Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Film ‘2014’ : Karya Sutradara yang Sering Distorsikan Islam

Semakin jelas saja sutradara ini terlihat sebagai pembenci Islam, minimal kepada para tokoh tokoh pejuang Islam, penulis kaget sekali ketika menonton sebuah karya Sang Sutradara dalam film yang berjudul ‘2014’ , yang bercerita tentang Politik Tingkat Tinggi di negeri ini yang sebenarnya  tidak ada kaitannya  tentang Islam dan umatnya , tetapi sempat-sempatnya sutradara ini tetap  melakukan sebuah distorsi sejarah dan menjelekkan salah satu tokoh Islam dunia.
Bahkan Sutradara ini tidak tanggung tanggung menjelekkan seorang Khalifah terakhir Turki Utsmaniyah , Sultan Abdul Majid II.
Penulis tidak akan menceritakan keseluruhan cerita yang terkesan drama action biasa. Tetapi yang sangat mengelitik perasaan Islam penulis,  ada saja sutradara ini  menyisipkan sebuah dialog ‘pelecehan sejarah’ dalam  ruang kuliah antara  tokoh pengacara dan dosen hukum yang digambarkan sangat idealis bernama  Khrisna Dorojatun (yang diperankan oleh aktor Donny Damara) dengan  seorang anak muda yang bernama  Ricky Bagaskoro (yang diperankan oleh Rizky Nazar) , ia adalah seorang putera dari kandidat unggulan Presiden Indonesia Bagas Notolegowo (yang diperankan Ray Sahetapy)
Khrisna, dosen yang juga seorang pengacara yang digambarkan lurus itu menanyakan kepada para mahasiswanya, tentang siapa tokoh Indonesia yang merupakan negarawan, maka salah satu mahasiswa menyebutkan salah satu nama kandidat Presiden yaitu Faisal Abdul Hamid, maka dosen itu tidak membahas tentang Faisahnya, tetapi ia membahas tentang apa dibalik nama Abdul Hamid,  ada makna penting dari nama Abdul Hamid…
Beberapa saat kemudian , bisa ditebak, Ricky merespon bahwa tokoh Abdul Hamid adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam pembantaian 300,000 orang (Nasrani) Armenia pada perang dunia I , tanpa menyebutkan bahwa tokoh Abdul Hamid itu adalah seorang Khalifah Muslim, yang jasa jasanya luar biasa dalam menjaga teritorial negeri negeri Muslim , yang akhirnya ia tersingkirkan atas konspirasi Yahudi Zionis, Inggris dan Arab Saudi .
Bahkan ucapan terkenal dari Sultan Abdul hamid ketika ia  mempertahankan negeri Palestina (yang  tidak bisa dipungkiri sejarah) dengan sebuah kalimat yang disampaikan langsung kepada tokoh Yahudi Zionis Thodere Hertzel,” Langkahi mayatku dahulu sebelum  anda kuasai palestina !.”
Sekali lagi, ini adalah bentuk ketidak-tahuan atau sebuah bentuk kebencian yang sering disengaja oleh sutradara atas umat Islam, minimal kepada tokoh tokohnya dan konsep Islamnya , penulis mencatat sudah berapa kali sutradara ini  menunjukkan kebenciannya  dalam karya karya lainnya…
Belum lagi dalam film itu ditampilkan pula kandidat Presiden dari tokoh Islam yang dilakoni oleh Akri ”Ngelaba” yang hanya terlihat sebagai pelengkap politik saja.
hanung

Ahhh, Hanung Bramantyo, sampai kapan anda membuat kesan miring terhadap agamamu sendiri…
Dan kepada calon penonton, film ini tidaklah istimewa, jadi buat apa mengeluarkan yang ada di dompetmu ketika kelak tokoh pejuangmu dilecehkan… (Red/Az)
http://www.eramuslim.com/berita/analisa/film-2014-karya-sutradara-yang-sering-distorsikan-islam.htm

