Tampilkan postingan dengan label Berita Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Palestina. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2015

Hamas Tolak Usulan OKI Agar Muslimin Kunjungi Al Aqsha

Harakah al-Muqawamah al-Islamiyah (Gerakan Perlawanan Islam) atau Hamas menyampaikan penolakan terhadap seruan yang dilakukan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terhadap kaum muslimin untuk mengunjungi Al Quds.
Hamas menegaskan bahwa perlawanan dan jihad merupakan satu-satunya jalan untuk membebaskan Al Aqsha dari tangan penjajah Israel.
Penolakan Hamas disampaikan pasca seruan Sekjen OKI Iyad Madani untuk mengunjungi kota Al Quds, dan memilih Al Quds sebagai kota tujuan wisata Islam. 
Sebelumnya Iyad Madani dalam festifal “Al Quds Dalam Memori” di kota Ramallah, Tepi Barat, Ahad lalu mengatakan, “Kaum muslimin harus berupaya hadir ke Al Quds, kita ingin mencari model wisata Palestina dan Yordania, untuk memberikan kesempatan bagi kaum muslimin yang ingin berkunjung ke Al Quds dan Palestina, seperti yang berlaku di Saudi Arabia, dalam bentuk Umrah dan Haji.”
Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Selasa (06/01/2015) Hamas menegaskan kewajiban setiap muslim membebaskan Al-Quds.
“Pembebasan Al Quds dan Masjidil Aqsha dari cengkraman zionis merupakan kewajiban setiap muslim di muka bumi ini, setiap muslim tak boleh melalaikan kewajiban ini,” ujarnya dikutip PIC.
“Pembebasan Al Quds dan Masjidil Aqsha hanya bisa dengan satu cara, yaitu melalui perlawanan dan jihad, karena musuh kita hanya memahami bahasa ini,” tambahnya.
Hamas juga menyatakan, “Kerinduan kami untuk mengunjungi Masjidil Aqsha dan shalat di sana, tak bisa dijadikan alasan untuk melakukan normalisasi hubungan dengan penjajah zionis.”
Hamas menyerukan kepada segenap Negara Arab dan Islam untuk menggalang dana guna melindungi Al Aqsha dan tempat suci serta kota Al Quds, dan mendukung perlawanan dan perjuangan warga Palestina di Al Quds.
Penolakan Ulama
Sebelumnya, Iyad bin Amin Madani menganjurkan muslimin mengunjungi AL-Quds. Alasannya, untuk “mengkonfirmasi bahwa masjid ini adalah bagian dari iman mereka.”
Namun kunjungan Al_Quds dalam kondisi seperti ini pernah dilarang banyak ulama. Alasannya, sama dengan pengakuan pendudukan penjajah ‘israel’ atas wilayah Palestina.
Pada Maret 2013, Dr. Maher al-Huli, Kepala Departemen Fatwa Asosiasi Cendekiawan Palestina (PSA) pernah mengeluarkan fatwa yang melarang kunjungan ke Masjidil Aqsha, tempat suci ketiga umat Islam,yang saat ini masih di bawah pendudukan penjajah ‘israel’.
Pandangan serupa disampaikan cendekiawan Muslim asal Mesir, Muhammad Imarah. Menurutnya tak boleh bertandang ke Masjid Al-Aqsha sampai semua hak warga Palestina atas tanah kelahiran meraka dikembalikan.
Sementara Mantan Rektor Universitas al- Azhar Mesir, Prof Dr Umar Hasyim, sependapat dengan seruan selama masih dijajah ‘israel’ dan visa dikeluarkan oleh mereka, maka umat Islam tidak boleh mengakui keberadaan ‘israel’. Kunjungan boleh, jika visa dikeluarkan oleh Otoritas Palestina atau menggunakan jet pribadi tanpa harus melewati imigrasi ‘israel’.*

