Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2016

Ternyata ‘Mereka’ Ikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW

Licik  sungguh yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan medianya untuk membuat opini yang berbeda dengan manfaatnya. Mereka menganjurkan dengan produk dan advertorialnya dan menyuruh kita minum susu sapi bubuk buatan mereka, tapi mereka sendiri minum susu kambing, mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW.
Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikuti saja rayuan orang yahudi itu tapi ternyata mereka mengikuti apa yang nabi kita makan dan minum.
“Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama. Mereka   telah berputus asa untuk menyesatkan umat bertauhid  dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kita tidak mengikutnya dalam perkara-perkara kecil”
Antara ‘Isu’ yang  mereka gembar gemborkan dan telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita, beberapa hal kecil  yang mereka anggap berhasil dikalangan umat Islam adalah sebagai berikut :
1. Kita diajar dalam buku biologi, dalam buku gizi makanan (kajian dan terbitan dari ilmuan barat) bahwa kalau ingin dapatkan vitamin B dan kalau ingin tambah darah kita sebaiknya banyak memakan hati hewan dan hati ayam . Tetapi sebenarnya Nabi kita tidak pernah menganjurkan  memakan organ dalam. Apakah kita ingin ikuti apa yang dianjurkan  orang barat yang tidak beriman atau  mengikuti ajaran Nabi kita? . Tahukah sebenarnya makan hati hewan/ayam dampaknya bisa  melembabkan otak kita sebab hati merupakan organ dimana semua toksin/racun akan dikumpulkan dan dinetralkan. Jadi, kepekatan toksin/racun berkadar tinggi ada di hati hewan/ayam tersebut. Bila kita konsumsi hati tersebut otomatis kita konsumsi juga toksinnya maka dampaknya lembablah otak umat Islam sebab begitu percayanya dengan  buku sains keluaran barat kafir ini.
2. Kita diajarkan dalam sains bahwa kopi tidak bagus untuk kesehatan. Namun sebenarnya kopi adalah salah satu minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Coba lihat orang orang Yahudi, mereka penggemar minum kopi. Profesor di UK , terutama yang Yahudi, dihadapannya selalu ada segelas kopi di tangan mereka.
3. Kita diajar jangan terlalu banyak memakan kambing karena tingginya kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ingin merendahkan makanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling rendah kolesterol.
4. Kita diajar bahawa makan Fast Food  adalah bagus, cepat dan instan,  namun sebenarnya Fast Food asal AS adalah makanan yang sangat tinggi kandungan MSG dan kolesterolnya serta paling banyak lemak jenuhnya.
5. Para kafir ini juga menggalakkan dan mengiklankan bahwa  minum dan makan makanan yang instan dan dibuat kesan modern , contohnya minuman soda berbagai merk . Minuman soda itu sangatlah beracun dan sangat tidak bagus untuk kesehatan (gula tinggi, berasam, pH dalam lingkungan 3.5, ada racun tersembunyi di kandungannya) . Dan kita ketagihan dengan makanan dan minumaan tersebut.
http://www.eramuslim.com/konsultasi/lifestyle/ternyata-mereka-ikuti-sunnah-nabi-muhammad-saw.htm#.V6m0kXSol_k

