Senin, 09 Maret 2015

Hukum Menikah Dengan Wanita yang Pernah Dizinahi

Pertanyaan: 


Assalamu’ alaikum ustadz,  saya mau tanya tentang orang yang berzina, lebih baik manakah seorang laki-laki pezina menikahi perempuan yang di-zinai-nya atau perempuan yang berzina menikah dengan orang lain (bukan lelaki pezina). Terima kasih uztad wassalamu alaikum wr.wb.
Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menikahi orang yang berzina, menurut mayoritas ulama dibolehkan menikahi orang yang pernah berzina, baik laki-laki maupun perempuan, berdasarkan keumuman perintah untuk menikah dan menikahkan orang-orang yang masih sendiri.
Begitu juga, mereka berbeda pendapat tentang kebolehan menikahi perempuan yang hamil karena perzinaan,  Madzhab Asy-Syafi’I dan Abu Hanifah serta Muhammad al-Hasan membolehkan seorang yang berzina dan menghamili seorang wanita, maka dia dibolehkan menikah dengannya dan menggaulinya.  Tetapi jika yang menikahi wanita yang hamil karena perzinaan tersebut adalah laki-laki lain, maka dalam hal ini dia hanya boleh menikahinya dan tidak boleh menggaulinya, ini menurut Abu Hanifah dan Muhammad al-Hasan. Atas dasar pendapat tersebut, maka yang lebih baik adalah jika laki-laki yang pernah berzina dengan wanita tersebut menikahinya. Bukan menikah dengan laki-laki lain. Hal ini dikuatkan dengan firman Allah :
الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Laki-laki yang berzina tidak boleh menikah kecuali dengan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak boleh dinikahi kecuali oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang beriman.” (Qs. An Nur : 3). Wallahu A’lam.* [DR. Ahmad Zain An-Najah, MA]

Merekam Adegan Bercinta

assalaamualaikum wr.wb
Pak Ustadz yg di rahmati Allah,ana ingin bertanya,apakah boleh mengambil gambar bagian aurat pasangan atau merekam adegan bercinta dengan pasangan?
Daripada melihat gambar atau film porno yg tidak bolehkan melihat aurat orang lain.
Mohon penjelasan dari ustadz.
Jazaakalloh
Waalaikumussalam Wr Wb
Diantara kewajiban suami terhadap istrinya atau sebaliknya adalah saling menjaga, memelihara rahasia yang mereka berdua lakukan di tempat tidur dan tidak menceritakannya kepada siapa pun, berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya diantara orang yang buruk posisinya di sisi Allah swt pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menggauli istrinya dan istrinya menggauli suaminya lalu dia menyebarluaskan rahasianya.” (Muttafaq Alaih)
Imam Nawawi mengatakan bahwa didalam hadits ini terdapat pengharaman menyebarluaskan yang dilakukan seorang lelaki tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan istrinya yaitu tentang perkara-perkara kenikmatan antara mereka berdua, mengisahkan tentang rincian yang dilakukan istrinya, seperti : ucapannya, apa yang dilakukannya atau lainnya.
Adapun jika hanya sebatas menyebutkan jima’ (bahwa dirinya telah berjima, pen) maka jika tidak ada perlu atau kebutuhan untuk mengatakannya maka hal itu makruh karena bertentangan dengan kesopanan. Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata yang baik atau diam.”. Namun jika terdapat kebutuhan atau penyebutannya itu mengandung manfaat seperti menepis anggapan bahwa dirinya tidak mau menggauli istrinya atau anggapan bahwa dirinya tidak lagi memiliki kesanggupan untuk berjima’ atau sejenisnya maka penyebutan hal ini tidaklah makruh, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku melakukannya aku dan dia.” Sabda Rasulullah saw bersabda kepada Abi Thalhah,”Apakah engkau menggaulinya semalam?” Dan ungkapannya kepada Jabir.”Cerdas, cerdas.” (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi Juz X hal 13)
Dengan demikian tidak dibolehkan bagi seorang suami mengambil gambar baik dengan foto maupun video terhadap adegan bercinta yang dilakukannya dengan istrinya di tempat tidur meskipun hanya sebatas untuk konsumsi mereka berdua saja karena tidak menutup kemungkinan bahwa gambar atau film tersebut suatu saat akan dilihat oleh selain mereka berdua atau jatuh ketangan orang lain. Dan jika hal ini terjadi maka apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah saw didalam hadits diatas akan terjadi bahkan lebih berat lagi karena hal itu bukan hanya sebatas perkataan akan tetapi sudah berupa gambar atau film yang mengisahkan sesuatu yang jelas-jelas dilarang oleh Allah swt :
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٣٠﴾
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)
Begitu pula dengan mengambil gambar atau foto bagian tubuh istrinya yang termasuk auratnya meskipun hanya untuk konsumsi dirinya saja maka tidak dibolehkan dikarenakan alasan diatas.
Kedua perbuatan tersebut—mengambil gambar atau film adegan bercinta atau hanya sebatas foto salah aurat istrinya—bisa menjadi pintu-pintu perzinahan atau memberikan sarana untuk terjadinya maksiat orang yang melihatnya jika foto atau film itu jatuh atau dilihat oleh mereka, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Hurairoh berkata dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah penglihatan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.”
Juga firman Allah swt :
Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa : 32)
Artinya : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah : 2)
Jadi perbuatan tersebut tidaklah dibolehkan dikarenakan tindakan preventif dari akan terjadinya sebuah kemaksiatan lebih diutamakan, sebagaiman disebutkan didalam sebuah kaidah ushul “Menutup Jalan Terjadinya Kemaksiatan”.

