekstrem dalam menangani tersangka pasca serangan teror 11 September 2001 di Amerika.
Dalam jumpa pers yang jarang di kantor pusat CIA, John Brennan hari Kamis (11/12/2014) mengatakan berbagai taktik itu menghasilkan informasi berguna bagi Amerika untuk mencegah serangan dan menangkap teroris Al-Qaidah.
Ia menyanggah laporan Senat Amerika yang dirilis minggu ini bahwa metode interogasi CIA tidak menghasilkan data intelijen berarti dan tekniknya setara dengan penyiksaan. Ia mengakui beberapa agen CIA memang melampaui batasan yang diperbolehkan ketika menginterogasi tersangka, dan tindakan semacam itu “pantas untuk ditentang,” ujarnya dikutip Voice of America (VoA).
Sementara itu, Presiden Barack Obama melarang teknik-teknik interogasi ekstrem itu tahun 2009 dan mengatakan kesalahan mengerikan itu sebaiknya tidak terulang.
Sebelumnya mantan wakil presiden Amerika Dick Cheney mengatakan Badan Intelijen Amerika (CIA) melakukan persis seperti yang diinginkan Gedung Putih dalam menginterogasi para tersangka.
Dalam wawancara dengan acara televisi Fox News hari Rabu, interogasi itu dirancang untuk menangkap pelaku serangan itu dan memastikan peristiwa semacam itu tidak terulang.
Mantan wakil presiden Amerika saat itu mengatakan memang ada beberapa masalah dengan program interogasi itu, tetapi CIA “dengan sangat hati-hati menghindari penyiksaan.” Ia juga berkeras interogasi CIA menghasilkan informasi yang menurutnya “penting” dalam mencegah serangan teror.
Temuan “Penyiksaan” yang Mengejutkan
Sebelum ini, laporan Senat AS terkait penyiksaan kasus tindak pidana terorisme oleh CIA serta penipuan sistematis politik memicu debat panas baru menyangkut peran dinas rahasia setelah serangan 11 September. [ CIA Disebut Melakukan Interogasi Brutal Tertuduh Kasus Terorisme]
Laporan Senat setebal 600 halaman yang mulai digarap tahun 2009 memberikan jawaban dramatis atas berbagai pertanyaan seputar aksi penyiksaan oleh dinas rahasia AS-CIA. Ternyata CIA melakukan aksi penyiksaan lebih brutal ketimbang perkiraan semula.
Senator Dianne Feinstein yang memimpin komisi pengawas dinas rahasia di Senat mengungkap dengan lugas “dosa” CIA. Dalam laporan disebut penculikan dan penahanan rahasia sedikitnya 119 individu oleh CIA di luar negeri. Praktik penyiksaan dan teknik interogasi dengan kekerasan, jauh lebih mengerikan dibanding pengakuan dinas rahasia.
Menanggapi laporan itu, Laura Pitter dari organisai pembela hak asasi “Human Right Watch” mengatakan, mayoritas warga Amerika merasa ngeri. “Penyiksaan jauh lebih brutal, walau diketahui itu bukan cara efektif untuk memeras pengakuan,” ujar dia. Pitter memperkirakan, laporan penyiksaan CIA ini akan memicu gempa politik di Washington.*
 http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/12/12/34919/cia-bela-metode-penyiksaan-tersangka-kasus-terorisme.html#.VItJp5520r8

Jumat, 05 Desember 2014

Israel akan Gelar Pemilu Dini Maret 2015

Israel akan menyelenggarkan pemilihan umum dini pada 17 Maret tahun depan, yang dipicu oleh krisis dalam pemerintahan koalisi saat ini.
Baru terbentuk satu tahun, pemerintahan pimpinan politis sayap kanan PM Benjamin Netanyahu sudah menghadapi banyak perselisihan, termasuk soal rancangan undang-undang tentang eksistensi negara bangsa Yahudi.
Netanyahu memecat Tzipi Livni dari jabatan menteri kehakiman dan Yair Lapid dari jabatan menteri keuangan. Keduanya politisi tengah yang dituduh Netanyahu berencana mendongkel pemerintahannya.
Dengan pemilihan umum dini Netanyahu mendapat peluang untuk membentuk pemerintahan koalisi garis keras.
Yossi Krothamer, seorang penduduk pemukiman Yahudi Efrat di Tepi Barat, tidak setuju dengan pemilihan umum dini tersebut yang dinilainya hanya menghamburkan uang.
Tetapi, dia percaya pemilihan umum itu akan baik dan menguntungkan bagi Netanyahu.
“Kita akan memiliki pemerintahan yang lebih sayap kanan, lebih kuat dan lebih relijius,” ujarnya dikutip Euronews Rabu (3/12/2014).
Rencana pemilu dini itu disambut baik oleh warga nasionalis dan pro-pemukiman Yahudi.
“Menurut saya yang terbaik bagi Israel adalah memiliki Netanyahu, Lieberman (menteri luar negeri) dan Bennett (menteri perekonomian). Mereka adalah orang-orang yang sangat hebat,” kata Terry Fag, penduduk kota Netanya.
Dengan mandat baru itu, Netanyahu diprediksi akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kebijakan perluasan pemukiman Yahudi hingga ke tanah-tanah orang Palestina yang diharapkan menjadi wilayah negara Palestina.*
http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/12/04/34378/israel-akan-gelar-pemilu-dini-maret-2015.html#.VII_NZ520r8

