Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2018

Membandingkan any video converter, freemake dan hd converter factory 2


Yang ketiga adalah hd wonderfox. Video pengkonversi ini mempunyai fitur yang lumayan banyak. Tapi bila dibandingkan dengan any video converter, maka software ini masih kalah.

Tampilan hd converter factory
Berbagai format yang didukung
 Meskipun software ini mendukung penggunaan gpu untuk mempercepat proses konversi video tapi, kenyataannya software ini hanya memaksimalkan penggunaan prosesor.



Meskipun hanya mengandalkan prosesor saat mengkonversi video tetapi prosesnya lebih cepat daripada any video converter, akan tetapi lebih lambat dari freemake.
Kekurangan software ini jika sudah terlanjur mengklik tombol run, proses konversi tidak bisa dijeda hanya bisa dibatalkan tidak seperti any video converter dan freemake.

Membandingkan any video converter, freemake video converter dan hd converter factory 1


Ada banyak converter video yang tersedia untuk OS windows, mulai dari yang gratis hingga yang berbayar. Mulai dari yang sekedar untuk mengokonversi video menjadi video dengan format lain sampai ada fitur untuk mengkonversi video jadi audio hingga membuat slide show dan burning dvd.
Saya pernah menggunakan beberapa software pengkonversi video gratis, diantaranya hand brake, any video converter, freemake video converter dan hd converter factory. Yang akan saya bahas kali ini adalah any video converter, freemake dan hd converter factory.
Yang pertama adalah any video converter. Software ini mendukung banyak format, bahkan menurut saya paling banyak diantara dua video converter lainnya. Kelebihan lainnya sofware ini sekaligus bisa dipakai sebagai audio converter. Bahkan juga dipakai sebagai downloader video dari situs seperti youtube d.l.l.

Tampilan any video converter
 Software ini juga mendukung hardware acceleration yang memanfaatkan gpu untuk mempercepat proses konversi video.



Selain itu software ini juga mendukung burn DVD.

 Yang berikutnya adalah freemake video converter. Sofware ini tidak terlalu banyak menyediakan fitur seperti any video converter. Tapi kelebihan software ini yaitu memaksimalkan penggunaan gpu dan minim penggunaan prosesor, sehingga komputer tidak terlalu panas saat menggunakan software ini untuk mengkonversi video.

Saat dipakai untuk mengkonversi film yang sama, penggunaan prosesor pada software ini lebih rendah daripada any video converter. Dan prosesnya juga lebih cepat dari any video converter.
 Kekurangan sofware ini adanya watermark pada video hasil konversi. Watermark berada di awal video, pertengahan video dan akhir video.
Watermark pada awal video


Watermark pada pertengahan video
Watermark pada akhir video
 .