Minggu, 11 Januari 2015

Mengenal Majalah Charlie Hebdo Lebih Dekat

Charlie Hebdo atau yang dalam bahasa Inggris dikatakan Charlie Weekly adalah majalah Perancis yang memuat kartun-kartun satir, laporan, polemik hingga lelucon. Media tersebut dikenal anti-agama dan sayap kiri, memuat artikel terkait kaum ekstrim kanan, Katolik, Islam, Yahudi, politik, budaya, dll.
Menurut Pemimpin Redaksi majalah tersebut, Stephane Charbonnier, majalah itu memuat sudut pandang sayap kiri dan bahkan orang-orang yang memiliki pandangan abstain.
Majalah tersebut muncul pada tahun 1969 hingga 1981 yang akhirnya sempat berhenti. Namun, pada tahun 1992 majalah tersebut bangkit kembali. Charb, panggilan Stephane Charbonnier, adalah pemred saat ini. Ia memegang majalah tersebut sejak tahun 2009 hingga akhirnya ditembak mati bersama 9 orang lainnya di media tersebut di kantor redaksi bersama 2 orang anggota polisi pada Rabu, (7/1/2015).
Majalah tersebut terbit setiap Rabu dengan edisi isu-isu yang menarik masyarakat.
Majalah tersebut pernah memuat edisi kontroversial pada 3 November 2011. Edisi ketika itu merubah nama Charlie Hebdo menjadi Sharia Hebdo dengan mencantumkan Muhammad sebagai editor tamu di dalamnya. Slogan di edisi tersebut, “100 cambukan jika kamu tidak mati tertawa”.
Berbagai reaksi dari masyarakat Muslim dunia muncul atas pemuatan edisi tersebut. Namun, Charb menyatakan majalah yang dikelola dirinya bebas menyatakan apa pun.
Tahun 2007 Charlie Hebdo harus membela diri di pengadilan sehubungan dengan kartun Nabi Muhammad, yang dicetak ulang di majalah itu, dan membuat marah umat Muslim dunia.
4050962049
Namun satir majalah yang antikemapanan itu amat beragam, termasuk membuat lelucon dari aspek-aspek Kristen dan Yudaisme.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Charbonnier mengatakan insiden serangan bom molotov ke kantornya pada 2011 merupakan serangan atas kebebasan dari ‘ekstremis idiot’ yang tidak mewakili komunitas Islam di Prancis.
http://www.lasdipo.com/kajian/tsaqofah/2015/01/08/mengenal-majalah-charlie-hebdo-lebih-dekat.html

Selasa, 25 November 2014

Bintang-bintang Top Dunia Bertahan Demi Sebuah Keyakinan

Ketika ayat-ayat Alquran sudah melekat kuat dalam hati seseorang, tidak seorang pun yang dapat mengubah keyakinan tersebut. Walaupun hal itu harus mengorbankan karir, ketenaran, dan sebagainya.
Untuk menjadi bintang top dunia, khususnya di bidang olah raga, seseorang yang sudah mendapat hidayah Allah swt. tidak harus melepas jati diri sebagai Muslim taat. Bila iman sudah menancap ke dalam lubuk hati seorang Muslim, uang, harta, ketenaran dan berbagai tawaran dunia yang menggiurkan tidaklah sebanding nilainya dengan jati diri sebagai Muslim taat.
Paling tidak, inilah yang dirasakan oleh beberapa bintang top Muslim di dunia olah raga :

1. Sari Al-Shoq, pemain team basket wanita Swis kenamaan berumur 19 tahun yang berasal dari Irak ini, lebih memilih hengkang dari dunia basket yang sangat ia cintai ketimbang melepas kerudungnya. Salut mbak Sari!

2. Marwan Al-Shemakh. Penyerang team sepak bola Bordure Perancis asal Maroko ini terkenal dengan akhlaknya yang mulia. Dia menolak terbang ke Palestina di mana Yahudi mendirikan Negara Israel di sana untuk berlaga dengan team sepak bola Mukaby Heifa dalam putaran piala Eropa. Ia lebih memilih istirahat ketimbang bermain satu lapangan dengan musuh Allah, Rasul-Nya dan kaum Muslimin. Ini adalah sikap mulia yang perlu dicontoh oleh para pemimpin dan tokoh umat Islam hari ini. Baro’ (berlepas diri) dari musuh-mush Allah itu bagian dari akidah Islam pak… Mungkin begitu yang tersirat dalam hatinya..

3. Amir Khan memenangkan pertarungan melawan rasis. Hatinya sangat terluka saat mendengar teriakan berbau rasisme yang dilontarkan para penonton saat dia bertanding di atas ring karena ia berkulit coklat dan beragama Islam. Sebagai seorang petinju Muslim, teriakan jahiliyah itu tidak lantas ia balas dengan jahiliyah pula. Namun ia buktikan dengan professionalisme di atas ring. Iapun berhasil mengalahkan dan mengkanfaskan lawannya seorang Yahudi ultra rasialis asal Amerika, Dmitry Salita. Terhinalah seorang Yahudi di hadapan ribuan pendukungnya sendiri. Lalu, Amir Khanpun berhak menyandang gelar juara tinju dunia 2009.