Dukungan untuk Palestina Meningkat Drastis di Eropa

Sungguh berbahaya bagi dakwah Islam dan keutuhan NKRI jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini benar-benar terwujud dan dilaksanakan.
Betapa tidak, ide yang dilontarkannya pada peringatan 200 tahun Candi Borobudur beberapa waktu lalu itu, Gubernur dari PDIP ini mengusulkan agar Candi Borobudur dijadikan semacam Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah, yakni sebagai tempat ibadah atau ritual bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia setiap tahunnya.
Dengan harapan jika kelak terwujud, maka Indonesia khususnya Jawa Tengah akan menjadi daerah tujuan wisata bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang otomatis akan mendatangkan devisa yang amat besar sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di dan sekitar candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang tersebut.
Gubernur yang mengaku beragama Islam itu menyamakannya dengan Ka’bah di Makkah, dimana jutaan umat Islam di seluruh dunia setiap tahunnya melaksanakan ibadah Haji dengan mendatangkan devisa amat besar bagi Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sehingga menjadi negara yang kaya raya.
Padahal sesungguhnya pemerintah Saudi Arabia menjadi kaya raya bukan karena ibadah Haji, tetapi karena menjadi negara dengan cadangan minyak dan produsen minyak terbesar di dunia.
Jadi Candi Borobudur nantinya akan dijadikan tempat ritual religi setiap tahun bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang saat ini berjumlah 300 juta orang. Bahkan saking semangatnya, Ganjar Pranowo yang pernah bersekolah di SMA Katolik De Britto Jogjakarta itu sampai menegaskan ide gilanya itu di hadapan para kyai dan santri Ponpes API di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah pada Khotbah Kebudayaaan beberapa waktu lalu.
Untuk itu dia meminta para santri dan kyai Ponpes yang dipimpin KH M Yusuf Chudlori itu pada khususnya dan umat Islam pada umumnya agar memberi ruang seluas-luasnya bagi pemeluk Buddha agar dapat menjalankan prosesi ritual keagamaan di Candi Borobudur setiap tahunnya.
Untuk merevitalisasiî idenya tentang Candi Borobudur ini, Ganjar Pranowo menegaskan tahapan sementara yang menjadi pemikirannya, meliputi pengkajian sejarah, pengajuan gagasan ke pemerintah pusat, menggelar konferensi Buddha dan antarumat beragama, penegasan posisi Pemprov Jateng serta manajemen pengelolaan.
Tahap berikutnya Ganjar Pranowo menginisiasi gagasannya ke Pemerintah Pusat yang saat ini dipimpin sahabatnya, Presiden Jokowi. Langkah selanjutnya dirinya akan melakukan dialog, kajian, atau semacam konferensi guna menuju kesepakatan menjadikan Candi Borubudur sebagai tempat ibadah suci.
Untuk itu pemerintah harus berinisiatif menawarkan gagasan ke komunitas Buddha, termasuk ke Konferensi Agung Sangha Indonesia (organisasi pemuka agama Buddha Indonesia), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan organisasi umat Buddha sedunia.
Tidak hanya itu, dialog antarumat beragama juga diusulkannya digelar guna mencegah gesekan. Bahkan dirinya juga mengusulkan agar dibangun Bandara baru yang menjadi alternatif bagi Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adisucipto di Jogjakarta. Sehingga nantinya bisa menampung jutaan pemeluk Buddha yang akan beribadah tahunan di Candi Borobudur.
Gila dan Berbahaya
Sejak para Walisongo yang dibantu Raden Patah Sultan Kerajaan Islam Demak yang juga menjadi anggota Majelis Walisongo melacarkan dakwahnya 500 tahun lalu, Pulau Jawa yang sebelumnya didominasi pemeluk Hindu dan Buddha, berubah menjadi Pulau dengan mayoritas umat Islam hingga sekarang ini, meski telah 350 tahun dibawah kekuasan Kolonial Belanda yang Nasrani.
Karena umat Islam dikenal sebagai umat yang toleran, bekas tempat ritual umat Hindu dan Buddha yang telah ditinggalkan pemeluknya, bukannya dihancurkan tetapi malah dikubur di bawah tanah, sehingga sekarang banyak ditemukan bekas candi yang terkubur di bawah tanah. Salah satunya Candi Borobudur yang ditemukan arkeolog Belanda dua abad lalu di Magelang.
Sedangkan sebagian kecil masyarakat yang tetap memeluk Hindu, akhirnya pindah ke Bali sehingga mereka mayoritas di sana. Sementara itu salah seorang tokoh Hindu yang bernama Sabdo Palon ketika akan meninggalkan Pulau Jawa sempat bersumpah akan membalas kekalahan Hindu dan Buddha di Pulau Jawa dengan mangatakan, suatu saat nanti Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apa dampak buruknya bagi mayoritas umat Islam di Pulau Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud dan dilaksanakan nantinya.
Pertama, seharusnya Candi Borobudur tidak boleh digunakan sebagai tempat ritual bagi pemeluk Buddha meski ketika Waisak sekalipun. Sebab Candi Borobudur sudah ditetapkan oleh UNESCO dan PBB sebagai warisan kebudayaan dunia, sehingga bukan lagi milik pemeluk Buddha dan sudah menjadi museum internasional, sehingga bukan lagi menjadi tempat ritual bagi pemeluk Buddha tetapi telah menjadi tempat tujuan wisata dunia.
Bahkan Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra itu pernah ditetapkan PBB menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Kedua, tidak menutup kemungkinan sumpah dari Sando Palon itu akan menjadi kenyataan, di mana Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa. Meski sekarang umat Islam mayoritas di Pulau Jawa, tetapi tingkat keimanan dan ketaqwaan mereka masih sangat lemah.
Dengan iming-iming harta benda duniawi seperti yang sering dilakukan perkumpulan pemeluk Buddha “Buddha Tsu Chi” dengan melancarkan aksi bantuan sosialnya, umat Islam yang dalam kondisi lemah iman dan ekonomi bisa menjadi murtad. Apalagi sekarang pemeluk Buddha sudah memiliki televisi nasional, DAAI TV milik tokoh wanita pengusaha Buddha, Siti Hartati Murdaya yang baru saja dibebaskan dari tahanan KPK karena terlibat kasus korupsi.
Ketiga, dengan kedatangan para pemeluk Buddha dari seluruh dunia untuk melakukan ritual tahunan di Candi Borobudur, terutama dari para pengusaha kaya di Cina, Korsel, Taiwan, Hongkong, Singapura, Myanmar serta Thailand dengan membawa modal besar; maka mereka akan memiliki kontribusi besar untuk mem-Buddha-kan Pulau Jawa.
Karena mayoritas rakyat Indonesia berada di Pulau Jawa, maka agama manapun dan siapapun yang berhasil menguasai Pulau Jawa, pasti akan menguasai Indonesia. Kalau Buddha berhasil menguasai Pulau Jawa, maka mereka akan berusahaa keras mem-Buddha-kan Indonesia dan ini akan menjadi penderitaan berat bagi umat Islam Indonesia.