Kamis, 02 April 2015

Konsumsi Sayuran dan Telur Tingkatkan Penyerapan Karotenoid

Mengkonsumsi telur bersamaan dengan sayuran mentah menambah penyerapan karotenoid.
“Warga Amerika kurang mengkonsumsi sayuran. Dengan ini, kami berupaya meningkatkan nilai nutrisi sayuran, sekaligus mengambil keuntungan dari kuning telur,” kata ahli ilmu gizi dari Purdue University Wayne Campbell, dikutip dari laman sciencedaily.
Campbell dan rekannya mengadakan studi untuk melihat efek konsumsi telur terhadap penyerapan karotenoid dari salad sayuran mentah.
Dalam studi itu 16 pemuda yang sehat diminta memakan tiga versi salad: tanpa telur, dengan setengah telur orak-arik, dan tiga telur orak-arik.
Mereka yang makan jumlah telur terbanyak dengan salad berisi tomat, wortel parut, bayam, selada, dan goji berry menyerap karotenoid lebih banyak 3-9 kali.
Karotenoid yang terkandung di salad itu antara laim beta-karoten, alpha-karoten, likopen, lutein, dan zeaxanthin. Dua terakhir juga ditemukan di kuning telur.
“Lain kali, bila makan salad, tambahkan telur matang ke sayuran mentah,” kata Campbell.
“Tidak hanya lutein dan zeaxanthin yang ada di telur, tapi nilai sayuran juga bertambah,” tambah dia.
Penelitian ini bermula dari studi mereka sebelumnya yang menunjukkan bahwa menambah minyak tertentu ke salad sayuran mentah akan menambah penyerapan karotenoid.
Menurut Campbell, manfaat ini dapat dirasakan oleh semua orang dari segala usia.
Ia dan timnya berencana mengembangkan penelitian untuk melihat efeknya terhadap nutrisi yang larut lemak, termasuk vitamin D dan E.*

Kamis, 26 Maret 2015

Polusi Udara Hambat Perkembangan Otak pada Janin

Pengaruh paparan polusi udara terhadap rahim, bisa menimbulkan dampak buruk bagi otak anak-anak dan berkontribusi terhadap kelambatan proses dan masalah perilaku, kata satu penelitian.
Penelitian ini difokuskan pada hidrokarbon aromatik polisiklik (polycyclic aromatic hydrocarbons, PAH), polusi udara beracun yang disebabkan oleh emisi kendaraan, pembakaran batu bara, dan merokok, lapor kantor berita Xinhua.
PAH dapat melewati plasenta dan mempengaruhi anak dan otak hewan percobaan yang belum lahir, sebagai paparan pralahir yang dapat mengganggu perilaku dan pembelajaran, kata peneliti dari Rumah Sakit Anak Los Angeles (CHLA) dan Columbia University.
Untuk menguji efek dari paparan PAH pada struktur otak, para peneliti melakukan studi pencitraan yang melibatkan 40 anak usia sekolah perkotaan di New York City. Anak-anak itu keturunan Latin atau Afrika Amerika.
Anak-anak diamati dari sebelum lahir sampai tujuh sampai sembilan tahun dan ibu mereka dilakukan pemantauan PAH pranatal (saat kehamilan) dan menjawab kuesioner pranatal.
“Temuan kami menunjukkan bahwa PAH adalah kontributor bagi penyimpangan hiperaktif dan kurangnya kemampuan perhatian (attention deficit hyperactivity disorder, ADHD) dan masalah perilaku lainnya karena efek mengganggu polutan pada perkembangan otak awal,” kata peneliti utama Bradley Peterson, Direktur Institute untuk Pengembangan Pemikiran di CHLA.
Penelitian ini menemukan hubungan yang kuat antara peningkatan paparan PAH pranatal dan pengurangan hampir seluruh permukaan materi putih otak kiri.
Berkurangnya permukaan materi putih di sisi kiri otak dikaitkan dengan proses yang lebih lambat dari kecerdasan untuk pemrosesan informasi dan masalah perilaku lain yang lebih parah, termasuk ADHD dan agresi.
Peterson mencatat bahwa temuan penelitian ini terbatas pada populasi minoritas dengan tingkat kemiskinan yang tinggi dan pencapaian pendidikan yang rendah, dan mungkin tidak menggeneralisasi untuk populasi lain, meskipun populasi minoritas miskin di perkotaan tidak seluruhnya terkena polusi udara.
Sebagai awal penelitian ini masih terbatas, para peneliti sedang melakukan studi yang jauh lebih besar untuk mengkonfirmasi dan memperluas temuan mereka.
“Temuan kami meningkatkan kekhawatiran penting tentang efek polusi udara pada perkembangan otak pada anak-anak, dan konsekuensi dari efek-efek otak pada kognisi dan perilaku,” kata Peterson.
“Jika dikonfirmasi, temuan kami memiliki implikasi kesehatan publik yang penting mengingat dampak polusi udara PAH pada masyarakat umum.”
Para peneliti Columbia sebelumnya melaporkan bahwa paparan udara PAH selama kehamilan dalam kelompok ini dikaitkan dengan beberapa gangguan perkembangan saraf, termasuk pelambatan perkembangan anak usia tiga tahun, berkurangnya IQ lisan pada usia lima tahun, dan gejala kecemasan dan depresi pada usia tujuh tahun.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry AS, kemudian dilansir New Straits Times, Kamis (26/3/2015).*