Senin, 22 Desember 2014

PM Netanyahu Desak Hamas Dimasukkan Kembali dalam Daftar Teroris

Dikeluarkannya Hamas dari daftar organisasi “teroris” Uni Eropa rupanya tak bisa membuat Perdana Menteri ‘israel’ Benjamin Netanyahu tidur nyenyak. Pemimpin penjajah ini langsung meresponnya dengan menyerukan agar kelompok itu segera dimasukkan kembali ke daftar organisasi “teroris”.
Sebagaimana dikutip Arab News belum lama ini, Netanyahu menyebut Hamas sebagai “organisasi teror pembunuh” dan mengatakan pada Rabu kemarin bahwa Eropa tampaknya tidak belajar apa-apa dari Holocaust.
“Tampaknya terlalu banyak orang di Eropa yang menodai enam juta orang Yahudi yang dibantai, dan tidak belajar apa- apa darinya, ” demikian siaran pers dari kantornya yang mengutip pernyataannya.
Sebelumnya, Hamas telah dimasukkan kedalam daftar “teroris” Uni Eropa sebagai bagian dari langkah-langkah yang lebih luas untuk melawan terorisme di belakang serangan 11 September 2001.
Pengadilan Uni Eropa pada Rabu kemarin memerintahkan agar Hamas dihapus dari daftar “teroris” Uni Eropa untuk alasan-alasan prosedural, tapi Uni Eropa mengatakan bahwa blok negara-negara Eropa ini dapat mempertahankan pembekuan aset terhadap para anggota Hamas untuk saat ini.
Keputusan mengeluarkan Hamas dari daftar “teroris” itu muncul di tengah meningkatnya tekanan dari para anggota parlemen negara-negara Eropa untuk mengakui negara Palestina, setelah bertahun-tahun pembicaraan damai ‘israel’ Palestina mengalami kebuntuan. Juga karena meningkatnya rasa frustrasi di Eropa terhadap pemerintah ‘israel’ setelah perang Gaza awal tahun ini.
Sementara itu juru bicara Hamas, Fawzi Barhum menyerukan agar keputusan itu diikuti dengan langkah-langkah lanjutan.
“Kami berterima kasih kepada pengadilan Eropa atas keputusan positif itu, (dan itu mesti) diikuti dengan langkah-langkah internasional untuk mengakhiri penindasan rakyat Palestina,” katanya kepada AFP seperti dikutip Arab News.*

Sabtu, 20 Desember 2014

Jet Tempur Israel Kembali Serang Jalur Gaza

Jet tempur Israel, Sabtu (20/12), kembali menyerang sebuah lokasi yang diduga milik pejuang Hamas di Jalur Gaza.
Serangan ini yang kali pertama sejak deklarasi gencatan senjata, Agustus lalu. Militer Israel mengklaim serangan dilakukan sebagai respon atas serangan roket ke wilayah Israel, sehari sebelumnya.
Warga Khan Younis mendengar dua ledakan keras, yang membuat seluruh penduduk mencari tempat perlindungan.
Roket itu menghantam lapangan terbuka, dan tidak ada korban jiwa. Serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza juga tidak menimbulkan korban jiwa.
http://www.lasdipo.com/kabar/timur-tengah/2014/12/20/jet-tempur-israel-kembali-serang-jalur-gaza.html

Jumat, 12 Desember 2014

Hamas Berduka Wafatnya Tokoh Fatah, Ziyad Abu Ain

Hamas menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas wafatnya tokoh Fatah, Ziyad Abu Ain usai mendapat kekerasan tentara penjajah Israel.
“Hamas menyampaikan belasungkawa dan rasa duka mendalam atas wafatnya tokoh Fatah, ZIyad Abu Ain, dan menyerukan kepada Otoritas untuk menghentikan kerjasama keamanan dan perundingan dengan zionis, serta melindungi persatuan nasional,” ujar Juru bicara Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri dikutip PIC.  [Baca: Tentara Zionis Tembak Mati Menteri Pemukiman Palestina]
Abu Zuhri menegaskan, kejahatan ini menjadi bukti baru, tak mungkin hidup berdampingan dengan penjajah, sangat penting melakukan sejumlah upaya untuk melawan penjajah, dan melindungi persatuan nasional.
Sebagaimana diberitakan, Ziyad Abu Ain gugur Rabu siang, pasca dianiaya sejumlah serdadu zionis saat menyerbu acara peringatan hari HAM internasional yang dilangsungkan dengan menanam pohon zaitun di kota Tarmisiya, Ramallah Utara.*
http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2014/12/12/34816/hamas-berduka-wafatnya-tokoh-fatah-ziyad-abu-ain.html#.VItJmp520r8