Jika hal itu sampai terjadi, maka NKRI dalam bahaya, sebab hanya umat Islamlah yang mampu dan bersedia mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan.
Keempat, meski kelihatannya para pemeluk dan Biksu Buddha itu lemah lembut dan toleran, tetapi sesungguhnya mereka itu amat kejam terutama terhadap umat Islam jika mereka mayoritas dan berkuasa.
Seperti penderitaan sekarang ini yang dialami umat Islam di negara yang mayoritas pemeluk Buddha yakni Myanmar, Thailand dan Sri Lanka. Hampir setiap hari mereka menjadi korban pembantaian dan pelanggaran HAM berat dari para pemeluk Buddha yang didukung para Biksu dan pemerintahnya.
Untuk itu jangan sampai ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud, umat Islam dan para pemimpin Islam serta partai politik Islam harus bersatu padu untuk menggagalkan ide gila dan berbahaya yang nantinya dikhawatirkan bisa menjurus pada Buddhaisasi Pulau Jawa dan Indonesia. Naudzubillah min dzalik.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/12/04/34282/wajib-ditentang-ide-berbahaya-gubernur-jawa-tengah/#sthash.UJ6Br2Y3.WbAVv2LU.dpuf
Sungguh berbahaya bagi dakwah Islam dan keutuhan NKRI jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini benar-benar terwujud dan dilaksanakan.
Betapa tidak, ide yang dilontarkannya pada peringatan 200 tahun Candi Borobudur beberapa waktu lalu itu, Gubernur dari PDIP ini mengusulkan agar Candi Borobudur dijadikan semacam Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah, yakni sebagai tempat ibadah atau ritual bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia setiap tahunnya.
Dengan harapan jika kelak terwujud, maka Indonesia khususnya Jawa Tengah akan menjadi daerah tujuan wisata bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang otomatis akan mendatangkan devisa yang amat besar sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di dan sekitar candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang tersebut.
Gubernur yang mengaku beragama Islam itu menyamakannya dengan Ka’bah di Makkah, dimana jutaan umat Islam di seluruh dunia setiap tahunnya melaksanakan ibadah Haji dengan mendatangkan devisa amat besar bagi Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sehingga menjadi negara yang kaya raya.
Padahal sesungguhnya pemerintah Saudi Arabia menjadi kaya raya bukan karena ibadah Haji, tetapi karena menjadi negara dengan cadangan minyak dan produsen minyak terbesar di dunia.
Jadi Candi Borobudur nantinya akan dijadikan tempat ritual religi setiap tahun bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang saat ini berjumlah 300 juta orang. Bahkan saking semangatnya, Ganjar Pranowo yang pernah bersekolah di SMA Katolik De Britto Jogjakarta itu sampai menegaskan ide gilanya itu di hadapan para kyai dan santri Ponpes API di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah pada Khotbah Kebudayaaan beberapa waktu lalu.
Untuk itu dia meminta para santri dan kyai Ponpes yang dipimpin KH M Yusuf Chudlori itu pada khususnya dan umat Islam pada umumnya agar memberi ruang seluas-luasnya bagi pemeluk Buddha agar dapat menjalankan prosesi ritual keagamaan di Candi Borobudur setiap tahunnya.
Untuk merevitalisasiî idenya tentang Candi Borobudur ini, Ganjar Pranowo menegaskan tahapan sementara yang menjadi pemikirannya, meliputi pengkajian sejarah, pengajuan gagasan ke pemerintah pusat, menggelar konferensi Buddha dan antarumat beragama, penegasan posisi Pemprov Jateng serta manajemen pengelolaan.
Tahap berikutnya Ganjar Pranowo menginisiasi gagasannya ke Pemerintah Pusat yang saat ini dipimpin sahabatnya, Presiden Jokowi. Langkah selanjutnya dirinya akan melakukan dialog, kajian, atau semacam konferensi guna menuju kesepakatan menjadikan Candi Borubudur sebagai tempat ibadah suci.
Untuk itu pemerintah harus berinisiatif menawarkan gagasan ke komunitas Buddha, termasuk ke Konferensi Agung Sangha Indonesia (organisasi pemuka agama Buddha Indonesia), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan organisasi umat Buddha sedunia.
Tidak hanya itu, dialog antarumat beragama juga diusulkannya digelar guna mencegah gesekan. Bahkan dirinya juga mengusulkan agar dibangun Bandara baru yang menjadi alternatif bagi Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adisucipto di Jogjakarta. Sehingga nantinya bisa menampung jutaan pemeluk Buddha yang akan beribadah tahunan di Candi Borobudur.
Gila dan Berbahaya
Sejak para Walisongo yang dibantu Raden Patah Sultan Kerajaan Islam Demak yang juga menjadi anggota Majelis Walisongo melacarkan dakwahnya 500 tahun lalu, Pulau Jawa yang sebelumnya didominasi pemeluk Hindu dan Buddha, berubah menjadi Pulau dengan mayoritas umat Islam hingga sekarang ini, meski telah 350 tahun dibawah kekuasan Kolonial Belanda yang Nasrani.
Karena umat Islam dikenal sebagai umat yang toleran, bekas tempat ritual umat Hindu dan Buddha yang telah ditinggalkan pemeluknya, bukannya dihancurkan tetapi malah dikubur di bawah tanah, sehingga sekarang banyak ditemukan bekas candi yang terkubur di bawah tanah. Salah satunya Candi Borobudur yang ditemukan arkeolog Belanda dua abad lalu di Magelang.
Sedangkan sebagian kecil masyarakat yang tetap memeluk Hindu, akhirnya pindah ke Bali sehingga mereka mayoritas di sana. Sementara itu salah seorang tokoh Hindu yang bernama Sabdo Palon ketika akan meninggalkan Pulau Jawa sempat bersumpah akan membalas kekalahan Hindu dan Buddha di Pulau Jawa dengan mangatakan, suatu saat nanti Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apa dampak buruknya bagi mayoritas umat Islam di Pulau Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud dan dilaksanakan nantinya.
Pertama, seharusnya Candi Borobudur tidak boleh digunakan sebagai tempat ritual bagi pemeluk Buddha meski ketika Waisak sekalipun. Sebab Candi Borobudur sudah ditetapkan oleh UNESCO dan PBB sebagai warisan kebudayaan dunia, sehingga bukan lagi milik pemeluk Buddha dan sudah menjadi museum internasional, sehingga bukan lagi menjadi tempat ritual bagi pemeluk Buddha tetapi telah menjadi tempat tujuan wisata dunia.
Bahkan Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra itu pernah ditetapkan PBB menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Kedua, tidak menutup kemungkinan sumpah dari Sando Palon itu akan menjadi kenyataan, di mana Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa. Meski sekarang umat Islam mayoritas di Pulau Jawa, tetapi tingkat keimanan dan ketaqwaan mereka masih sangat lemah.