Wallahu A’lam

Sabtu, 07 Maret 2015

Panjang Umur

Oleh Ibnu Adam
Kalau kita bicara umur, biasanya identik dengan ajal. Pasalnya, bila ajal telah tiba, habis lah jatah umur ! oleh karenanya banyak orang yang menginginkan panjang umur dan bahkan kalau bisa pinginnya hidup selama lamanya karena betah hidup di Dunia & takut mati.
Menyoal panjang umur. Sebenarnya ukuran atau patokannya apa ? apakah yang menjadi patokannya adalah masa hidupnya lama, sampai mencapai umur 80 tahun dan 100 tahun dstnya ? Bisa jadi itu ada benarnya dan umumnya orang berpendapat seperti itu, namun itu tidak bisa dijadikan patokan secara mutlak. Apa alasannya ? Alasannya adalah karena sebenarnya hal itu relatif. Lho maksudnya gimana…?
Begini. Jangan bicara muluk-muluk bahwa panjang umur selalu dikaitkan dengan masa hidup yang lama, berharap panjang umur sih boleh tapi coba kita berfikir lebih realistis lagi bahwa sebenarnya sampai sekarang kita masih hidup, ini juga bisa dikatakan panjang umur… Ya, panjang umur…! Mari coba kita ingat-ingat bahwa tidak sedikit orang yang sudah lebih dulu meninggal dunia dan di antara mereka ada yang umurnya dibawah kita.
Maka bila hal ini dikaitkan dengan konsep Syukur, kita patut bersyukur, Allah Subhanahu Wa Ta’ala masih memberikan kita nikmat hidup dan anggap saja kita sekarang panjang umur karena faktanya saat ini memang kita belum wafat. Dan diantara keutamaan yang diberikan oleh Allah pada kita saat ini masih hidup, bila besok dan insya Allah lusa juga kita masih hidup (panjang umur), hendaknya umur yang tersisa disertai dgn amal yang baik.
…sebagaimana diriwayatkan dari Abdurahman bin Abi Bakrah, dari bapaknya bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling baik ?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menjawab: “(Orang yg paling baik) adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” Kemudian dia (laki-laki tersebut) bertanya lagi, “Siapakah orang yang paling jelek ?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam pun menjawab: “(Orang yg paling jelek) adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya.” (HR. Ahmad & At Tirmidzi).
Dalam hadits lain masih dari riwayat At Tirmidzi bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam pernah bersabda mengenai 4 hal yang akan dimintai pertanggung jawaban di akherat kelak. Yaitu salah satu di antaranya adalah yang paling pertama ditanya “Tentang umurnya untuk apa dia digunakan ?”
Demikian saja, semoga tulisan ini ada manfaatnya untuk sama-sama kita saling mengingatkan dalam kebaikan.
Aqulu qouli hadza astaghfirullahu li walakum – Hadanallah wa iyyakum ajma’in.
Wallahu a’lam bishowab.
http://www.eramuslim.com/oase-iman/panjang-umur.htm