Kamis, 26 Februari 2015

Kegiatan Melamun Memperburuk Kondisi Mental

Studi terbaru dalam Journal of Gerontology: Psychological Sciences, memperlihatkan, melamun sembari berpikir masalah itu selesai dengan sendirinya, justru dapat membuat perasaan lebih buruk di hari berikutnya.
Para peneliti sampai pada kesimpulan ini, setelah mengamati 43 orang dewasa yang kebanyakan perempuan, berusia 60 dan 96 tahun.
Mereka lalu meminta para partisipan ini mengisi catatan harian selama sembilan hari. Catatan ini memuat riwayat perasaan, kesehatan fisik, stres yang mereka prediksi di masa depan, dan bagaimana cara mereka bersiap menghadapinya.
Para peneliti lalu mengkategorikan penyelesaian masalah dalam empat mekanisme koping, yakni aktif berpikir mengapa masalah terjadi, berpikir langkah-langkah yang dibutuhkan sebagai solusi masalah, diam saja, dan berbuat melamun sambil berpikir masalah akan selesai sendirinya.
Hasil penelitian memperlihatkan, perilaku orang-orang mengatasi stres berubah tergantung konteks stres yang dihadapinya.
“Temuan ini memberi tahu kita bahwa satu orang bisa menggunakan beberapa mekanisme koping dari waktu ke waktu,” kata asisten profesor psikologi dari North Carolina State University, Shevaun Neupert seperti dilansir LiveScience.
Di samping itu, hal yang tak kalah penting, hasil penelitian menunjukkan, partisipan yang melamun dan diam saat mengalami stres, berada dalam kondisi perasaan yang lebih buruk.
Mereka juga dilaporkan mengalami masalah kesehatan yang lebih banyak keesokan harinya.
Sementara itu, orang yang berpikir mengapa stres terjadi dan mencari solusi atas masalah, tampaknya tidak berpengaruh pada keburukan kondisi mental dan fisik di hari berikutnya.
Para peneliti menekankan, hasil studi ini merupakan temuan awal yang mengisyaratkan penelitian lebih lanjut untuk menemukan strategi yang lebih baik dalam menghadapi masalah.
“Semakin kita mengerti apa yang sebenarnya terjadi, maka kita akan lebih baik membantu orang menangani stres yang muncul dalam hidup mereka,” pungkas Neupert, seperti dilansir LiveScience.*