Senin, 08 Desember 2014

Dituduh Tikam Serdadu, Muslimah Ini Dibunuh Begitu Saja di Jalanan

Awal pekan lalu seorang Muslimah ditembak mati di jalan dekat jalur utama pemukiman ilegal Yahudi Gush Etzion. Ia dituduh telah menikam seorang serdadu Zionis yang kemudian mengalami luka ringan.
Muslimah berumur 22 tahun ini bernama Amal Fakhri Thaqataqah dari Beit Fajar.
Sejumlah saksi mata mengungkapkan kepada kantor berita PIC, segerombol serdadu penjajah zionis menembakkan peluru ke arah Amal Fakhri di pintu masuk Beit Fajar di dekat pemukiman Gush Etzion. Ini pemukiman yang dibangun di atas tanah yang dirampok dari warga Palestina di sebelah utara Al-Khalil atau Hebron.
Sebelum syahid (in syaa’ Allah), Amal terluka parah dan sempat dibawa menggunakan ambulan penjajah ke arah yang tidak diketahui. Beberapa sumber berbahasa Ibrani yang mengutip perkataan salah seorang serdadu Zionis mengungkapkan, Amal menikam salah seorang serdadu penjajah hingga menderita luka ringan. Setelah itu, penjajah menghabisinya dengan tembakan.
Setelah kejadian itu, gerombolan serdadu penjajah zionis siap siaga di persimpangan permukiman Gush Etzion dan melakukan rutinitasnya mengganggu warga Palestina, baik yang berjalan kaki maupun yang mengendarai kendaraan. Serdadu penjajah juga sempat menutup jalan hingga lebih dari satu jam.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan kepada wartawan PIC, serdadu penjajah zionis menghalangi mobil ambulan BSM Palestina yang bermaksud memberi pertolongan kepada korban yang dibiarkan tergeletak di tanah. Ketika itu korban masih dalam keadaan hidup.
Menurut kesaksian salah seorang petugas ambulan BSM Palestina kepada PIC, ia melihat langsung Amal Fakhri bergerak dan mendengar jeritannya sebelum dibawa menggunakan ambulan milik zionis Bintang David Merah ke
rumah sakit Hadasa di kota Al-Quds Terjajah dalam kondisi kritis. Beberapa jam kemudian, Amal diumumkan telah meninggal.*
http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2014/12/07/34562/dituduh-tikam-serdadu-muslimah-ini-dibunuh-begitu-saja-di-jalanan.html

Jumat, 05 Desember 2014

Ditembak Zionis, Shaleh Kehilangan Mata Kanan

Nasib naas dialami Shaleh Mahmud bocah Palestina di Al -Quds, saat hendak keluar rumah membeli lada untuk makan siang.
Saat Shaleh keluar rumah, tiba-tiba sebuah tembakan peluru karet pasukan zionis –israel mengenai mata kanannya sehingga dia kehilangan penglihatannya.
“Saya keluar berangkat sekolah pagi-pagi. Namun pasukan zionis menutup gerbang desa Isawiyah sehingga tidak bisa ke sekolah. Saya pulang ke rumah di tengah-tengah konfrontasi yang meletus di Isawiyah. Beberapa jam kemudian ibu menyuruh saya membeli paprika hijau untuk menyiapkan makan siang. Saya pun berangkat untuk membeli paprika dan setelah membeli, saat dalam perjalanan pulang ke rumah, pasukan penjajah zionis memburu para pemuda di Isawiyah. Ketika salah seorang serdadu melihat saya dia langsung mengarahkan senjatanya ke wajah saya, setelah itu saya tidak sadar selama dua hari,” ujar bocah berusianya 10 asal Desa Isawiyah kepada PIC hari Rabu.
“Rutinitas hidup saya sekarang ini adalah obat, apotik, dokter mata, spesialis jiwa dan bedah,” tambah Shaleh
“Rutinitas hidup saya sekarang ini adalah obat, apotik, dokter mata, spesialis jiwa dan bedah,” tambah Shaleh
“Sebulan kemudian, yaitu pada 23 November 2014, saya kehilangan penglihatan mata kanan saya. Sementara mata kiri hanya bisa melihat cahaya matahari 10% saja. Peristiwa itu telah merubah hidup saja. Saya kehilangan bangku sekolah kelas 6, karena saya tidak bisa melihat lagi di sekolah,” ujarnya.
“Sebelum ini saja belajar dan bermain. Saya termasuk penyuka kegiatan kerajinan tangan. Sehari sebelum terluka, saya berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana untuk penderita kanker. Saya mengumpulkan dana dari siswa sekolah. Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan saya, kepala sekolah member piagam penghargaan pada saya,” lanjutnya.
“Rutinitas hidup saya sekarang ini adalah obat, apotik, dokter mata, spesialis jiwa dan bedah,” tambah Shaleh.*
http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2014/12/04/34412/ditembak-zionis-shaleh-kehilangan-mata.html#.VIJBBZ520r8

