Licik sungguh yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan
medianya untuk membuat opini yang berbeda dengan manfaatnya. Mereka
menganjurkan dengan produk dan advertorialnya dan menyuruh kita minum
susu sapi bubuk buatan mereka, tapi mereka sendiri minum susu kambing,
mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW.
Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikuti saja rayuan orang
yahudi itu tapi ternyata mereka mengikuti apa yang nabi kita makan dan
minum.
“Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama. Mereka
telah berputus asa untuk menyesatkan umat bertauhid dalam
perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kita tidak
mengikutnya dalam perkara-perkara kecil”
Antara ‘Isu’ yang mereka gembar gemborkan dan telah dijadikan ikutan
oleh kebanyakan dari kita, beberapa hal kecil yang mereka anggap
berhasil dikalangan umat Islam adalah sebagai berikut :
1. Kita diajar dalam buku biologi, dalam buku gizi makanan (kajian
dan terbitan dari ilmuan barat) bahwa kalau ingin dapatkan vitamin B dan
kalau ingin tambah darah kita sebaiknya banyak memakan hati hewan dan
hati ayam . Tetapi sebenarnya Nabi kita tidak pernah menganjurkan
memakan organ dalam. Apakah kita ingin ikuti apa yang dianjurkan orang
barat yang tidak beriman atau mengikuti ajaran Nabi kita? . Tahukah
sebenarnya makan hati hewan/ayam dampaknya bisa melembabkan otak kita
sebab hati merupakan organ dimana semua toksin/racun akan dikumpulkan
dan dinetralkan. Jadi, kepekatan toksin/racun berkadar tinggi ada di
hati hewan/ayam tersebut. Bila kita konsumsi hati tersebut otomatis kita
konsumsi juga toksinnya maka dampaknya lembablah otak umat Islam sebab
begitu percayanya dengan buku sains keluaran barat kafir ini.
2. Kita diajarkan dalam sains bahwa kopi tidak bagus untuk kesehatan.
Namun sebenarnya kopi adalah salah satu minuman kegemaran Nabi kita
selain susu dan madu. Coba lihat orang orang Yahudi, mereka penggemar
minum kopi. Profesor di UK , terutama yang Yahudi, dihadapannya selalu
ada segelas kopi di tangan mereka.
3. Kita diajar jangan terlalu banyak memakan kambing karena tingginya
kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah
buku sains ingin merendahkan makanan Nabi kita. Sebenarnya daging
kambing adalah daging paling rendah kolesterol.
4. Kita diajar bahawa makan Fast Food adalah bagus, cepat dan
instan, namun sebenarnya Fast Food asal AS adalah makanan yang sangat
tinggi kandungan MSG dan kolesterolnya serta paling banyak lemak
jenuhnya.
5. Para kafir ini juga menggalakkan dan mengiklankan bahwa minum dan
makan makanan yang instan dan dibuat kesan modern , contohnya minuman
soda berbagai merk . Minuman soda itu sangatlah beracun dan sangat tidak
bagus untuk kesehatan (gula tinggi, berasam, pH dalam lingkungan 3.5,
ada racun tersembunyi di kandungannya) . Dan kita ketagihan dengan
makanan dan minumaan tersebut.
http://www.eramuslim.com/konsultasi/lifestyle/ternyata-mereka-ikuti-sunnah-nabi-muhammad-saw.htm#.V6m0kXSol_k
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 Agustus 2016
Kamis, 02 April 2015
Konsumsi Sayuran dan Telur Tingkatkan Penyerapan Karotenoid
Mengkonsumsi telur bersamaan dengan sayuran mentah menambah penyerapan karotenoid.
“Warga Amerika kurang mengkonsumsi sayuran.
Dengan ini, kami berupaya meningkatkan nilai nutrisi sayuran, sekaligus
mengambil keuntungan dari kuning telur,” kata ahli ilmu gizi dari
Purdue University Wayne Campbell, dikutip dari laman sciencedaily.
Campbell dan rekannya mengadakan studi
untuk melihat efek konsumsi telur terhadap penyerapan karotenoid dari
salad sayuran mentah.
Dalam studi itu 16 pemuda yang sehat
diminta memakan tiga versi salad: tanpa telur, dengan setengah telur
orak-arik, dan tiga telur orak-arik.