Keluarga Sakinah… Oh Indahnya…

Oleh : Syaripudin Zuhri
Dalam kehidupan sehari-hari, di dalam keluarga atau di dalam pergaulan bermasyarakat, sering kita lupa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kepada kita semua, nikmat yang tak terhitung banyaknya.
Dari mulai seluruh anggota tubuh kita yang berfungsi dengan baik sampai dengan seluruh rejeki yang telah kita terima, dan rejeki itupun bukan hanya harta yang berupa uang, tapi juga keluarga. Suami bagi istri, istri bagi suami dan anak dalam sebuah keluarga adalah rejeki yang patut di syukuri. Bahkan istri yang sholeha adalah perhiasan yang paling indah di dunia ini, yang wajib disyukuri!
Istri yang baik bukan saja rakhmat di dunia ini, tapi juga di akherat. Dan Umar bin Khattab pernah berkata : “ Setelah Iman tidak ada rakhmat yang bisa menyamai istri yang baik “ Di dalam keluarga yang sakinah, di saat duduk berdua dan suami bersikap baik terhadap istrinya juga sebaliknya adalah suatu perbuatan yang memberikan rasa santai kepada pikiran setelah asyik mengerjakan tugas-tugas duniawi maupun ukhrowi. Dan setelah santai seperti itu seseorang bisa kembali beribadah dengan semangat baru.
Kedudukan istri dalam agama sangat penting, Nabi bahkan pernah bersabda, ketika Umar bin Khattab bertanya,
“Apakah yang paling penting untuk di cari dalam dunia ini?”
Berliau menjawab : “ Lidah yang selalu berdzikir kepada Allah, hati yang penuh rasa syukur dan istri yang amanat”
Bayangkan yang paling penting di cari di dunia ini menurut Nabi ada tiga: Pertama Allah, kedua hati dan ketiga istri! Maka berbahagialah jika seorang istri sudah mempunyai sipat yang amanat, lembut dan sholeha, apa lagi diimbangi dengan kecantikan lahir batin, wah asyik tuh! Pokoknya suami betah deh di rumah!
Suami yang bersikap sabar terhadap seribu satu macam masalah kewanitaan atau istri adalah bagian yang amat penting bagi agama. Nabi bersabda : “ Memberi nafkah kepada istri lebih penting daripada memberi sedekah “ Ini bukan berarti sedekah ditinggalkan. Suami mencari nafkah dan itu wajib artinya bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan berarti berdosa!
Sedangkan istri di rumah mengatur rumah tangga dengan sebaik-baiknya adalah wajib. Ada bahaya yang sangat besar jika seorang suami memperlakukan istrinya dengan kasar, sehingga manimbulkan dosa bagi dirinya. mengapa? Karena hak-hak wanita atas laki-laki persis sama dengan hak-hak laki-laki atas wanita.
Lalu sipat apakah yang mesti dicari pada diri seorang istri? Imam Al Ghazali mengatakan :