Senin, 09 Februari 2015

Mempertajam Otak Dapat Menangkal Demensia

Usia tua sering dikaitkan dengan kepikunan, namun ada sejumlah individu tertentu berusia di atas 80 tahun yang berhasil mempertahankan memori dengan akurat secara luar biasa. Tim ilmuwan menunjukkan, otak mereka yang unik bisa mendorong strategi untuk menangkal demensia.
Disebut Cognitive SuperAgers, para lansia ini memiliki karakteristik otak yang tidak biasa, mencakup wilayah kortikal lebih tebal. Dalam arti memiliki sejumlah neorun substansial –disebut von Economo — terkait dengan kecerdasan sosial tinggi dan kusut lebih sedikit.
Kekusutan, menurut Asosiasi Alzheimer berbasis di AS, terbentuk di dalam sel-sel saraf otak. Kondisi ini bisa mengganggu proses pengiriman pesan, dan merupakan penanda utama dari penyakit Alzheimer.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience, tim peneliti meneliti otak post-mortem dari 31 SuperAgers dengan menggunakan teknolgi magnetic resonance imaging (MRI).
Korteks SuperAgers lebih tebal dibandingkan dengan 21 peserta lansia lainnya yang memiliki kinerja kognitif normal. Korteks SuperAgers juga lebih besar dibanding 18 lansia berusia 50 dan 60 tahun.
Korteks anterior cingulate berhubungan secara tidak langsung dengan memori yang mempengaruhi fungsi eksekutif, resolusi konflik, motivasi, dan ketekunan.
Lima dari otak SuperAgers memiliki kekusutan sekitar 87 persen lebih sedikit dibanding rekan-rekan mereka dan 92 persen lebih sedikit dibandingkan mereka yang mulai mengalami proses kerusakan.
Neuron para SuperAgers von Economo memiliki sekitar 3-5 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol.
“Mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap SuperAgers dengan kapasitas memori yang tidak sebagaimana biasa, memungkinkan kami menemukan strategi membantu pertumbuhan secara normal populasi para lansia yang dapat mempertahankan fungsi kognitif, serta menemukan petunjuk terapi masa depan guna mengobati demensia tertentu,” kata peneliti Tamar Gefen, kandidat doktor neuropsikologi klinis di Feinberg, sebagaimana dilansir AFP.*

Minggu, 01 Februari 2015

Tidur Teratur Membantu Anak Mendapatkan Kualitas Tidur

Kebiasaan tidur dan bangun secara teratur dalam rumah tangga, tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan kualitas tidur yang baik, juga memungkinkan mereka mendapatkan durasi tidur yang sesuai dengan usia, kata penelitian yang dilakukan di Pennsylvania State University di Amerika Serikat.
Asupan kafein yang terbatas, waktu tidur teratur, dan mengurangi interaksi dengan gizmos teknologi (seperti gadget) di malam hari adalah semua aspek yang mengarah pada kualitas dan durasi tidur lebih baik, sebut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Health.
Tim peneliti meneliti kebiasaan tidur terhadap 1.103 orang tua atau wali dari anak-anak antara usia 6 dan 17 tahun di Amerika Serikat.
Partisipan — yang 54 persen adalah perempuan– diwawancarai melalui Internet. Mayoritas dari mereka memahami pentingnya tidur, namun sejumlah 90 persen dari anak-anak mereka tidak tidur, sebagaimana jam tidur dari kelompok yang direkomendasikan.
Para peneliti menentukan perkiraan konservatif bahwa anak-anak antara usia enam dan 11 harus tidur sembilan jam per malam dan orang-orang yang berusia antara 12 dan 17 harus mendapatkan setidaknya delapan jam memejamkan mata per malam.
Dalam banyak kasus ditemukan, terdapat gangguan teknologi di kamar tidur dan kurangnya perhatian terhadap konsumsi kafein pada anak.
“Kami sebelumnya telah menunjukkan efek negatif atas adanya cahaya dari teknologi (gadget) sebelum tidur, dan sekarang dalam penelitian ini kita melihat bagaimana orang tua yang mengatur penggunaan teknologi secara rutin dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas tidur anak-anak mereka,” kata pendamping penelitian, Anne-Marie Chang, asisten profesor kesehatan biobehavioral di Penn State.
Rekan Chang, Orfeu Buxton, menyebutkan, jadwal yang sibuk membuat anak-anak dan orang tua sulit mendapatkan (waktu) tidur yang cukup, namun keluarga tetap harus menjalankan ritme yang baik di dalam rumah tangga.*