Mereka yang makan jumlah telur terbanyak
dengan salad berisi tomat, wortel parut, bayam, selada, dan goji berry
menyerap karotenoid lebih banyak 3-9 kali.
Karotenoid yang terkandung di salad itu
antara laim beta-karoten, alpha-karoten, likopen, lutein, dan
zeaxanthin. Dua terakhir juga ditemukan di kuning telur.
“Lain kali, bila makan salad, tambahkan telur matang ke sayuran mentah,” kata Campbell.
“Tidak hanya lutein dan zeaxanthin yang ada di telur, tapi nilai sayuran juga bertambah,” tambah dia.
Penelitian ini bermula dari studi mereka
sebelumnya yang menunjukkan bahwa menambah minyak tertentu ke salad
sayuran mentah akan menambah penyerapan karotenoid.
Menurut Campbell, manfaat ini dapat dirasakan oleh semua orang dari segala usia.
Ia dan timnya berencana mengembangkan
penelitian untuk melihat efeknya terhadap nutrisi yang larut lemak,
termasuk vitamin D dan E.*
Kamis, 26 Maret 2015
Polusi Udara Hambat Perkembangan Otak pada Janin
Pengaruh paparan
polusi udara terhadap rahim, bisa menimbulkan dampak buruk bagi otak
anak-anak dan berkontribusi terhadap kelambatan proses dan masalah
perilaku, kata satu penelitian.
Penelitian ini difokuskan pada hidrokarbon
aromatik polisiklik (polycyclic aromatic hydrocarbons, PAH), polusi
udara beracun yang disebabkan oleh emisi kendaraan, pembakaran batu
bara, dan merokok, lapor kantor berita Xinhua.
PAH dapat melewati plasenta dan
mempengaruhi anak dan otak hewan percobaan yang belum lahir, sebagai
paparan pralahir yang dapat mengganggu perilaku dan pembelajaran, kata
peneliti dari Rumah Sakit Anak Los Angeles (CHLA) dan Columbia
University.
Untuk menguji efek dari paparan PAH pada
struktur otak, para peneliti melakukan studi pencitraan yang melibatkan
40 anak usia sekolah perkotaan di New York City. Anak-anak itu keturunan
Latin atau Afrika Amerika.
Anak-anak diamati dari sebelum lahir
sampai tujuh sampai sembilan tahun dan ibu mereka dilakukan pemantauan
PAH pranatal (saat kehamilan) dan menjawab kuesioner pranatal.
“Temuan kami menunjukkan bahwa PAH adalah
kontributor bagi penyimpangan hiperaktif dan kurangnya kemampuan
perhatian (attention deficit hyperactivity disorder, ADHD) dan masalah
perilaku lainnya karena efek mengganggu polutan pada perkembangan otak
awal,” kata peneliti utama Bradley Peterson, Direktur Institute untuk
Pengembangan Pemikiran di CHLA.
Penelitian ini menemukan hubungan yang
kuat antara peningkatan paparan PAH pranatal dan pengurangan hampir
seluruh permukaan materi putih otak kiri.
Berkurangnya permukaan materi putih di
sisi kiri otak dikaitkan dengan proses yang lebih lambat dari kecerdasan
untuk pemrosesan informasi dan masalah perilaku lain yang lebih parah,
termasuk ADHD dan agresi.
Peterson mencatat bahwa temuan penelitian
ini terbatas pada populasi minoritas dengan tingkat kemiskinan yang
tinggi dan pencapaian pendidikan yang rendah, dan mungkin tidak
menggeneralisasi untuk populasi lain, meskipun populasi minoritas miskin
di perkotaan tidak seluruhnya terkena polusi udara.
Sebagai awal penelitian ini masih
terbatas, para peneliti sedang melakukan studi yang jauh lebih besar
untuk mengkonfirmasi dan memperluas temuan mereka.
“Temuan kami meningkatkan kekhawatiran
penting tentang efek polusi udara pada perkembangan otak pada anak-anak,
dan konsekuensi dari efek-efek otak pada kognisi dan perilaku,” kata
Peterson.