Pertama, Kesucian akhlaknya. Jika seseorang mempunyai istri yang berakhlak tidak baik dan tetap diam, ia mendapat nama yang buruk dan terganggulah kehidupan keagamaannya. Jika ia angkat bicara, hidupnya menjadi rusak. Dan bila ia ceraikan istrinya, ia akan menderita kepedihan. Seorang istri yang cantik tapi berakhlak buruk adalah bencana yang besar bagi suatu keluarga. Dan nabi Mengingatkan : “ Orang yang mencari istri demi kecantikannya atau kekayaannya akan kehilangan keduanya “
Kedua, tabiat yang baik. Istri yang bertabiat buruk- tidak berterima kasih, suka menggunjing atau angkuh, membuat beban hidup semakin berat dan merupakan halangan besar untuk menjalani kehidupan yang penuh taqwa.
Ketiga, kecantikan. Karena hal ini akan meimbulkan cinta dan kasih sayang. Kecantikan bukan hanya lahiriahnya saja, lebih utama adalah kecantikan batiniah, sehingga terpancar di wajahnya kelembutan, keikhlasan, kesabaran yang penuh penuh ridho dan diridhoiNya. Istri yang batiniah cantik akan diberikan tambahan petunjuk olehNya, sehingga apapun yang terjadi, ia akan tetap tabah dan tetap bersandar pada panji-panji Illahi robbi. tidak mudah gamang, tidak mudah putus asa terhadap rakhmat Allah. Dan hatinya selalu bersyukur atas segala karunia Allah betapun kecilnya.
Dan apakah yang dicari dalam diri Suami ?
Pertama; Suami bersikap baik pada istrinya dan sabar atas tingkah laku istri yang mungkin dirasakan kurang enak di hati. Hal ini di sabdakan oleh Nabi saw : “ Seseorang yang mampu menanggung ketidakenakan yang ditimbulkan oleh istrinya dengan penuh kesabaran akan memperoleh pahala sebesar yang diterima oleh Nabi Ayub as atas kesabarannya menanggung bala(ujian) yang menimpanya “.
Kedua; Suami ikhlas terhadap kreasi dan kesenangan istri dan tidak menghalanginya, selama tidak melanggar prinsif-prinsif Agama. Dan orang bijak pernah berkata : “ Seorang suami mesti pulang dengan tersenyum dan makan apa saja yang tersedia dan tidak meminta yang tidak tersedia “ Mengapa ? Istri sudah susah payah mencari bahan-bahan makanan dan mengolahnya, apa lagi di Moskow , berburu sampai ke pasar Vietnam, dingin-dingin lagi!
Ketiga; Seorang suami memberikan nafkah secukupnya dan tidak bersikap kikir kepada istrinya. Nabi bersabda : “ Seorang laki-laki yang memberikan satu dinar untuk berjihad, satu dinar untuk menebus budak, dan satu dinar untuk sedekah lalu memberikan satu dinar lagi untuk istrinya, maka pahala pemberian yang terakhir ini melebihi jumlah pahala ketiga pemberian lainnya “. Subhanallah.
Keempat; Suami tidak boleh memakan sesuatu yang lezat sendirian. Jika tidak ada tamu, pasangan suami istri untuk makan bersama, karena Nabi saw bersabda : “ Jika mereka melakukan hal itu, Allah akan menurunkan rakhmatNya atas mereka dan malaikat pun berdoa untuk mereka”.
Moskow, 12 Jumadil Awwal 1436 H/3 Maret 2015
http://www.eramuslim.com/oase-iman/keluarga-sakinah-oh-indahnya.htm