4. Para pemain Muslim di club Cartel Bebel menolak bertanding dengan team Paris Foot Gay yang semua pemainnya adalah para gay. Mereka siap dideportasi dari Prancis. Bahkan mereka menulis surat protes sambil menjelaskan bahwa akidah dan keyakinan mereka lebih penting dari pertandingan sepak bola. Mampukah para pemain Muslim di negeri ini bersikap seperti itu?

5. Lain lagi dengan Kanuti. Sebagaimana kebiasaanya, ia tetap berpuasa kendati sedang bertanding sekalipun. Padahal fatwa boleh berbuka di bulan puasa bagi Muslim yang profesi mereka olahraga dan digantikan pada bulan yang lain saat mereka istirahat. Namun, Fredrik Omar Kanuti ini tetap saja berpuasa di bulan Ramadhan tahun lalu. Saat di tanya kenapa, dengan enteng ia menjawabanya : Puasa memberi saya kekuatan lahir dan batin. Sebagai seorang penyerang di salah satu grup sepak bola Spanyol ternama, tentulah ia berlimpah uang karena bayaran yang sangat mahal. Namun, jati diri sebagai Muslim tidak pernah ia tinggalkan, seperti berpuasa Ramadhan, berdoa’a sebelum bermain dan ucapan syukur setelah mencetak goal, berzikir sedang bermain, shalat di awal waktu di manapun ia berada dan sebagainya.
Selamat berjuang wahai Muslim …
http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/fathuddin-ja-far-ma-bintang-bintang-top-dunia-bertahan-demi-sebuah-keyakinan.htm#.VHUMZZ520r8

Sabtu, 22 November 2014

Kristenisasi di Sentul Sudah Melewati Batas Kesabaran

Bagai orang kemalingan lalu lapor ke sesepuh, tak tahunya justru dukun maling
Pemurtadan di kawasan Sentul sudah melampaui kesabaran. Mereka mendatangi rumah warga ketika suami mereka bekerja di siang hari.
Dengan cara membujuk, para ibu rumah tangga diajak untuk melepaskan agama yang dianut dan memeluk agama lain. Warga setempat pun makin resah, karena kejadian tersebut terus berulang-ulang dari satu rumah ke rumah lainnya.
“Yang mengejutkan, warga setempat diajak berwisata ke Jakarta. Setibanya di Monas, mereka dibaptis. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai ratusan orang. Tentu saja, peristiwa ini membuat resah warga, sebab setibanya di kampung, mereka dianggap murtad yang kemudian berujung pada konflik sosial,” kata KH. Mukti Ali, Kamis (20/11), selaku perwakilan warga Sentul didampingi sejumlah tokoh melaporkan hal ini kepada Kementerian Agama di Jakarta.
Inilah beritanya.
***