Dengan iming-iming harta benda duniawi seperti yang sering dilakukan perkumpulan pemeluk Buddha “Buddha Tsu Chi” dengan melancarkan aksi bantuan sosialnya, umat Islam yang dalam kondisi lemah iman dan ekonomi bisa menjadi murtad. Apalagi sekarang pemeluk Buddha sudah memiliki televisi nasional, DAAI TV milik tokoh wanita pengusaha Buddha, Siti Hartati Murdaya yang baru saja dibebaskan dari tahanan KPK karena terlibat kasus korupsi.
Ketiga, dengan kedatangan para pemeluk Buddha dari seluruh dunia untuk melakukan ritual tahunan di Candi Borobudur, terutama dari para pengusaha kaya di Cina, Korsel, Taiwan, Hongkong, Singapura, Myanmar serta Thailand dengan membawa modal besar; maka mereka akan memiliki kontribusi besar untuk mem-Buddha-kan Pulau Jawa.
Karena mayoritas rakyat Indonesia berada di Pulau Jawa, maka agama manapun dan siapapun yang berhasil menguasai Pulau Jawa, pasti akan menguasai Indonesia. Kalau Buddha berhasil menguasai Pulau Jawa, maka mereka akan berusahaa keras mem-Buddha-kan Indonesia dan ini akan menjadi penderitaan berat bagi umat Islam Indonesia.
Jika hal itu sampai terjadi, maka NKRI dalam bahaya, sebab hanya umat Islamlah yang mampu dan bersedia mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan.
Keempat, meski kelihatannya para pemeluk dan Biksu Buddha itu lemah lembut dan toleran, tetapi sesungguhnya mereka itu amat kejam terutama terhadap umat Islam jika mereka mayoritas dan berkuasa.
Seperti penderitaan sekarang ini yang dialami umat Islam di negara yang mayoritas pemeluk Buddha yakni Myanmar, Thailand dan Sri Lanka. Hampir setiap hari mereka menjadi korban pembantaian dan pelanggaran HAM berat dari para pemeluk Buddha yang didukung para Biksu dan pemerintahnya.
Untuk itu jangan sampai ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud, umat Islam dan para pemimpin Islam serta partai politik Islam harus bersatu padu untuk menggagalkan ide gila dan berbahaya yang nantinya dikhawatirkan bisa menjurus pada Buddhaisasi Pulau Jawa dan Indonesia. Naudzubillah min dzalik.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/12/04/34282/wajib-ditentang-ide-berbahaya-gubernur-jawa-tengah/#sthash.UJ6Br2Y3.WbAVv2LU.dpuf
Sungguh berbahaya bagi dakwah Islam dan keutuhan NKRI jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini benar-benar terwujud dan dilaksanakan.
Betapa tidak, ide yang dilontarkannya pada peringatan 200 tahun Candi Borobudur beberapa waktu lalu itu, Gubernur dari PDIP ini mengusulkan agar Candi Borobudur dijadikan semacam Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah, yakni sebagai tempat ibadah atau ritual bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia setiap tahunnya.
Dengan harapan jika kelak terwujud, maka Indonesia khususnya Jawa Tengah akan menjadi daerah tujuan wisata bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang otomatis akan mendatangkan devisa yang amat besar sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di dan sekitar candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang tersebut.
Gubernur yang mengaku beragama Islam itu menyamakannya dengan Ka’bah di Makkah, dimana jutaan umat Islam di seluruh dunia setiap tahunnya melaksanakan ibadah Haji dengan mendatangkan devisa amat besar bagi Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sehingga menjadi negara yang kaya raya.
Padahal sesungguhnya pemerintah Saudi Arabia menjadi kaya raya bukan karena ibadah Haji, tetapi karena menjadi negara dengan cadangan minyak dan produsen minyak terbesar di dunia.
Jadi Candi Borobudur nantinya akan dijadikan tempat ritual religi setiap tahun bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang saat ini berjumlah 300 juta orang. Bahkan saking semangatnya, Ganjar Pranowo yang pernah bersekolah di SMA Katolik De Britto Jogjakarta itu sampai menegaskan ide gilanya itu di hadapan para kyai dan santri Ponpes API di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah pada Khotbah Kebudayaaan beberapa waktu lalu.
Untuk itu dia meminta para santri dan kyai Ponpes yang dipimpin KH M Yusuf Chudlori itu pada khususnya dan umat Islam pada umumnya agar memberi ruang seluas-luasnya bagi pemeluk Buddha agar dapat menjalankan prosesi ritual keagamaan di Candi Borobudur setiap tahunnya.
Untuk merevitalisasiî idenya tentang Candi Borobudur ini, Ganjar Pranowo menegaskan tahapan sementara yang menjadi pemikirannya, meliputi pengkajian sejarah, pengajuan gagasan ke pemerintah pusat, menggelar konferensi Buddha dan antarumat beragama, penegasan posisi Pemprov Jateng serta manajemen pengelolaan.
Tahap berikutnya Ganjar Pranowo menginisiasi gagasannya ke Pemerintah Pusat yang saat ini dipimpin sahabatnya, Presiden Jokowi. Langkah selanjutnya dirinya akan melakukan dialog, kajian, atau semacam konferensi guna menuju kesepakatan menjadikan Candi Borubudur sebagai tempat ibadah suci.
Untuk itu pemerintah harus berinisiatif menawarkan gagasan ke komunitas Buddha, termasuk ke Konferensi Agung Sangha Indonesia (organisasi pemuka agama Buddha Indonesia), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan organisasi umat Buddha sedunia.
Tidak hanya itu, dialog antarumat beragama juga diusulkannya digelar guna mencegah gesekan. Bahkan dirinya juga mengusulkan agar dibangun Bandara baru yang menjadi alternatif bagi Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adisucipto di Jogjakarta. Sehingga nantinya bisa menampung jutaan pemeluk Buddha yang akan beribadah tahunan di Candi Borobudur.
Gila dan Berbahaya
Sejak para Walisongo yang dibantu Raden Patah Sultan Kerajaan Islam Demak yang juga menjadi anggota Majelis Walisongo melacarkan dakwahnya 500 tahun lalu, Pulau Jawa yang sebelumnya didominasi pemeluk Hindu dan Buddha, berubah menjadi Pulau dengan mayoritas umat Islam hingga sekarang ini, meski telah 350 tahun dibawah kekuasan Kolonial Belanda yang Nasrani.
Karena umat Islam dikenal sebagai umat yang toleran, bekas tempat ritual umat Hindu dan Buddha yang telah ditinggalkan pemeluknya, bukannya dihancurkan tetapi malah dikubur di bawah tanah, sehingga sekarang banyak ditemukan bekas candi yang terkubur di bawah tanah. Salah satunya Candi Borobudur yang ditemukan arkeolog Belanda dua abad lalu di Magelang.