Senin, 26 Januari 2015

Minum Empat Cangkir Kopi Dapat Lindungi dari Kanker Kulit

Minum empat cangkir kopi sehari dapat melindungi dari melanoma ganas, satu jenis kanker kulit mematikan, demikian penelitian baru menyebutkan.
Orang yang menjadi obyek penelitian dan minum empat atau lebih cangkir kopi setiap hari, 20 persen lebih kecil kemungkinannya terkena melanoma ganas dibandingkan bukan peminum kopi, kata para peneliti.
“Hasil penelitian kami, dan beberapa dari studi baru lainnya, memberikan jaminan kepada konsumen kopi bahwa minum kopi bukanlah sesuatu yang berisiko,” kata peneliti Erikka Loftfield, seorang mahasiswa doktor di Yale School of Public Health. Ia juga pekerja di National Cancer Institute.
“Namun, hasil kami tidak merekomendasikan bahwa peminum kopi harus mengubah asupan kopinya,” kata Loftfield kepada Live Science.
Loftfield dan timnya menggunakan data dari studi jangka lama yang dilakukan National Institutes of Health bersama American Association of Retired Persons, dengan mengamati 447.357 pensiunan selama lebih dari 10 tahun.
Pada akhirnya, dalam kelompok ini, ada 2.904 kasus melanoma ganas (kanker yang menyebar di luar lapisan atas kulit), dan 1.874 kasus tahap awal melanoma, yang masih hanya pada lapisan atas kulit.
Responden menyebutkan tingkat konsumsi kopi mereka, serta faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi risiko kanker, seperti olahraga, asupan alkohol dan indeks massa tubuh.
Untuk memperkirakan paparan sinar Ultra Violet, para peneliti menggunakan data NASA untuk memperhatikan jumlah sinar matahari di kota masing-masing responden.
Setelah peneliti mengontrol faktor-faktor lain, minum kopi ternyata menjadi semacam anugerah: ada 55,9 kasus melanoma tahunan per 100.000 orang di antara mereka yang minum setidaknya empat cangkir sehari, dibandingkan 77,64 kasus per tahun per 100.000 orang di antara orang-orang yang tidak minum kopi.
Penelitian hanya mengamati konsumsi kopi berkafein, bukan tanpa kafein. Ada kemungkinan kafein itu sendiri bisa menjadi faktor protektif. Tapi juga bisa bersama beberapa senyawa lain yang ada dalam kopi berkafein yang melindungi terhadap melanoma ganas, dibanding tanpa kafein, kata para peneliti.
Studi ini dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute.*

Minggu, 18 Januari 2015

Kenapa Menurut Rasulullah , Tidur Harus Berbaring di Lambung Kanan?

Hadits dari Barra bin ‘Azib ra : Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini mengajarkan kepada umat Islam agar berbaring dilambung kanan. Pada saat itu tak ada yang mengetahui apa alasan dibalik sunah tersebut, tetapi kini melalui penelitian yang panjang para ilmuwan berhasil mengungkapkan rahasia di balik anjuran tersebut. Dan berikut ini akan dijelaskan rahasia dari berbagai posisi tidur.
Tidur Dengan Tengkurap
Dr. Zafir al-Attar berkata “Seseorang yang tidur dengan cara tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.”
Peneliti dari Australia telah menyatakan bahwa terjadi peningkatan kematian pada anak-anak sebesar tiga kali lipat saat mereka tidur tengkurap dibandingkan jika mereka tidur dengan posisi menyamping. Sedangkan Majalah “Times” mempublikasikan hasil sebuah penelitian di Inggris yang menunjukan peningkatan tingkat kematian mendadak pada anak-anak yang tidur tengkurap.
Fakta-fakta tersebut sejalan dengan apa yang diajarkan dalam Islam, sebagaimana Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW bahwa beliau pernah melihat seorang pria yang sedang tidur dengan posisi tengkurap, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya.” (HR Tirimizi dan Ahmad-hasan lighairihi)
Tidur Terlentang
Dr. Zafir al-Attar menjelaskan bahwa saat seseorang tidur dengan cara terlentang, maka hal ini akan menyebabkan orang tersebut bernafas melalui mulutnya. Hal ini disebabkan karena pada saat kita tidur terlentang maka mulut kita akan terbuka, dikarenakan meregangnya rahang bawah.
Manusia harusnya bernafas melalui hidung, bukan mulut. Hal ini dikarenakan pada hidung terdapat bulu-bulu halus dan lendir yang dapat menyaring kotoran yang ikut terhisap bersama udara yang kita hirup. Bernafas melalui mulut merupakan salah satu penyebab seseorang rawan terkena flu. Selain itu bernafas lewat mulut akan menyebabkan keringnya rongga mullut sehingga dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada gusi.
Tidur Dengan Menyamping Ke Kiri
Tidur miring ke kiri ternyata jugalah tidak baik untuk kesehatan, terutama organ jantung. Hal ini dikarenakan saat kita tidur pada posisi ini, maka paru-paru sebelah kanan, yang berukuran besar, akan menekan kearah paru-paru. Hal ini akan berpengaruh kepada kinerja jantung, terutama kepada orang yang berusia lanjut.
Tidur Dengan Menyamping Ke Kanan
Inilah posisi tidur terbaik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pada saat kita tidur dalam posisi ini jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran kecil. Selain itu tidur dengan cara ini akan menenpatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu posisi ini juga sangat baik bagi pencernaan, penelitian menunjukkan saat kita tidur dengan menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam 2,5 sampai 4,5 jam. Sedangkan dalam posisi tidur yang lain makanan baru akan selesai dicerna setelah 5 sampai 8 jam.