Kristenisasi di Indonesia : Dari Car Free Day Sampai ke Sentul

JAKARTA – Kalangan gereja terus mencari mangsa dengan melakukan pemurtadan terhadap Muslim. Terjadi di seantero nusantara. Kisah pemurtadan sudah terjadi sejak ‘bahuela. Dari mulai ‘car free day’ di HI, sammpai kampung-kampung di Jawa Tengah, sampai Sentul, Bogor.
Belum lama ini sejumlah warga Sentul meradang. Di wilayahnya, ada upaya memurtadkan sejumlah warga yang beragama Islam. Kamis (20/11), beberapa perwakilan warga Sentul didampingi sejumlah tokoh melaporkan hal ini kepada Kementerian Agama.
Sekjen Kemenag Nur Syam di Jakarta, Kamis (20/11) mengatakan Kemenag akan menurunkan sebuah tim untuk melakukan investigasi.”Kasus ini memprihatinkan dan mengganggu kerukunan antarumat beragama,” kata Nur Syam ketika menerima para ulama, habaib dan warga Sentul, termasuk beberapa warga yang menjadi korban pemurtadan.
Dalam pertemuan itu, warga didampingi Ketua Umum DPP Tim Advokat Syari’ah Gus Joy, Pembina DPP Tim Advokat Egi Sujana, Jou Hasyim Waiming, Taufik, Dahlan Pido dan Sekretaris Bambang Purwanto. Sementara itu, Nur Syam didampingi Kabalitbang Kemenag Abdul Rohman Mas’ud, Dirjen Bimas Islam Machasin dan Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Ahmad Ginaryo.
Pertemuan sedikit “tegang” ketika warga menyampaikan duduk persoalannya, namun Egi dapat meredamnya, sehingga persoalan yang disampaikan kepada para petinggi kementerian tersebut dapat dibahas dengan baik.
Menurut Gus Joy, pemurtadan di kawasan Sentul sudah melampaui kesabaran. Mereka mendatangi rumah warga ketika suami mereka bekerja di siang hari.
Dengan cara membujuk, para ibu rumah tangga diajak untuk melepaskan agama yang dianut dan memeluk agama lain. Warga setempat pun makin resah, karena kejadian tersebut terus berulang-ulang dari satu rumah ke rumah lainnya.
“Yang mengejutkan, warga setempat diajak berwisata ke Jakarta. Setibanya di Monas, mereka dibaptis. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai ratusan orang. Tentu saja, peristiwa ini membuat resah warga, sebab setibanya di kampung, mereka dianggap murtad yang kemudian berujung pada konflik sosial,” kata KH. Mukti Ali.
Pada pertemuan tersebut, beberapa orang korban menyampaikan ceritanya masing-masing ketika dipaksa untuk pindah ke agama lainnya. Ada yang menyampaikan dengan nada sedih, tapi juga ada dengan nada emosional.
Tokoh agama dan masyarakat setempat, kata Egi, sudah melaporkan kasus permutadan itu kepada pihak Polres Bogor. Namun tidak ada tindak lanjut.
Untuk itulah, warga mengadukan persoalan ini kepada Kementerian Agama.
Sekjen Kemenag Nur Syam menyampaikan terima kasih kepada warga yang melaporkan kasus ini, sehingga Kementerian Agama secepatnya dapat mengambil langkah-langkah koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Langkah yang terdekat adalah melakukan investigasi. Tim dari Kabalitbang Kemenag segera turun ke lapangan. Setelah itu, Dirjen Kristen dan Dirjen Bimas lainnya akan disertakan dalam forum dialog untuk menghentikan praktek pemurtadan yang terjadi di Sentul.
Di negeri jiran Malaysia, orang kristen tidak menyebutkan ‘Allah’, tapi hanya boleh menyebut ‘Alah’. Tidak ada acara siaran acara telivisi bagi warga kristen, apalagi melakukan kistenisasi. Di Indonesia semua bebas, dan orang Kristen mengkristenkan orang Islam itu sudah misi mereka. [jj/ant/voa-islam.com] Kamis, 27 Muharram 1436 H / 20 November 2014 19:38 wib
***

Bagai orang kemalingan lalu lapor ke sesepuh, tak tahunya justru dukun maling

Meskipun jawaban dari pejabat kemenag itu tampaknya seakan memberi harapan, tetapi perlu diketahui, di antara mereka justru telah bertugas hingga kemudian naik jabatan. Di antara tugasnya adalah mengundang tokoh yang sudah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996 hingga kemudian lari ke Belanda, yakni Dr Nasr Hamid Abu Zayd yang menyebarkan faham, Al-Qur’an adalah produk budaya (muntaj tsaqafi).
Petugas Kemenag yang kini jadi pejabat itu ditugasi mengundang orang murtad resmi itu untuk menatar dosen-dosen IAIN dan perguruan tinggi Islam se-Indonesia di Riau, 2007. Alhamdulillah tokoh murtad itu telah ditolak oleh MUI dan Umat Islam Riau. Kemudian sang murtad itu untuk menatar pula di Surabaya dan Malang, dan lagi-lagi ditolak oleh Umat Islam, karena program Kemenag itu rupanya bocor. Maka doctor yang resmi dinyatakan murtad namun diundang ke Indonesia untuk menatar dosen-dosen perguruan tinggi Islam se-Indonesia itu pulang ke negerinya, lalu mengidap virus aneh, dan kemudian mati. (lihat http://www.nahimunkar.com/nasr-hamid-abu-zayd-meninggal/ ).
Selain itu,di antara pejabat kemenag yang dilapori tentang pemurtadan itu ada yang sebelum jadi pejabat justru mengaku meneliti para khatib. Dia menyayangkan, mayoritas khatib masih berfaham hanya agamanyalah (Islam) yang benar dan diterima oleh Allah. Baru sekian persen yang berfaham pluralism agama.
Astaghfirullah, khatib yang memegang teguh Islamnya justru disayangkan. Dan apakah karena itu dia kini jadi pejabat Kemenag?
Ketika Umat Islam bersusah payah melaporkan penderitaannya karena begitu jahatnya pemurtadan di kampong mereka, ternyata nasibnya bagai orang kemalingan lalu lapor ke sesepuh, tapi tak tahunya sesepuh itu justru dukun maling. (Semoga saja mereka sudah bertaubat, atau sadar dengan penderitaan Umat Islam sehingga bertaubat).
Itulah negeri terbesar Umat Islamnya di dunia ini, namun nasib Umat Islamnya cukup memprihatinkan akibat ulah kafirin, musyrikin dan munafiqin. Allahul Musta’an.
http://www.eramuslim.com/berita/info-umat/kristenisasi-di-sentul-sudah-melewati-batas-kesabaran.htm#.VHEF75523cd 