Jumat, 15 April 2016

Alasan saya meninggalkan windows 10 dan kembali pada windows 7



Sempat menggunakan windows 10 selama kurang lebih lima bulan akhirnya saya kembali menggunakan windows 7. Sebenarnya secara tampilan windows 10 memang sangat bagus. Dan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan windows 10 jauh lebih bagus dari windows versi sebelumnya. Tapi karena saya mengalami beberapa hal yang menurut saya cukup mengganggu produktifitas.
Alasan itu antara lain :
1.       Setelah komputer dinyalakan, saat mengakses explore memerlukan waktu hingga sekian detik lebih lama jika dibandingkan saat mengakses explore windows 7 . Jadi saya harus menunggu beberapa saat, ketika mengakses file. Hal ini tidak terjadi pada windows 7. Mungkin juga harddisk yang saya miliki terlalu jadul untuk windows 10.
2.       Saya sering mengaktifkan mode sleep ketika komputer harus saya tinggal dalam waktu yang cukup lama. Di windows 10 baru masuk mode sleep kurang lebih selama 5 detik ternyata komputer menyala sendiri dan ini terjadi berulang-ulang kali. Tapi hal ini tidak terjadi ketika saya menggunakan windows 7. Saat menggunakan windows 7 komputer tidak akan menyala jika saya tidak menyalakannya. Tidak tahu juga apakah karena ada pengaturan yang tidak saya tahu di windows 10 atau memang windows 10 saya harus di update untuk memperbaiki bug.
3.       Di windows 10 saya tidak bisa memilih update yang harus saya prioritaskan untuk di instal. Karena windows update berjalan otomatis. Untuk pengguna yang internetnya berdasarkan kouta seperti saya, hal ini tentu sangat memberatkan.
4.       Pernah ada isu bahwa windows 10 akan menghapus software bajakan di komputer pengguna. Dan ini benar terjadi pada saya. Software microsoft office, corel video editor, dan adobe audition yang saya pakai jadi korban. Tentu saja hal ini sangat mengganggu bagi pengguna bajakan seperti saya.
5.       Yang terakhir adalah masalah driver, terutama driver handphone saat saya menghubungkan handphone saya dengan komputer berwindows 10. Maklum saja handphone saya handphone jadul.
6.       Windows 10 lebih cocok digunakan untuk yang kuota internetnya melimpah. Karena memang windows 10 sebagian besar layanannya berbasis internet. Tidak cocok buat saya yang kuota internetnya pas-pasan (he he he)
Itulah beberapa alasan kenapa saya meninggalkan windows 10. Berbeda hardware mungkin saja berbeda yang dialami oleh pengguna lain.
Hardware yang saya pakai :
·         Prosesor  amd athlon II x2 250
·         Amd radeon hd 6570
·         Ram 4gb (2x2gb)
·         Harddisk western digital 320 gb
·         Psu fsp hexa 400 watt

Selasa, 20 Januari 2015

Mengatasi Komputer Tidak Mau Menyala 2



Oke kali ini saya akan menyambung artikel saya yang dulu mengenai cara mengatasi komputer yang tidak menyala. Setelah semua hal yang saya jelaskan di artikel sebelumnya sudah kalian lakukan tapi komputer masih juga tidak mau menyala, maka hal berikutnya yang kalian lakukan adalah mengecek switch power CPU.
Tapi sebelumnya casing bagian depan dan samping harus dibuka terlebih dahulu. Kalau di PC saya cara membuka casing bagian depan cukup menarik bagian bawah casing ke arah depan hingga semua kuncian terlepas semua. Setelah casing bagian depan terlepas nanti akan terlihat seperti ini.

Penampakan akan berbeda pada casing yang berbeda. Tapi itu tidaklah penting, karena kita hanya akan fokus pada gambar benda yang dilingkari. Ini adalah gambar switch power CPU. Untuk mengecek apakah switch ini masih berfungsi atau tidak dengan cara melepas socket kabel front panel yang menghubungkan antara switch power dengan motherboard. Setelah socket terlepas lalu hubungkan dua konektor power di motherboard.

Untuk menghubungkan saya menggunakan ujung obeng min yang berukuran agak kecil. Tapi jangan lupa sebelumnya CPU harus dalam keadaan teraliri listrik. Jika CPU menyala maka bisa dipastikan switch power sudah waktunya diganti. Cukup dilepas dan dibawa ke toko elektronik. Meskipun komponen komputer tapi justru tidak ada di toko komputer. Harganya sekitar Rp 1000- Rp 2000.
Nah pertanyaan selanjutnya bagaimana jika setelah kedua konektor power di motherboard dihubungkan tapi CPU belum menyala juga?. Maka berikutnya yang jadi perhatian adalah PSU ( Power Supply Unit). Untuk mengeceknya relatif mudah, cukup lepas socketnya seperti gambar.
Setelah itu hubungkan konektor kabel warna hijau dengan konektor kabel warna hitam, bisa yang mana saja asal warna hijau dan hitam. Untuk menghubungkan bisa menggunakan seutas kabel. Dan lagi-lagi CPU harus terhubung lebih dulu pada stop kontak.
Jika saat kedua konektor kabel dihubungkan kipas PSU menyala maka PSU masih berfungsi. Tapi jika tidak menyala PSU dipastikan harus diganti.
Ketika semua hal yang sudah dijelaskan tadi sudah dilakukan tapi CPU belum bisa menyala juga, kemungkinan ada masalah di motherboard. Tapi saya jarang mengalaminya. Jika komputer tidak menyala yang sering saya temui bermasalah adalah switch dan PSU.
Oke cukup sampai di sini dulu artikel kali ini, semoga lain kali ada kesempatan untuk berbagi lagi.
Referensi: pengalaman pribadi