Hubungan Suami-Istri Tingkatkan Fungsi Intelektual

Barangkali ini perlu diperhatikan pasangan suami-istri. Aktivitas bercinta terbukti sangat meningkatkan penciptaan neuron baru yang terletak di dalam hippocampus –daerah otak yang bertanggung jawab untuk pembentukan memori jangka panjang.
“Kami menemukan, meskipun neuron baru telah diproduksi, kemampuan kognitif yang diperoleh selama percobaan menjadi menurun setelah tikus yang menjadi obyek penelitian tidak melakukan aktivitas seksual dalam jangka waktu lama,” kata peneliti dari University of Maryland di AS, seperti dikutip Free Malaysia Today, Rabu (14/1/2015).
Aktivitas seksual menyebabkan oksigen di sel-sel otak pada individu meningkat, kata peneliti.
Studi lain yang dilakukan Konkuk University di Seoul, Korea Selatan, telah memberikan bukti lebih lanjut secara substansial.
Menurut studi di Korea tersebut, seks meningkatkan fungsi intelektual.
Aktivitas seksual mendorong penciptaan neuron di wilayah hippocampus di otak, yang bertindak melawan fungsi merugikan yang disebabkan oleh stres ekstrim.
Pasangan lebih tua yang aktif secara seksual memiliki peluang kurang mendapatkan demensia, kata laporan yang dimuat di majalah Glamour.*

Senin, 12 Januari 2015

Orang Optimistis Miliki Kardiovaskular Lebih Sehat

Orang yang memiliki pandangan optimis dalam hidupnya memiliki kesehatan kardiovaskular lebih baik secara signifikan.
“Individu yang level optimisme tertinggi, dua kali lebih sehat jantungnya, dibandingkan mereka yang pesimistis. Hubungan ini signifikan pada karakteristik sosio-demografi dan k, berdasarkan hasil tes medis. Pada akhir penelitian, peneliti menjumlahkan semua hasil pemeriksaan partisipan.
Hasil penelitian menunjukkan, total angka kesehatan individu meningkat seiring naiknya level optimisme. Mereka yang paling optimis, 50 dan 76 persen lebih cenderung memiliki angka total kesehatan yang bagus, atau ideal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Health Behavior and Policy itu juga memperlihatkan, hubungan antara optimisme dan kesehatan kardiovaskular lebih kuat terjadi saat karakteristik sosio-demografi, misalnya usia, ras dan etnis, pendapatan serta status pendidikan dimasukkan menjadi faktornya.
Orang yang optimis memiliki kadar gula darah dan kolesterol lebih baik secara signifikan dibandingkan mereka yang pesimis. Mereka juga lebih aktif secara fisik, memiliki indeks massa tubuh, dan relatif jarang merokok.
“Temuan ini menunjukkan, strategi yang menargetkan modifikasi kesejahteraan psikologis –misalnya optimisme– mungkin sangat potensial untuk meningkatkan kesehatan jantung masyarakat Amerika sebanyak 20 persen sebelum 2020,” kata Hernandez, demikian seperti dilansir eurekalert.org.*