“Jika dikonfirmasi, temuan kami memiliki
implikasi kesehatan publik yang penting mengingat dampak polusi udara
PAH pada masyarakat umum.”
Para peneliti Columbia sebelumnya
melaporkan bahwa paparan udara PAH selama kehamilan dalam kelompok ini
dikaitkan dengan beberapa gangguan perkembangan saraf, termasuk
pelambatan perkembangan anak usia tiga tahun, berkurangnya IQ lisan pada
usia lima tahun, dan gejala kecemasan dan depresi pada usia tujuh
tahun.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry AS, kemudian dilansir New Straits Times, Kamis (26/3/2015).*
Kamis, 26 Februari 2015
Kegiatan Melamun Memperburuk Kondisi Mental
Studi terbaru dalam
Journal of Gerontology: Psychological Sciences, memperlihatkan, melamun
sembari berpikir masalah itu selesai dengan sendirinya, justru dapat
membuat perasaan lebih buruk di hari berikutnya.
Para peneliti sampai pada kesimpulan ini, setelah mengamati 43 orang dewasa yang kebanyakan perempuan, berusia 60 dan 96 tahun.
Mereka lalu meminta para partisipan ini
mengisi catatan harian selama sembilan hari. Catatan ini memuat riwayat
perasaan, kesehatan fisik, stres yang mereka prediksi di masa depan, dan
bagaimana cara mereka bersiap menghadapinya.
Para peneliti lalu mengkategorikan
penyelesaian masalah dalam empat mekanisme koping, yakni aktif berpikir
mengapa masalah terjadi, berpikir langkah-langkah yang dibutuhkan
sebagai solusi masalah, diam saja, dan berbuat melamun sambil berpikir
masalah akan selesai sendirinya.
Hasil penelitian memperlihatkan, perilaku orang-orang mengatasi stres berubah tergantung konteks stres yang dihadapinya.
“Temuan ini memberi tahu kita bahwa satu
orang bisa menggunakan beberapa mekanisme koping dari waktu ke waktu,”
kata asisten profesor psikologi dari North Carolina State University,
Shevaun Neupert seperti dilansir LiveScience.
Di samping itu, hal yang tak kalah
penting, hasil penelitian menunjukkan, partisipan yang melamun dan diam
saat mengalami stres, berada dalam kondisi perasaan yang lebih buruk.
Mereka juga dilaporkan mengalami masalah kesehatan yang lebih banyak keesokan harinya.
Sementara itu, orang yang berpikir mengapa
stres terjadi dan mencari solusi atas masalah, tampaknya tidak
berpengaruh pada keburukan kondisi mental dan fisik di hari berikutnya.
Para peneliti menekankan, hasil studi ini
merupakan temuan awal yang mengisyaratkan penelitian lebih lanjut untuk
menemukan strategi yang lebih baik dalam menghadapi masalah.
“Semakin kita mengerti apa yang sebenarnya
terjadi, maka kita akan lebih baik membantu orang menangani stres yang
muncul dalam hidup mereka,” pungkas Neupert, seperti dilansir LiveScience.*
Senin, 09 Februari 2015
Mempertajam Otak Dapat Menangkal Demensia
Usia tua sering dikaitkan
dengan kepikunan, namun ada sejumlah individu tertentu berusia di atas
80 tahun yang berhasil mempertahankan memori dengan akurat secara luar
biasa. Tim ilmuwan menunjukkan, otak mereka yang unik bisa mendorong
strategi untuk menangkal demensia.
Disebut Cognitive SuperAgers, para lansia
ini memiliki karakteristik otak yang tidak biasa, mencakup wilayah
kortikal lebih tebal. Dalam arti memiliki sejumlah neorun substansial
–disebut von Economo — terkait dengan kecerdasan sosial tinggi dan kusut
lebih sedikit.
Kekusutan, menurut Asosiasi Alzheimer
berbasis di AS, terbentuk di dalam sel-sel saraf otak. Kondisi ini bisa
mengganggu proses pengiriman pesan, dan merupakan penanda utama dari
penyakit Alzheimer.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam
jurnal Neuroscience, tim peneliti meneliti otak post-mortem dari 31
SuperAgers dengan menggunakan teknolgi magnetic resonance imaging (MRI).