Minggu, 02 November 2014

MAKLUMAT FPI TENTANG ISIS

Sehubungan dengan polemik tentang ISIS (Islamic state of Iraq and Sham) yang telah mendeklarasikan KHILAFAH ISLAMIYAH dan telah menimbulkan pro kontra diseluruh belahan Dunia, tak terkecuali Indonesia, maka Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam di Jakarta telah melakukan kajian komprehensif terhadap semua Data Primer dan Sekunder terkait ISIS, baik data yang positif maupun negatif, agar bisa mengambil kesimpulan yang objektif, jujur dan adil.
Demi mencari Ridho Allah SWT dan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, serta memelihara keutuhan NKRI, maka FPI menyerukan seluruh komponen bangsa, khususnya MPR-RI serta DPR-RI serta DPD-RI, teristimewa Pemerintah TTI serta segenap jajaran penegak hukumnya, Sipil dan TNI/ POLRI, agar cerdas, cermat dan teliti, serta waspada dan hati-hati dalam menyerap dan menyikapi isu TERORISME dan TERORISASI, serta propaganda ANTI ISLAM yang dilancarkan Media Global maupun Lokal, sehingga tidak terjebak atau pun terperangkap permainan Inteligen Internasional dalam politik adu domba yang menyebabkan DISINTEGRASI bangsa.
Karenanya, mengacu pada VISI MISI FPI sejak didirikan pada 17 Agustus 1998, Penerapan Syariah Islam dan Penegakan Khilafah melalui jalan Da’wah, Hisbah dan Jihad sesuai dengan Manhaj Nubuwwah, maka dengan ini FPI menyatakan sikap sebagai berikut :
  1. FPI tetap ISTIQOMAH dalam perjuangan Penerapan Syariat Islam secara Kaaffah di NKRI melalui koridor syar’i dan konstitusi.
  2. FPI tetap SETIA mendukung segenap Gerakan Jihad Islam di seluruh dunia dalam melawan segala bentuk KEZALIMAN Hegemony Global (NEW IMPERIALISME) untuk menuju terbentuknya Khilafah Islamiyyah ‘Alamiyyah sesuai Manhaj Nubuwwah.
  3. FPI menolak keras segala bentuk peperangan dan kekerasan SEKTARIAN antar sesama muslim yang disebabkan karena perbedaan madzhab yang tidak berakar pada masalah USHULUDDIN dengan mengatas-namakan JIHAD.
  4. FPI menyerukan SELURUH Gerakah Jihad Islam agar bersatu dan bahu membahu dalam melaksanakan JIHAD yang SYAR’I tanpa membunuh atau menganiaya WARGA SIPIL yang tidak terlibat dalam peperangan, apa pun madzhab dan agamanya.
  5. FPI mendukung SERUAN dan NASIHAT Pimpinan Al-Qaidah Syeikh Aiman Az-Zawahiri bahwa seluruh komponen Jihad Al-Qaidah baik pasukan Muhammad Al-Jaulani di Syria maupun pasukan Abu Bakar Al-Baghdadi di Iraq, serta komponen Jihad Al-Qaidah yang lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap Mujahidin Islam di seluruh Dunia untuk melanjutkan Jihad di Syria, Iraq, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas.
Demikian Maklumat FPI ini dibuat untuk menjadi pegangan bagi seluruh pengurus, aktivis, laskar, anggota dan simpatisan FPI di seluruh Dunia.
 
Hasbunallaah wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maulaa wa Ni’man Nashiir.
Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billah  Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billah
 
Jakarta 11 Syawwal 1435 H/ 8 Agustus 2014
Dewan Pimpinan Pusat - Front Pembela Islam