Sedangkan sebagian kecil masyarakat yang tetap memeluk Hindu, akhirnya pindah ke Bali sehingga mereka mayoritas di sana. Sementara itu salah seorang tokoh Hindu yang bernama Sabdo Palon ketika akan meninggalkan Pulau Jawa sempat bersumpah akan membalas kekalahan Hindu dan Buddha di Pulau Jawa dengan mangatakan, suatu saat nanti Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apa dampak buruknya bagi mayoritas umat Islam di Pulau Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud dan dilaksanakan nantinya.
Pertama, seharusnya Candi Borobudur tidak boleh digunakan sebagai tempat ritual bagi pemeluk Buddha meski ketika Waisak sekalipun. Sebab Candi Borobudur sudah ditetapkan oleh UNESCO dan PBB sebagai warisan kebudayaan dunia, sehingga bukan lagi milik pemeluk Buddha dan sudah menjadi museum internasional, sehingga bukan lagi menjadi tempat ritual bagi pemeluk Buddha tetapi telah menjadi tempat tujuan wisata dunia.
Bahkan Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra itu pernah ditetapkan PBB menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Kedua, tidak menutup kemungkinan sumpah dari Sando Palon itu akan menjadi kenyataan, di mana Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa. Meski sekarang umat Islam mayoritas di Pulau Jawa, tetapi tingkat keimanan dan ketaqwaan mereka masih sangat lemah.
Dengan iming-iming harta benda duniawi seperti yang sering dilakukan perkumpulan pemeluk Buddha “Buddha Tsu Chi” dengan melancarkan aksi bantuan sosialnya, umat Islam yang dalam kondisi lemah iman dan ekonomi bisa menjadi murtad. Apalagi sekarang pemeluk Buddha sudah memiliki televisi nasional, DAAI TV milik tokoh wanita pengusaha Buddha, Siti Hartati Murdaya yang baru saja dibebaskan dari tahanan KPK karena terlibat kasus korupsi.
Ketiga, dengan kedatangan para pemeluk Buddha dari seluruh dunia untuk melakukan ritual tahunan di Candi Borobudur, terutama dari para pengusaha kaya di Cina, Korsel, Taiwan, Hongkong, Singapura, Myanmar serta Thailand dengan membawa modal besar; maka mereka akan memiliki kontribusi besar untuk mem-Buddha-kan Pulau Jawa.
Karena mayoritas rakyat Indonesia berada di Pulau Jawa, maka agama manapun dan siapapun yang berhasil menguasai Pulau Jawa, pasti akan menguasai Indonesia. Kalau Buddha berhasil menguasai Pulau Jawa, maka mereka akan berusahaa keras mem-Buddha-kan Indonesia dan ini akan menjadi penderitaan berat bagi umat Islam Indonesia.
Jika hal itu sampai terjadi, maka NKRI dalam bahaya, sebab hanya umat Islamlah yang mampu dan bersedia mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan.
Keempat, meski kelihatannya para pemeluk dan Biksu Buddha itu lemah lembut dan toleran, tetapi sesungguhnya mereka itu amat kejam terutama terhadap umat Islam jika mereka mayoritas dan berkuasa.
Seperti penderitaan sekarang ini yang dialami umat Islam di negara yang mayoritas pemeluk Buddha yakni Myanmar, Thailand dan Sri Lanka. Hampir setiap hari mereka menjadi korban pembantaian dan pelanggaran HAM berat dari para pemeluk Buddha yang didukung para Biksu dan pemerintahnya.
Untuk itu jangan sampai ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud, umat Islam dan para pemimpin Islam serta partai politik Islam harus bersatu padu untuk menggagalkan ide gila dan berbahaya yang nantinya dikhawatirkan bisa menjurus pada Buddhaisasi Pulau Jawa dan Indonesia. Naudzubillah min dzalik.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/12/04/34282/wajib-ditentang-ide-berbahaya-gubernur-jawa-tengah/#sthash.UJ6Br2Y3.WbAVv2LU.dpuf
Sungguh berbahaya bagi dakwah Islam dan keutuhan NKRI jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini benar-benar terwujud dan dilaksanakan.
Betapa tidak, ide yang dilontarkannya pada peringatan 200 tahun Candi Borobudur beberapa waktu lalu itu, Gubernur dari PDIP ini mengusulkan agar Candi Borobudur dijadikan semacam Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah, yakni sebagai tempat ibadah atau ritual bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia setiap tahunnya.
Dengan harapan jika kelak terwujud, maka Indonesia khususnya Jawa Tengah akan menjadi daerah tujuan wisata bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang otomatis akan mendatangkan devisa yang amat besar sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di dan sekitar candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Magelang tersebut.
Gubernur yang mengaku beragama Islam itu menyamakannya dengan Ka’bah di Makkah, dimana jutaan umat Islam di seluruh dunia setiap tahunnya melaksanakan ibadah Haji dengan mendatangkan devisa amat besar bagi Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sehingga menjadi negara yang kaya raya.
Padahal sesungguhnya pemerintah Saudi Arabia menjadi kaya raya bukan karena ibadah Haji, tetapi karena menjadi negara dengan cadangan minyak dan produsen minyak terbesar di dunia.
Jadi Candi Borobudur nantinya akan dijadikan tempat ritual religi setiap tahun bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang saat ini berjumlah 300 juta orang. Bahkan saking semangatnya, Ganjar Pranowo yang pernah bersekolah di SMA Katolik De Britto Jogjakarta itu sampai menegaskan ide gilanya itu di hadapan para kyai dan santri Ponpes API di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah pada Khotbah Kebudayaaan beberapa waktu lalu.
Untuk itu dia meminta para santri dan kyai Ponpes yang dipimpin KH M Yusuf Chudlori itu pada khususnya dan umat Islam pada umumnya agar memberi ruang seluas-luasnya bagi pemeluk Buddha agar dapat menjalankan prosesi ritual keagamaan di Candi Borobudur setiap tahunnya.
Untuk merevitalisasiî idenya tentang Candi Borobudur ini, Ganjar Pranowo menegaskan tahapan sementara yang menjadi pemikirannya, meliputi pengkajian sejarah, pengajuan gagasan ke pemerintah pusat, menggelar konferensi Buddha dan antarumat beragama, penegasan posisi Pemprov Jateng serta manajemen pengelolaan.
Tahap berikutnya Ganjar Pranowo menginisiasi gagasannya ke Pemerintah Pusat yang saat ini dipimpin sahabatnya, Presiden Jokowi. Langkah selanjutnya dirinya akan melakukan dialog, kajian, atau semacam konferensi guna menuju kesepakatan menjadikan Candi Borubudur sebagai tempat ibadah suci.
Untuk itu pemerintah harus berinisiatif menawarkan gagasan ke komunitas Buddha, termasuk ke Konferensi Agung Sangha Indonesia (organisasi pemuka agama Buddha Indonesia), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan organisasi umat Buddha sedunia.