Korteks SuperAgers lebih tebal
dibandingkan dengan 21 peserta lansia lainnya yang memiliki kinerja
kognitif normal. Korteks SuperAgers juga lebih besar dibanding 18 lansia
berusia 50 dan 60 tahun.
Korteks anterior cingulate berhubungan
secara tidak langsung dengan memori yang mempengaruhi fungsi eksekutif,
resolusi konflik, motivasi, dan ketekunan.
Lima dari otak SuperAgers memiliki
kekusutan sekitar 87 persen lebih sedikit dibanding rekan-rekan mereka
dan 92 persen lebih sedikit dibandingkan mereka yang mulai mengalami
proses kerusakan.
Neuron para SuperAgers von Economo memiliki sekitar 3-5 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol.
“Mengidentifikasi faktor-faktor yang
berkontribusi terhadap SuperAgers dengan kapasitas memori yang tidak
sebagaimana biasa, memungkinkan kami menemukan strategi membantu
pertumbuhan secara normal populasi para lansia yang dapat mempertahankan
fungsi kognitif, serta menemukan petunjuk terapi masa depan guna
mengobati demensia tertentu,” kata peneliti Tamar Gefen, kandidat doktor
neuropsikologi klinis di Feinberg, sebagaimana dilansir AFP.*
Minggu, 01 Februari 2015
Tidur Teratur Membantu Anak Mendapatkan Kualitas Tidur
Kebiasaan tidur dan
bangun secara teratur dalam rumah tangga, tidak hanya membantu anak-anak
mendapatkan kualitas tidur yang baik, juga memungkinkan mereka
mendapatkan durasi tidur yang sesuai dengan usia, kata penelitian yang
dilakukan di Pennsylvania State University di Amerika Serikat.
Asupan kafein yang terbatas, waktu tidur
teratur, dan mengurangi interaksi dengan gizmos teknologi (seperti
gadget) di malam hari adalah semua aspek yang mengarah pada kualitas dan
durasi tidur lebih baik, sebut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal
Sleep Health.
Tim peneliti meneliti kebiasaan tidur
terhadap 1.103 orang tua atau wali dari anak-anak antara usia 6 dan 17
tahun di Amerika Serikat.
Partisipan — yang 54 persen adalah
perempuan– diwawancarai melalui Internet. Mayoritas dari mereka memahami
pentingnya tidur, namun sejumlah 90 persen dari anak-anak mereka tidak
tidur, sebagaimana jam tidur dari kelompok yang direkomendasikan.
Para peneliti menentukan perkiraan
konservatif bahwa anak-anak antara usia enam dan 11 harus tidur sembilan
jam per malam dan orang-orang yang berusia antara 12 dan 17 harus
mendapatkan setidaknya delapan jam memejamkan mata per malam.
Dalam banyak kasus ditemukan, terdapat
gangguan teknologi di kamar tidur dan kurangnya perhatian terhadap
konsumsi kafein pada anak.
“Kami sebelumnya telah menunjukkan efek
negatif atas adanya cahaya dari teknologi (gadget) sebelum tidur, dan
sekarang dalam penelitian ini kita melihat bagaimana orang tua yang
mengatur penggunaan teknologi secara rutin dapat mempengaruhi kuantitas
dan kualitas tidur anak-anak mereka,” kata pendamping penelitian,
Anne-Marie Chang, asisten profesor kesehatan biobehavioral di Penn
State.
Rekan Chang, Orfeu Buxton, menyebutkan,
jadwal yang sibuk membuat anak-anak dan orang tua sulit mendapatkan
(waktu) tidur yang cukup, namun keluarga tetap harus menjalankan ritme
yang baik di dalam rumah tangga.*
Senin, 26 Januari 2015
Minum Empat Cangkir Kopi Dapat Lindungi dari Kanker Kulit
Minum empat cangkir kopi
sehari dapat melindungi dari melanoma ganas, satu jenis kanker kulit
mematikan, demikian penelitian baru menyebutkan.
Orang yang menjadi obyek penelitian dan
minum empat atau lebih cangkir kopi setiap hari, 20 persen lebih kecil
kemungkinannya terkena melanoma ganas dibandingkan bukan peminum kopi,
kata para peneliti.