Minggu, 30 November 2014

Waspada, Malware Regin, Ancaman Serius Data Komputer

Peneliti keamanan Symantec mengaku telah membongkar software berbahaya (malware) canggih yang telah digunakan badan intelijen pemerintah. Malware itu diduga kuat digunkan pemerintah untuk menyadap perusahaan telekomunikasi dan layanan internet. Peneliti menamakan malware ini dengan nama Trojan Regin. Peneliti mengatakan malware ini kemungkinan telah dilancarkan oleh pemerintah AS, Israel dan Tiongkok.
Menurut Kaspersky, Indonesia menjadi salah satu dari banyak negara korban Regin.
Menurut laporan Kaspersky, setidaknya ada 14 negara yang menjadi korban Regin. Di antaranya adalah Algeria, Afghanistan, Belgia, Brazil, Fiji, Jerman, Iran, India, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Pakistan, Suriah dan Rusia.
Melansir Recode, Senin 24 November 2014, disebutkan temuan peneliti ini muncul dari tim yang sama mengendus kemunculan Stuxnet pada empat tahun lalu. Stuxnet disinyalir sebagai senjata digital pertama yang dilancarkan untuk menyerang suatu negara. Peneliti meyakini Stuxnet merupakan upaya AS dan Israel untuk meyabotase program riset nuklir Iran.
Peneliti menggambarkan keganasan Regine sebagai serangkaian malware kompleks memiliki struktur kemampuan teknikal yang langka.
â€Å“Alat ini memiliki tingkat kemampuan ekstensif yang memungkinkan orang mengendalikan tool untuk kerangka pengawasan massal yang kekuatannya sangat dahsyat,” tulis peneliti dalam blog perusahaan.
Disebutkan peneliti, Regin mulai digunakan untuk operasi pengawasan sejak 2008 lalu, tapi tiba-tiba terhenti pada 2011, dan mulai digunakan lagi pada tahun lalu.
Temuan menunjukkan sekitar 100 infeksi Regin telah terdeteksi, yang mana kebanyakan, 52 persen kasus, terjadi di Rusia dan Arab Saudi. Penyerangan ini juga terjadi di Meksiko, Irlandia, India, Afganistan, Iran, Belgia, Austria dan pakistan. Sejauh ini belum ditemukan Ragin terdeteksi di AS dan Tiongkok.
Melihat dari desain dan struktur Regin, peneliti Symantec, Liam O Murchu menduga kuat malware ini diciptakan oleh entitas negara. Namun ia enggan berspekulasi negara atau pemerintahan mana yang menyebarkan infeksi ini.
"Petunjuk yang terbaik yang kami miliki adalah lokasi terjadinya infeksi," jelas dia.
Namun spekulasi yang beredar, malware rahasia ini disebarkan oleh Badan Keamanan Nasional AS (NSA), CIA, Isreal maupun Tiongkok.
Muchu mengatakan Regin beraksi dengan menyerang sistem yang menjalankan Windows. Serangan ini dilakukan secara bertahap dan menbutuhkan lima potongan.
Dia menjelaskan tahap pertama membuka pintu tahap berikutnya dan masing-masing tahap menggambarkan dan mengeksekusi tahap berikutnya.
Caranya sangat mirip dengan Stuxnet dan saudaraya Trojan, Duqu, yang dirancang mengumpulkan data intelijen dalam jumlah besar, bebernya.
Peneliti menemukan cara penyebaran malware beragam. Satu kasus, Regin menyusup melalui Instant Messenger Yahoo, tapi kasus lain ditemukan melalui situs terkenal palsu yang menarik pengguna.
Begitu tersusupi Regin, maka sistem akan dikembalikan oleh Regin dengan mengirimkan puluhan muatan. Dampaknya komputer bisa dikendalikand ari jarak jauh, kemudian menyalin file penting, menyalakan kamera web dan mikrofon sampai mencuri kode akses. Bahkan beberapa muatan memungkinkan bisa memantau trafik jaringan dan mengatur BTS.
Meski sudah terungkap, peneliti Symantec mengingatkan agar pengguna mesti waspada. Sebab masih ada bagian Regin yang masih beredar dan belum ditemukan. (Viva)
http://www.lasdipo.com/teknologi/2014/11/25/waspada-malware-regin-ancaman-serius-data-komputer.html 