Tidak hanya itu, dialog antarumat beragama juga diusulkannya digelar guna mencegah gesekan. Bahkan dirinya juga mengusulkan agar dibangun Bandara baru yang menjadi alternatif bagi Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adisucipto di Jogjakarta. Sehingga nantinya bisa menampung jutaan pemeluk Buddha yang akan beribadah tahunan di Candi Borobudur.
Gila dan Berbahaya
Sejak para Walisongo yang dibantu Raden Patah Sultan Kerajaan Islam Demak yang juga menjadi anggota Majelis Walisongo melacarkan dakwahnya 500 tahun lalu, Pulau Jawa yang sebelumnya didominasi pemeluk Hindu dan Buddha, berubah menjadi Pulau dengan mayoritas umat Islam hingga sekarang ini, meski telah 350 tahun dibawah kekuasan Kolonial Belanda yang Nasrani.
Karena umat Islam dikenal sebagai umat yang toleran, bekas tempat ritual umat Hindu dan Buddha yang telah ditinggalkan pemeluknya, bukannya dihancurkan tetapi malah dikubur di bawah tanah, sehingga sekarang banyak ditemukan bekas candi yang terkubur di bawah tanah. Salah satunya Candi Borobudur yang ditemukan arkeolog Belanda dua abad lalu di Magelang.
Sedangkan sebagian kecil masyarakat yang tetap memeluk Hindu, akhirnya pindah ke Bali sehingga mereka mayoritas di sana. Sementara itu salah seorang tokoh Hindu yang bernama Sabdo Palon ketika akan meninggalkan Pulau Jawa sempat bersumpah akan membalas kekalahan Hindu dan Buddha di Pulau Jawa dengan mangatakan, suatu saat nanti Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apa dampak buruknya bagi mayoritas umat Islam di Pulau Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud dan dilaksanakan nantinya.
Pertama, seharusnya Candi Borobudur tidak boleh digunakan sebagai tempat ritual bagi pemeluk Buddha meski ketika Waisak sekalipun. Sebab Candi Borobudur sudah ditetapkan oleh UNESCO dan PBB sebagai warisan kebudayaan dunia, sehingga bukan lagi milik pemeluk Buddha dan sudah menjadi museum internasional, sehingga bukan lagi menjadi tempat ritual bagi pemeluk Buddha tetapi telah menjadi tempat tujuan wisata dunia.
Bahkan Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra itu pernah ditetapkan PBB menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Kedua, tidak menutup kemungkinan sumpah dari Sando Palon itu akan menjadi kenyataan, di mana Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa. Meski sekarang umat Islam mayoritas di Pulau Jawa, tetapi tingkat keimanan dan ketaqwaan mereka masih sangat lemah.
Dengan iming-iming harta benda duniawi seperti yang sering dilakukan perkumpulan pemeluk Buddha “Buddha Tsu Chi” dengan melancarkan aksi bantuan sosialnya, umat Islam yang dalam kondisi lemah iman dan ekonomi bisa menjadi murtad. Apalagi sekarang pemeluk Buddha sudah memiliki televisi nasional, DAAI TV milik tokoh wanita pengusaha Buddha, Siti Hartati Murdaya yang baru saja dibebaskan dari tahanan KPK karena terlibat kasus korupsi.
Ketiga, dengan kedatangan para pemeluk Buddha dari seluruh dunia untuk melakukan ritual tahunan di Candi Borobudur, terutama dari para pengusaha kaya di Cina, Korsel, Taiwan, Hongkong, Singapura, Myanmar serta Thailand dengan membawa modal besar; maka mereka akan memiliki kontribusi besar untuk mem-Buddha-kan Pulau Jawa.
Karena mayoritas rakyat Indonesia berada di Pulau Jawa, maka agama manapun dan siapapun yang berhasil menguasai Pulau Jawa, pasti akan menguasai Indonesia. Kalau Buddha berhasil menguasai Pulau Jawa, maka mereka akan berusahaa keras mem-Buddha-kan Indonesia dan ini akan menjadi penderitaan berat bagi umat Islam Indonesia.
Jika hal itu sampai terjadi, maka NKRI dalam bahaya, sebab hanya umat Islamlah yang mampu dan bersedia mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan.
Keempat, meski kelihatannya para pemeluk dan Biksu Buddha itu lemah lembut dan toleran, tetapi sesungguhnya mereka itu amat kejam terutama terhadap umat Islam jika mereka mayoritas dan berkuasa.
Seperti penderitaan sekarang ini yang dialami umat Islam di negara yang mayoritas pemeluk Buddha yakni Myanmar, Thailand dan Sri Lanka. Hampir setiap hari mereka menjadi korban pembantaian dan pelanggaran HAM berat dari para pemeluk Buddha yang didukung para Biksu dan pemerintahnya.
Untuk itu jangan sampai ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud, umat Islam dan para pemimpin Islam serta partai politik Islam harus bersatu padu untuk menggagalkan ide gila dan berbahaya yang nantinya dikhawatirkan bisa menjurus pada Buddhaisasi Pulau Jawa dan Indonesia. Naudzubillah min dzalik.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/12/04/34282/wajib-ditentang-ide-berbahaya-gubernur-jawa-tengah/#sthash.UJ6Br2Y3.WbAVv2LU.dpuf
Konflik Israel-Palestina, menimbulkan reaksi di berbagai belahan dunia. Belakangan semakin banyak negara-negara yang memberikan dukungan terhadap Palestina.
Terlebih ulah keji Israel yang terus mencaplok dan menduduki beberapa wilayah yang dimiliki Palestina, mengundang kecaman dunia internasional.
Dilansir dari situs resminya yang berbasis di Inggris, YouGov baru-baru ini melakukan survei. Survei YouGov meminta responden di setiap negara untuk memilih, apakah mereka lebih simpati pada Palestina, Israel atau kedua pihak. Hasilnya menunjukkan reaksi berbeda setiap individu di seluruh dunia terhadap konflik Israel-Palestina.
Di Prancis dan Inggris sebagian besar dari responden memilih bersimpati pada Palestina. Margin paling dramatis terlihat di Inggris, sekitar 27 persen responden mengaku lebih mendukung Palestina, sementara 12 persennya mendukung Israel.
Seperti hasil YouGov dari 2003 sampai Juli menemukan tak lebih dari 28 persen dan tak kurang dari 18 persen responden, bersimpati dengan Palestina. Sedangkan simpati untuk Israel hanya berada di poin 13 hingga 20 persen, di periode yang sama.
Konflik terbaru belakangan bahkan meningkatkan simpati pada Palestina hingga 30 persen. Sebaliknya simpati pada Israel jatuh pada titik terendah di 12 persen.
Pergeseran arah simpati untuk Palestina terlihat selama krisis baru-baru ini.Pemilih Partai Buruh kini mengalami kenaikan persentase simpati pada rakyat Palestina hingga 41 persen. Naik drastis dari pertengahan Juli yang hanya 26 persen.
Sementara di kubu Konservatif, simpati pada Palestina tumbuh sebesar delapan poin. Dalam survei terbaru yang dilakukan pada 3-4 Agustus, Konservatif memilih sisi yang imbang antara Israel dan Palestina. Dukungan pada Israel bahkan tinggal 6-7 persen awal Juli.
http://www.lasdipo.com/kabar/eropa-amerika/2014/12/05/dukungan-untuk-palestina-meningkat-drastis-di-eropa.html