“Hasil penelitian kami, dan beberapa dari
studi baru lainnya, memberikan jaminan kepada konsumen kopi bahwa minum
kopi bukanlah sesuatu yang berisiko,” kata peneliti Erikka Loftfield,
seorang mahasiswa doktor di Yale School of Public Health. Ia juga
pekerja di National Cancer Institute.
“Namun, hasil kami tidak merekomendasikan bahwa peminum kopi harus mengubah asupan kopinya,” kata Loftfield kepada Live Science.
Loftfield dan timnya menggunakan data dari
studi jangka lama yang dilakukan National Institutes of Health bersama
American Association of Retired Persons, dengan mengamati 447.357
pensiunan selama lebih dari 10 tahun.
Pada akhirnya, dalam kelompok ini, ada
2.904 kasus melanoma ganas (kanker yang menyebar di luar lapisan atas
kulit), dan 1.874 kasus tahap awal melanoma, yang masih hanya pada
lapisan atas kulit.
Responden menyebutkan tingkat konsumsi
kopi mereka, serta faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi risiko
kanker, seperti olahraga, asupan alkohol dan indeks massa tubuh.
Untuk memperkirakan paparan sinar Ultra
Violet, para peneliti menggunakan data NASA untuk memperhatikan jumlah
sinar matahari di kota masing-masing responden.
Setelah peneliti mengontrol faktor-faktor
lain, minum kopi ternyata menjadi semacam anugerah: ada 55,9 kasus
melanoma tahunan per 100.000 orang di antara mereka yang minum
setidaknya empat cangkir sehari, dibandingkan 77,64 kasus per tahun per
100.000 orang di antara orang-orang yang tidak minum kopi.
Penelitian hanya mengamati konsumsi kopi
berkafein, bukan tanpa kafein. Ada kemungkinan kafein itu sendiri bisa
menjadi faktor protektif. Tapi juga bisa bersama beberapa senyawa lain
yang ada dalam kopi berkafein yang melindungi terhadap melanoma ganas,
dibanding tanpa kafein, kata para peneliti.
Studi ini dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute.*
Minggu, 18 Januari 2015
Kenapa Menurut Rasulullah , Tidur Harus Berbaring di Lambung Kanan?
Hadits dari Barra bin ‘Azib ra : Rasulullah SAW bersabda yang
artinya “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti
wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di
lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini mengajarkan kepada umat Islam agar berbaring dilambung
kanan. Pada saat itu tak ada yang mengetahui apa alasan dibalik sunah
tersebut, tetapi kini melalui penelitian yang panjang para ilmuwan
berhasil mengungkapkan rahasia di balik anjuran tersebut. Dan berikut
ini akan dijelaskan rahasia dari berbagai posisi tidur.
Tidur Dengan Tengkurap
Dr. Zafir al-Attar berkata “Seseorang yang tidur dengan cara
tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami
kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah
dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat
bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan
oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.”
Peneliti dari Australia telah menyatakan bahwa terjadi peningkatan
kematian pada anak-anak sebesar tiga kali lipat saat mereka tidur
tengkurap dibandingkan jika mereka tidur dengan posisi menyamping.
Sedangkan Majalah “Times” mempublikasikan hasil sebuah penelitian di
Inggris yang menunjukan peningkatan tingkat kematian mendadak pada
anak-anak yang tidur tengkurap.
Fakta-fakta tersebut sejalan dengan apa yang diajarkan dalam Islam,
sebagaimana Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW
bahwa beliau pernah melihat seorang pria yang sedang tidur dengan posisi
tengkurap, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya ini adalah cara
berbaring yang dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya.” (HR Tirimizi dan
Ahmad-hasan lighairihi)
Tidur Terlentang
Dr. Zafir al-Attar menjelaskan bahwa saat seseorang tidur dengan
cara terlentang, maka hal ini akan menyebabkan orang tersebut bernafas
melalui mulutnya. Hal ini disebabkan karena pada saat kita tidur
terlentang maka mulut kita akan terbuka, dikarenakan meregangnya rahang
bawah.