Jumat, 13 Desember 2013

Membandingkan kompabilitas Windows 7 64 bit dan Linux mint 64 bit terhadap software 32 bit



Bagi pengguna komputer di Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Windows 7, tapi belum tentu semua pengguna komputer mengetahui tentang Linux mint. Hal ini wajar saja menurutku, karena setiap membeli komputer atau laptop para pengguna hanya tahunya komputer yang dibeli sudah diinstal Windows. Dan mereka juga sejak belajar komputer pertama kali yang dipelajari adalah Windows.
Dan saya sebagai pengguna keduanya yaitu Windows 7 dan Linux mint akan mencoba membandingkan kompabilitas dari Windows 7 64 bit dan Linux mint 64 bit terhadap software 32 bit berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Oke, pertama yang saya bahas adalah kompabilitas Windows 7 64 bit terhadap software 32 bit. Saat saya menginstal software 32 bit di Windows 7 64 bit saya tidak menemui masalah yang berarti. Software dapat berjalan lancar tanpa masalah. Mulai dari browser, pemutar musik dan video, software grafis d.l.l. Yang tidak bisa berjalan adalah driver dan antivirus, juga beberapa software misal Autocad 2010 32 bit yang tidak bisa diinstall di windows 7 64 bit karena memang ada yang versi 64 bit. Intinya adalah sebagian besar software 32 bit berjalan dengan lancar di windows 64 bit.


Selanjutnya adalah kompabilitas Linux mint Nadia 64 bit Cinnamon terhadap software 32 bit. Ketika menginstal software 32 bit di linux mint saya banyak sekali menemukan software yang hanya bisa diakses sebagian fiturnya. Bahkan ada beberapa yang hang waktu digunakan. Contoh software Aptoncd bisa berjalan dengan baik di Linux mint 32 bit, tapi saat di Linux mint 64 bit hanya bisa digunakan untuk membuat repository tidak bisa untuk merestore cd. Adalagi yaitu pemutar musik Audacious, meskipun tidak hang tapi, saat digunakan di Linux mint 64 bit sering panel playlist tertinggal saat di minimise.
Ada juga Audacity yang performanya menurun drastis saat digunakan di Linux mint 64 bit. Lalu ada draftsight yang hanya tersedia versi 32 bita dan jika di install harus “dipaksa” terlebih dahulu. Bahkan ketika draftsight dibuka sering tampilan gambar denah yang sedang dibuat error. Dan masih banyak lagi sebenarnya software yang jika digunakan di Linux mint 32 bit berjalan sangat baik, tapi mengecewakan saat digunakan di versi Linux mint yang 64 bit.
Dari apa yang saya uraikan diatas makan dapat diambil kesimpulan bahwa kompabilitas Windows 7 64 bit terhadap software 32 bit jauh lebih baik daripada Linux mint 64 bit terhadap software 32 bit. Sekali lagi ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai pengguna keduanya. Mungkin orang lain mengalami hal yang berbeda.