Rabu, 03 Desember 2014

SBY: Pencitraan Berlebihan Menurunkan Kepercayaan Rakyat

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan “kuliah” tentang Kepemimpinan dan Kekuasaan. Dan “kuliahnya” yang disampaikan melalui akun Twitter resminya @SBYudhoyono SBY menyebut bahwa pemimpin dapat berlaku apa saja yang dikehendakinya. Termasuk acapkali ia dibenarkan perkataan dan tindakannya.
Namun kadang tanpa disadarinya, pembenaran yang didapatnya bisa pula disalahgunakan untuk berlaku diktator dan tiran.
“Pemimpin yang selalu dibenarkan apapun perkataan dan tindakannya, tak disadari bisa menjadi diktator atau tiran,” tulis SBY (*SBY*).
Selain itu, Presiden ke-6 ini juga mengkritik dan memberikan saran untuk rakyat terhadap pemimpin. Sebaliknya, SBY menyatakan, pemimpin haruslah sabar terhadap rakyat di saat menyampaikan kritik dan saran. Hal ini pun berlaku untuk rakyat agar menghormati pemimpin dalam memberikan masukkan.
“Karenanya, dengan tetap menghormati pemimpin, rakyat bisa menyampaikan kritik dan sarannya. Pemimpin mesti sabar mendengarkan,” ia melanjutkan.
SBY pun menyebutkan tentang pencitraan. Ia mengatakan bahwa jika di dalam politik itu hal biasa jika pencitraan dilakukan. Namun, ia berpesan agar pencitraan yang dilakukan tidak berlebihan. Sebab jika hal itu terjadi, justru akan menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap pemimpin.
“Dalam politik, pencitraan itu biasa. Tapi, jika sangat berlebihan bisa menurunkan kepercayaan rakyat,” katanya.
Di akhir “kuliahnya”, SBY memberikan saran agar pemimpin saling berhubungan (institusi) satu sama lain dalam mengatasi masalah. SBY berharap di dalam penyelesaian masalah, apalagi yang dihadapi adalah masalah serius, pemimpin harus dengan senang hati melakukan musyawarah agar mendapatkan solusi terbaik.
“Tugas pemimpin: mengatasi masalah. Pimpinlah, ternasuk bekerjasama dan bermusyawarah untuk mengatasi masalah. Apalagi masalah yg serius,” tutupnya.
http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2014/12/02/34245/sby-pencitraan-berlebihan-menurunkan-kepercayaan-rakyat.html#.VH-Bk5520r-