Manusia harusnya bernafas melalui hidung, bukan mulut. Hal ini
dikarenakan pada hidung terdapat bulu-bulu halus dan lendir yang dapat
menyaring kotoran yang ikut terhisap bersama udara yang kita hirup.
Bernafas melalui mulut merupakan salah satu penyebab seseorang rawan
terkena flu. Selain itu bernafas lewat mulut akan menyebabkan keringnya
rongga mullut sehingga dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada
gusi.
Tidur Dengan Menyamping Ke Kiri
Tidur miring ke kiri ternyata jugalah tidak baik untuk kesehatan,
terutama organ jantung. Hal ini dikarenakan saat kita tidur pada posisi
ini, maka paru-paru sebelah kanan, yang berukuran besar, akan menekan
kearah paru-paru. Hal ini akan berpengaruh kepada kinerja jantung,
terutama kepada orang yang berusia lanjut.
Tidur Dengan Menyamping Ke Kanan
Inilah posisi tidur terbaik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Pada saat kita tidur dalam posisi ini jantung hanya akan terbebani oleh
paru-paru kiri yang berukuran kecil. Selain itu tidur dengan cara ini
akan menenpatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu posisi ini
juga sangat baik bagi pencernaan, penelitian menunjukkan saat kita tidur
dengan menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam
2,5 sampai 4,5 jam. Sedangkan dalam posisi tidur yang lain makanan baru
akan selesai dicerna setelah 5 sampai 8 jam.
Hubungan Suami-Istri Tingkatkan Fungsi Intelektual
Barangkali ini perlu
diperhatikan pasangan suami-istri. Aktivitas bercinta terbukti sangat
meningkatkan penciptaan neuron baru yang terletak di dalam hippocampus
–daerah otak yang bertanggung jawab untuk pembentukan memori jangka
panjang.
“Kami menemukan, meskipun neuron baru
telah diproduksi, kemampuan kognitif yang diperoleh selama percobaan
menjadi menurun setelah tikus yang menjadi obyek penelitian tidak
melakukan aktivitas seksual dalam jangka waktu lama,” kata peneliti dari
University of Maryland di AS, seperti dikutip Free Malaysia Today, Rabu (14/1/2015).
Aktivitas seksual menyebabkan oksigen di sel-sel otak pada individu meningkat, kata peneliti.
Studi lain yang dilakukan Konkuk University di Seoul, Korea Selatan, telah memberikan bukti lebih lanjut secara substansial.
Menurut studi di Korea tersebut, seks meningkatkan fungsi intelektual.
Aktivitas seksual mendorong penciptaan
neuron di wilayah hippocampus di otak, yang bertindak melawan fungsi
merugikan yang disebabkan oleh stres ekstrim.
Pasangan lebih tua yang aktif secara seksual memiliki peluang kurang mendapatkan demensia, kata laporan yang dimuat di majalah Glamour.*
Senin, 12 Januari 2015
Orang Optimistis Miliki Kardiovaskular Lebih Sehat
Orang yang memiliki pandangan optimis dalam hidupnya memiliki kesehatan kardiovaskular lebih baik secara signifikan.
“Individu yang level optimisme tertinggi,
dua kali lebih sehat jantungnya, dibandingkan mereka yang pesimistis.
Hubungan ini signifikan pada karakteristik sosio-demografi dan k, berdasarkan hasil tes medis. Pada akhir penelitian, peneliti menjumlahkan semua hasil pemeriksaan partisipan.
Hasil penelitian menunjukkan, total angka
kesehatan individu meningkat seiring naiknya level optimisme. Mereka
yang paling optimis, 50 dan 76 persen lebih cenderung memiliki angka
total kesehatan yang bagus, atau ideal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Health Behavior and Policy
itu juga memperlihatkan, hubungan antara optimisme dan kesehatan
kardiovaskular lebih kuat terjadi saat karakteristik sosio-demografi,
misalnya usia, ras dan etnis, pendapatan serta status pendidikan
dimasukkan menjadi faktornya.
Orang yang optimis memiliki kadar gula
darah dan kolesterol lebih baik secara signifikan dibandingkan mereka
yang pesimis. Mereka juga lebih aktif secara fisik, memiliki indeks
massa tubuh, dan relatif jarang merokok.