Pembubaran Knesset Dampak Kegagalan Agresi Zionis-Israel ke Gaza

Anggota Biro Politik Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), Kayid Gul, berpendapat bahwa keputusan pelaksanaan Pemilu dini parlemen Israel ”Knesset” merupakan akibat dari krisis yang menumpuk pada pemerintah Netanyahu dan salah satu dampak dari kegagalan agresi Zionis-Israel ke Jalur Gaza.
Gul mengatakan bahwa hasil Pemilu Zionis-Israel mendatang, yang diperkirakan akan menambah pengaruh kekuatan-kekuatan kelompok kanan radikal Zionis di pemerintahan baru, tidak akan mengeluarkan entitas Zionis dari krisis mereka, demikian dikutip PIC.
Bahkan sebaliknya, lanjut Gul, hasil pemilu mendatang akan memperdalam krisis ini melalui kebijakan-kebijakan rasis yang semakin mengungkap lebih banyak lagi tabiat dan karakter entitas Zionis dan mengungkap klaim-klaimnya keberadaannya sebagai oase demokrasi.
Gul meminta perluasan solidaritas dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina yang sudah mulai mengejawantah dalam pengakuan-pengakuan yang terus bertambah terhadap Negara Palestina dari sejumlah bangsa, parlemen dan pemerintah di dunia.
Selasa lalu, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu melakukan perubahan pemerintahan dengan memecat dua menteri senior, mengusulkan pembubaran Knesset (parlemen Israel) dan menjadwalkan Pemilu dini pada 17 Maret, dua tahun lebih cepat daripada agenda.

Sabtu, 29 November 2014

Zionis ‘Israel’ Provokasi NATO Tekan Turki Terkait Hamas

Pemerintah penjajah ‘israel’ mendesak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) agar mengambil sikap tegas terhadap pemerintah Turki karena memberikan izin pimpinan Hamas beroperasi dan bekerja di wilayah mereka.
Dikutip koran Israel to Day hari Rabu (26/11/2014), surat resmi ‘israel’ disampaikan kepada pimpinan NATO melalui berbagai jalur, negara penjajah Palestina ini menyatakan, tidak masuk akal negara anggota NATO dalam hal ini adalah Turki membangun hubungan dengan organisasi teroris, demikian dikutip PIC.
‘Israel’ mengklaim, kantor pusat Hamas beroperasi dari Istanbul dan di sana tinggal pimpinan utama Syalih Aruri.
‘Israel’ berusaha menyeret faksi-faksi Palestina terutama Hamas yang menyangkut hubungan ‘israel’ dengan negara lainnya. Tujuannya, penjajah ingin menekan Hamas dan mengekang program perlawanannya.
‘Israel’ menuding Tayep Erdogan bekerjasama dengan Hamas dan Al Ikhwan al Muslimun dan bertanggungjawab atas pengiriman kapal Mavi Marmara ke Jalur Gaza.
Sebelumnya, menteri keamanan ‘israel’ Moshe Ya’alon menyampaikan hal yang sama dalam kunjungan terakhirnya ke Amerika.
“Turki memainkan peran mengejek. Dan Hamas menerima dukungan dari Turki dan Qatar,” demikian lapor Ya’alon kepada Menteri Pertahanan Amerika, Chuck Hagel.
Hubungan ‘israel’ dan Turki mengalami krisis sejak kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara Turki yang hendak ke Jalur Gaza diserang oleh ‘israel’ dan menewaskan 9 warga Turki. Turki minta agar Jalur Gaza dibuka dari blokade jika ‘israel’ ingin mengembalikan hubungan.
http://www.hidayatullah.com/berita/palestina-terkini/read/2014/11/27/34000/zionis-israel-provokasi-nato-tekan-turki-terkait-hamas.html#.VHpesp520r8