Senin, 22 Desember 2014

Khasiat mengejutkan dari bawang merah



Siapa yang tak mengenal bumbu masakan yang satu ini? Tanpa bawang merah, masakan terasa hambar. Bawang merah merupakan salah satu bahan penting dalam dunia kuliner. Tapi siapa sangka bahwa dalam setiap lapis bawang merah ini ternyata memiliki khasiat yang mengagumkan untuk kesehatan. Berikut beberapa khasiat bawang merah untuk kesehatan tubuh:
1. Anti virus, bakteri dan baik untuk diabetes
Bawang merah mengandung anti-oksidan, mineral, vitamin. Bawang merah juga memiliki sifat anti-virus, anti-bakteri, dan anti-jamur. Bawang merah menjadi obat yang berguna untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.
2. Mengurangi kolesterol
Allicin dalam bawang merah dapat berguna untuk mengurangi produksi kolesterol. Allicin dalam bawang merah sangat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Bawang merah rendah kalori dan banyak nutrisi. Jika Anda sedang diet, Anda dapat menambahkan bawang merah untuk menikmati rasa lezatnya makanan, tanpa menumpuk kalori.
3. Mengatasi cacingan
Bawang merah sangat baik bagi pencernaan serta mengatasi sembelit. Bawang merah efektif pula dalam menyembuhkan cacingan dan mengobati sakit perut.
4. Mencegah kanker
Bawang merah segar segar mengandung vitamin A, yang merupakan antioksidan efektif mengurangi resiko kanker rongga mulut dan mencegah perkembangannya. Bawang merah sangat membantu dalam mencegah kanker hati dan menghancurkan sel-sel kanker.
5. Mengatasi sengatan serangga
Untuk mengobati sengatan serangga, gosok daerah yang terkena dengan bawang merah yang dihaluskan untuk meredakan rasa sakit. Bawang merah mengatasi gigitan nyamuk, sengatan lebah atau tawon.
6. Baik untuk kekebalan tubuh
Campur jus bawang merah dengan madu dan konsumsi satu sendok teh campuran ini tiga kali sehari. Ini efektif mengatasi bronkitis, influenza, pilek, batuk dan sakit tenggorokan. Termasuk membantu mencairkan dahak.
7. Menghilangkan racun
Goreng empat potong irisan bawang merah. Makan selama 14 hari untuk membantu hati dalam menghilangkan racun dari tubuh.
8. Baik untuk kesehatan gigi
Mengunyah bawang merah selama 3 menit setiap hari di pagi hari akan menghancurkan bakteri pada gigi Anda.
9. Baik untuk rambut dan obat memar
Gosok jus bawang merah setiap hari pada kulit kepala Anda untuk membantu pertumbuhan rambut dan mengatasi ketombe. Anda juga dapat menggunakan bawang merah untuk memar. Jika punya problem bisul, minumlah jus bawang merah dicampur atau wortel.
10. Memperlambat pikun
Selain membantu fungsi kerja otak dan efektif bagi penderita alzheimer, bawang merah juga dapat mengurangi resiko osteoporosis hingga 20 persen, sekaligus membantu ahgar kulit tetap cantik.
11. Baik bagi penglihatan
Jus bawang merah meningkatkan daya penglihatan. Bawang merah kaya akan sulfur, sistein, dan lesitin yang melindungi mata Anda dari pembentukan katarak.