“Temuan ini menunjukkan, strategi yang
menargetkan modifikasi kesejahteraan psikologis –misalnya optimisme–
mungkin sangat potensial untuk meningkatkan kesehatan jantung masyarakat
Amerika sebanyak 20 persen sebelum 2020,” kata Hernandez, demikian
seperti dilansir eurekalert.org.*
Senin, 22 Desember 2014
Khasiat mengejutkan dari bawang merah
Siapa yang
tak mengenal bumbu masakan yang satu ini? Tanpa bawang merah, masakan terasa
hambar. Bawang merah merupakan salah satu bahan penting dalam dunia kuliner.
Tapi siapa sangka bahwa dalam setiap lapis bawang merah ini ternyata memiliki
khasiat yang mengagumkan untuk kesehatan. Berikut beberapa khasiat bawang merah
untuk kesehatan tubuh:
1. Anti
virus, bakteri dan baik untuk diabetes
Bawang merah
mengandung anti-oksidan, mineral, vitamin. Bawang merah juga memiliki sifat
anti-virus, anti-bakteri, dan anti-jamur. Bawang merah menjadi obat yang
berguna untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.
2.
Mengurangi kolesterol
Allicin
dalam bawang merah dapat berguna untuk mengurangi produksi kolesterol. Allicin
dalam bawang merah sangat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Bawang
merah rendah kalori dan banyak nutrisi. Jika Anda sedang diet, Anda dapat
menambahkan bawang merah untuk menikmati rasa lezatnya makanan, tanpa menumpuk
kalori.
3. Mengatasi
cacingan
Bawang merah
sangat baik bagi pencernaan serta mengatasi sembelit. Bawang merah efektif pula
dalam menyembuhkan cacingan dan mengobati sakit perut.
4. Mencegah
kanker
Bawang merah
segar segar mengandung vitamin A, yang merupakan antioksidan efektif mengurangi
resiko kanker rongga mulut dan mencegah perkembangannya. Bawang merah sangat
membantu dalam mencegah kanker hati dan menghancurkan sel-sel kanker.
5. Mengatasi
sengatan serangga
Untuk
mengobati sengatan serangga, gosok daerah yang terkena dengan bawang merah yang
dihaluskan untuk meredakan rasa sakit. Bawang merah mengatasi gigitan nyamuk,
sengatan lebah atau tawon.
6. Baik
untuk kekebalan tubuh
Campur jus
bawang merah dengan madu dan konsumsi satu sendok teh campuran ini tiga kali
sehari. Ini efektif mengatasi bronkitis, influenza, pilek, batuk dan sakit
tenggorokan. Termasuk membantu mencairkan dahak.
7.
Menghilangkan racun
Goreng empat
potong irisan bawang merah. Makan selama 14 hari untuk membantu hati dalam
menghilangkan racun dari tubuh.
8. Baik
untuk kesehatan gigi
Mengunyah
bawang merah selama 3 menit setiap hari di pagi hari akan menghancurkan bakteri
pada gigi Anda.
9. Baik
untuk rambut dan obat memar
Gosok jus
bawang merah setiap hari pada kulit kepala Anda untuk membantu pertumbuhan
rambut dan mengatasi ketombe. Anda juga dapat menggunakan bawang merah untuk
memar. Jika punya problem bisul, minumlah jus bawang merah dicampur atau
wortel.
10.
Memperlambat pikun
Selain
membantu fungsi kerja otak dan efektif bagi penderita alzheimer, bawang merah
juga dapat mengurangi resiko osteoporosis hingga 20 persen, sekaligus membantu
ahgar kulit tetap cantik.
11. Baik
bagi penglihatan
Jus bawang
merah meningkatkan daya penglihatan. Bawang merah kaya akan sulfur, sistein,
dan lesitin yang melindungi mata Anda dari pembentukan katarak.
Beberapa alasan kenapa anak-anak harus dijauhkan dari gadget
Dengan
perkembangan teknologi modern, anak-anak sekarang memberi perhatian lebih
terhadap perangkat elektronik. Sekarang, orang tua juga merasa cukup mudah
untuk memberikan mereka gadget untuk membuat mereka bisa duduk dengan tenang,
dan tidak keluyuran kemana-mana.