PBB Kehabisan Uang untuk Memberi Makan Pengungsi Suriah

Organisasi pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa World Food Program (WFP) hari Senin (1/12/2014) mengumumkan lembaganya menghentikan sementara bantuan bagi 1,7 juta pengungsi Suriah karena kekurangan dana .Dilansir Euronews, WFP membutuhkan uang sebesar 51 juta euro hanya untuk memberi makan pengungsi Suriah pada bulan Desember ini saja.
Uang sedikitnya berjumlah US$64 juta itu sangat dibutuhkan segera untuk makan para pengungsi Suriah yang tersebar di sejumlah negara tetangga seperti Yordania, Libanon, Iraq dan Turki, lansir Aljazeera.
Sejak perang saudara pecah di Suriah tahun 2011, lebih dari tiga juta orang sudah meninggalkan negara mereka mengungsi ke negara tetangga.
Di bawah program PBB, para pengungsi menggunakan voucher untuk membeli makanan di toko-toko lokal. PBB hanya menyediakan bahan pangan mendasar seperti tepung, minyak masak dan gula. Untuk ibu hamil dan menyusui PBB memberikan voucher makanan vital.
“Tanpa voucher WFP banyak keluarga akan menderita kelaparan. Bagi pengungsi yang sudah menjalani kehidupan sulit selama musim dingin, konsekuensi dari diberhentikan sementara bantuan ini akan sangat buruk,” kata PBB.
Setiap bulan PBB memberi makan lebih dari 4 juta orang di dalam wilayah Suriah dan lebih dari 1 juta lainnya di pengungsian sementara di negara-negara tetangga.
“Ini sudah jelas-jelas bencana besar,” kata koordinator WFP Muhannad Hadi kepada Aljazeera yang berbicara dari ibukota Yordania, Amman.
“Jika kita tidak bisa membagikan mereka voucher, maka mereka tidak dapat makan,” ujarnya.
“Kami memohon kepada dunia [untuk membantu]. Ini adalah krisis internasional,” kata Hadi.
Sementara itu, organisasi PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR, mengatakan bahwa dikarenakan dana mereka terbatas, maka lembaganya terpaksa menetapkan prioritas dalam pemberian bantuan selama musim dingin ini, seperti lebih mendahulukan bantuan kepada orang-orang yang mengungsi di daerah yang lebih dingin dan bayi-bayi baru lahir.
http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/12/02/34261/pbb-kehabisan-uang-untuk-memberi-makan-pengungsi-suriah.html#.VH9_yJ520r8

Senin, 01 Desember 2014

Nama Muhammad Paling Populer untuk Bayi di Inggris

Survei nama bayi di Inggris menunjukkan, Muhammad menjadi nama paling populer untuk bayi lelaki yang lahir tahun ini. Nama Oliver saat ini turun ke tempat kedua.
Data yang dikumpulkan oleh situs web BabyCentre menunjukkan adanya peningkatan besar penggunaan nama-nama Arab secara umum, dan acara-acara di TV seperti Game of Thrones memberi inspirasi bagi nama untuk generasi berikut.
Dilaporkan BBC, Senin (1/12/2014), nama bayi perempuan paling banyak dipakai adalah Sophia.
Namun nama yang paling melompat tinggi dalam peringkat 100 nama terpopuler adalah Maryam. Nama itu naik dari tingkat 59 ke urutan 35 dalam daftar.
Sementara Nur menjadi nama baru yang masuk dalam daftar, bersama nama-nama lain seperti Emilia dan Gracie.
Omar, Ali, dan Ibrahim untuk pertama kalinya masuk dalam peringkat 100 nama teratas untuk bayi laki-laki.
Nama yang berbau kerajaan seperti George, William, dan Harry mulai memudar kepopulerannya. Banyak orang tua kelihatannya menghindari pemakaian nama George yang merupakan nama bayi Pangeran William dan Kate Middleton.*
http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/12/01/34235/nama-muhammad-paling-populer-untuk-bayi-di-inggris.html#.VHzMWJ520r9

Minggu, 30 November 2014

PM Davutoglu kepada Pejabatnya: Jangan Biarkan Mereka Mencium Tanganmu

Para pejabat Turki tidak boleh lagi membiarkan warga masyarakat mencium tangan mereka, demikian perintah Perdana Menteri Ahmet Davutoglu. Sayangnya, tak lama kemudian Davutoglu justru melanggar larangannya itu sendiri.
Hal itu dikatakan Davutoglu ketika berbicara dalam kongres provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Sabtu (29/11/2014) dilansir Hurriyet.
“Sebagai perdana menteri, saya katakan bahwa ini perintah bagi seluruh pejabat negara: Tak seorang pun yang akan membiarkan warga masyarakat mencium tangannya lagi,” kata Davutoglu.
Namun sayangnya larangan itu justru kemudian dilanggar oleh Davutoglu.
Seorang pria mendekati Davutoglu untuk memberikannya selamat setelah mantan menteri luar negeri itu berpidato. Orang tersebut mencium tangannya, sementara perdana menteri Turki itu tidak terlalu memperhatikan.
Mencium tangan orang yang lebih tua atau memiliki jabatan tinggi sebelum meletakkannya ke kening merupakan simbol penghormatan dalam budaya Turki.
Seruan Davutoglu agar para pejabat negara tidak membiarkan tangannya dicium itu merupakan tanggapan atas kritikan ketua Partai Gerakan Nasionalis (MHP) Devlet Bahceli, yang menentang insiatif pemerintah untuk melakukan rekonsialisasi politik dalam masalah pembantaian tahun 1937-1938 di Provinsi Tunceli. Bahceli, yang menyebut kejadian-kejadian sebelum pembantaian itu sebagai pemberontakan, mengecam rencana rekonsiliasi Davutoglu, yang berkunjung ke Tunceli belum lama ini.
Bahceli mengecam rekonsiliasi itu dengan mengatakan bahwa keputusan itu merupakan “pengkhianatan” dan bahwa “negara tidak pernah mencium tangan.”
Sehari setelah Bahceli mempercepat kunjungannya ke Tunceli karena ada unjuk rasa, Davutoglu menyinggung kembali masalah cium tangan itu, dengan mengatakan bahwa “negara tidak pernah memaksa rakyat untuk mencium tangannya.”
PM Davutoglu menyebut tindakan negara di Provinsi Tunceli (dulu dikenal dengan Dersim) kala itu sebagai “kezaliman”.
http://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2014/12/01/34212/pm-davutoglu-kepada-pejabatnya-jangan-biarkan-mereka-mencium-tanganmu.html#.VHvQ5J520r8