Beberapa alasan kenapa anak-anak harus dijauhkan dari gadget



Dengan perkembangan teknologi modern, anak-anak sekarang memberi perhatian lebih terhadap perangkat elektronik. Sekarang, orang tua juga merasa cukup mudah untuk memberikan mereka gadget untuk membuat mereka bisa duduk dengan tenang, dan tidak keluyuran kemana-mana.
Anak-anak sebelumnya tidak seperti anak-anak sekarang. Mereka dulu menghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan orang tua mereka dan juga anggota keluarga lainnya. Banyak dari mereka juga terlibat dalam berbagai jenis olahraga. Tetapi sekarang, banyak orang tua yang tidak memiliki cukup waktu untuk bersama dengan anak-anak mereka, dan anak-anakpun begitu.
Generasi baru sekarang bisa disebut sebagai ‘generasi multimedia’. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya dalam sehari dengan iPod, ponsel, TV, video game dan teknologi gadget lainnya.
Sebuah riset yang dilakukan American Academy of Pediatrics dan Canadian Society of Pediatrics state menemukan sejumlah dampak buruk teknologi terhadap anak-anak. Ini merupakan peringatan bagi para orang tua.
1. Pertumbuhan Otak
Otak akan berkembang pada bayi berusia 0 bulan sampai 2 tahun. Perkembangan otak, salah satunya ditentukan oleh rangsangan lingkungan. Balita yang otaknya terlalu di ekspos dengan gadget (ponsel, Internet, iPads dan TV) akan mengalami penundaan kognitif, peningkatan impulsif dan penurunan kemampuan untuk mengatur diri sendiri.
2. Tidak Fokus
Anak-anak berusia dibawah 12 tahun yang sudah menggunakan teknologi bisa terhambat tumbuh-kembangnya, termasuk kemampuan untuk memperhatikan sehingga bisa berdampak pada prestasi akademiknya.
3. Penyebab Obesitas
Anak-anak yang diperbolehkan nonton televisi dan main Video game dalam kamar tidur, membuat mereka berpotensi 30 persen terkena obesitas karena kurang gerak. Anak-anak dengan obesitas tentu akan membuat mereka lebih rentan terkena stroke dan serangan jantung serta memperpendek harapan hidup.
4. Kurang Tidur
Lewat penelitian, diketahui pula sekitar 60 persen orang tua tidak mengawasi anak-anaknya saat menggunakan gadget. Sebanyak 70 persen bahkan membolehkan anak-anak membawa gadget ke kamar tidur, padahal diketahui sebanyak 75 persen anak-anak berusia 9 tahun hingga 10 tahun mengalami kurang tidur hingga berdampak pada nilai-nilai akademik mereka lantaran terlalu asyik bermain gadget di kamar.
5. Gangguan Mental
Segala sesuatu yang berlebihan memang tak baik, begitu juga saat berinteraksi dengan gadget. Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak bisa menyebabkan naiknya tingkat depresi anak, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar, psikosis dan perilaku anak bermasalah.
6. Menjadi Agresif
Konten-konten televisi berisi kekerasan bisa memberikan dampak buruk pada anak-anak. Tayangan yang menampilkan aksi kekerasan, seks, pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi bisa menimbulkan dampak kausal pada agresi anak, dimana anak bisa menunjukkan perilaku agresif yang tidak terkendali.
7. Demensia Digital
Konten media kecepatan tinggi dapat membuat defisit perhatian, konsentrasi dan daya ingat menurun karena saraf neuronal ke otak terpotong. Walhasil, anak yang tidak bisa memperhatikan, maka tidak bisa belajar.
8. Emisi Radiasi
Pada Mei 2011, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan telepon selular sebagai Gadget dengan kategori risiko 2B (possible carcinogen) karena radiasi emisi yang ditimbulkannya. James McNamee, ahli kesehatan dari Health Canada pada Oktober 2011 memperingatkan bahwa anak-anak adalah kelompok yang paling sensitif dibanding orang dewasa karena sistem otak dan kekebalannya masih berkembang.
9. Kecanduan
Ketika orang tua lebih tertarik kepada teknologi, mereka bisa mengabaikan anak. Itu pula yang terjadi pada anak saat mereka mulai kecanduan gadget. Riset menemukan, satu dari 11 anak berusia 8 tahun hingga 18 tahun kedapatan kecanduan gadget.