Anak-anak
sebelumnya tidak seperti anak-anak sekarang. Mereka dulu menghabiskan sebagian
besar waktunya bersama dengan orang tua mereka dan juga anggota keluarga
lainnya. Banyak dari mereka juga terlibat dalam berbagai jenis olahraga. Tetapi
sekarang, banyak orang tua yang tidak memiliki cukup waktu untuk bersama dengan
anak-anak mereka, dan anak-anakpun begitu.
Generasi
baru sekarang bisa disebut sebagai ‘generasi multimedia’. Mereka menghabiskan
sebagian besar waktunya dalam sehari dengan iPod, ponsel, TV, video game dan
teknologi gadget lainnya.
Sebuah riset
yang dilakukan American Academy of Pediatrics dan Canadian Society of
Pediatrics state menemukan sejumlah dampak buruk teknologi terhadap
anak-anak. Ini merupakan peringatan bagi para orang tua.
1.
Pertumbuhan Otak
Otak akan
berkembang pada bayi berusia 0 bulan sampai 2 tahun. Perkembangan otak, salah
satunya ditentukan oleh rangsangan lingkungan. Balita yang otaknya terlalu di
ekspos dengan gadget (ponsel, Internet, iPads dan TV) akan mengalami penundaan
kognitif, peningkatan impulsif dan penurunan kemampuan untuk mengatur diri
sendiri.
2. Tidak
Fokus
Anak-anak
berusia dibawah 12 tahun yang sudah menggunakan teknologi bisa terhambat
tumbuh-kembangnya, termasuk kemampuan untuk memperhatikan sehingga bisa
berdampak pada prestasi akademiknya.
3. Penyebab
Obesitas
Anak-anak
yang diperbolehkan nonton televisi dan main Video game dalam kamar tidur,
membuat mereka berpotensi 30 persen terkena obesitas karena kurang gerak.
Anak-anak dengan obesitas tentu akan membuat mereka lebih rentan terkena stroke
dan serangan jantung serta memperpendek harapan hidup.
4. Kurang
Tidur
Lewat
penelitian, diketahui pula sekitar 60 persen orang tua tidak mengawasi
anak-anaknya saat menggunakan gadget. Sebanyak 70 persen bahkan membolehkan
anak-anak membawa gadget ke kamar tidur, padahal diketahui sebanyak 75 persen
anak-anak berusia 9 tahun hingga 10 tahun mengalami kurang tidur hingga
berdampak pada nilai-nilai akademik mereka lantaran terlalu asyik bermain
gadget di kamar.
5. Gangguan
Mental
Segala
sesuatu yang berlebihan memang tak baik, begitu juga saat berinteraksi dengan
gadget. Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak bisa menyebabkan naiknya
tingkat depresi anak, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar,
psikosis dan perilaku anak bermasalah.
6. Menjadi
Agresif
Konten-konten
televisi berisi kekerasan bisa memberikan dampak buruk pada anak-anak. Tayangan
yang menampilkan aksi kekerasan, seks, pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan
mutilasi bisa menimbulkan dampak kausal pada agresi anak, dimana anak bisa
menunjukkan perilaku agresif yang tidak terkendali.
7. Demensia
Digital
Konten media
kecepatan tinggi dapat membuat defisit perhatian, konsentrasi dan daya ingat
menurun karena saraf neuronal ke otak terpotong. Walhasil, anak yang tidak bisa
memperhatikan, maka tidak bisa belajar.
8. Emisi
Radiasi
Pada Mei
2011, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan telepon selular
sebagai Gadget dengan kategori risiko 2B (possible carcinogen) karena radiasi
emisi yang ditimbulkannya. James McNamee, ahli kesehatan dari Health Canada
pada Oktober 2011 memperingatkan bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling
sensitif dibanding orang dewasa karena sistem otak dan kekebalannya masih
berkembang.
9. Kecanduan
Ketika orang
tua lebih tertarik kepada teknologi, mereka bisa mengabaikan anak. Itu pula
yang terjadi pada anak saat mereka mulai kecanduan gadget. Riset menemukan,
satu dari 11 anak berusia 8 tahun hingga 18 tahun kedapatan kecanduan gadget.
Langganan:
Postingan (Atom)