Rabu, 04 Maret 2015

Jahilnya Para Tokoh Islam Bangsa Ini

Ada kekonyolan yang menyedihkan sekaligus bikin gusar orang beriman mendengar komentar dua orang elit di negeri ini dalam Seminar ‘Fikih dan Tantangan Kepemimpinan Dalam Masyarakat Majemuk’ di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat (24/2).
Yang pertama dilontarkan Menteri Agama Era Jokowi, Lukman Saifudin, yang mengatakan, “Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, demokrasi berarti juga harus mengakui kepemimpinan dari kalangan mana pun, karena hal itu konstitusional dan diatur dalam konstitusi.”
Komentar Lukman ini ditujukan kepada umat Islam Indonesia karena tema seminar tersebut memang demikian. Komentar Lukman diatas salah satunya menyoroti sikap penolakan umat Islam Jakarta atas pelantikan Ahok sebagai Gubernur DKI beberapa waktu lalu. Padahal sikap penolakan umat Islam yang dimotori Front Pembela Islam (FPI) dan para ulama Jakarta ini dilandasi perintah Allah Swt jika umat Islam memang dilarang mengambil pemimpin dari kalangan kaum kafirin.
Allah Swt berkata, “Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (QS. Ali Imron: 28)
lalu Allah Swt juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.  (QS . Al Maaidah: 51)
Ahok jelas kafir. Dan Lukman Saifudin pun paham dengan hal ini. Itu Allah Swt yang memerintahkan. Jadi, kalau seorang Lukman mau protes, seharusnya dia protes kepada Allah Swt saja. atau bisa juga belajar mengaji lagi, membuka buku-buku agama kembali, terutama bab tentang kepemimpinan, wala wal baro’, dan panji syahadatain.
Sebagai seorang Muslim seharusnya Lukman harus paham, di manapun umat Islam berada yang menjadi konstitusi tertingginya hanya kitab suci al-Qur’an dan Hadits Rasul Saw. Kalau konstitusi negara, apalagi yang pembukaannya sudah dikorup oleh kaum kafirin dengan penghilangan tujuh buah kata, maka harus dipatuhi sepanjang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Jika ada yang bertentangan dengan Quran dan Hadits, maka konstitusi negara harus mengalah, karena sesungguhnya dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini berlandaskan kepada Sila Pertama dari Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang Maha Esa adalah Yang Maha Satu, hanya umat Islam yang memiliki Tuhan Yang Satu, Yakni Allah Swt.
Sebab itu, sesungguhnya NKRI ini berlandaskan kepada ketauhidan, bukan yang lain.
Jika Lukman sudah paham dengan ini semua, Alhamdulillah, maka janganlah demi jabatan Menteri agama yang kini sedang disandangnya menjadikan akidahnya goyah. Janganlah nanti orang menuding Anda telah menjual agama dengan murah demi kehidupan dunia yang fana ini. Tentu saja, mudah-mudahan, ini tidak terjadi.
Dan satu lagi, soal demokrasi seharusnya kita berbicara tentang yang satu ini setelah mengetahui dan memahami sejarah lahirnya demokrasi secara benar. Demokrasi bukanlah lahir di Athena dari bukunya Plato berjudul Res Publica. Bukan! Demokrasi itu lahir 400 tahun sebelum Plato lahir dan ada di Alkitab surat Raja-Raja yang bercerita tentang pemerintahan 12 suku Bani Israil ketika mereka berada di Bumi Filistin. Demokrasi itu dilahirkan dari rahim Yahudi. Dan catat! Plato sendiri tidak pernah menerapkan demokrasi, karena dia sendiri memiliki tak kurang dari 60 orang budak yang semuanya harus mematuhi dia tanpa syarat!
Jika masih ada yang bersikeras mengatakan Demokrasi itu lahir dari Plato, sebaiknya mereka belajar dulu yang benar.
Yang kedua, selain Lukman Saifudin, mantan Ketua Umum PP Muhammdiyah Ahmad Syafii Ma’arif juga berbicara dalam seminar tersebut. Senada dengan Lukman, Syafii Maarif berkata, umat Islam jangan merasa benar hanya karena mayoritas. Semangat universalisme dalam Islam merupakan hal yang harus dikembalikan agar umat tidak terjebak dalam fanatisme golongan.
“Kita (umat Islam) merasa terbaik, nggak lah,” kilahnya tanpa menyitir satu pun ayat Qur’an atau hadits Nabi Saw untuk mendukung kalimatnya.
Setahu penulis yang awam ini, Allah Swt sudah berfirman di dalam Al-Qur’an jika Dia menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik dibanding umat-umat yang terdahulu.
Di dalam Qur’an surah Ali Imran ayat 110, Allah Swt berkata, “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar dan beriman kepada Allah, dan kalau sekiranya ahlul kitab beriman, tentulah hal itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada orang2 yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang2 fasik”.
Lantas jika seorang Syafii Maarif bisa berkata lain, adakah sikapnya itu masih dilandasi Qur’an dan Hadits Rasul Saw? Wallahu’alam bishawab. (rz)
http://www.eramuslim.com/berita/analisa/jahilnya-para-tokoh-islam-bangsa-ini.htm

Film ‘2014’ : Karya Sutradara yang Sering Distorsikan Islam

Semakin jelas saja sutradara ini terlihat sebagai pembenci Islam, minimal kepada para tokoh tokoh pejuang Islam, penulis kaget sekali ketika menonton sebuah karya Sang Sutradara dalam film yang berjudul ‘2014’ , yang bercerita tentang Politik Tingkat Tinggi di negeri ini yang sebenarnya  tidak ada kaitannya  tentang Islam dan umatnya , tetapi sempat-sempatnya sutradara ini tetap  melakukan sebuah distorsi sejarah dan menjelekkan salah satu tokoh Islam dunia.
Bahkan Sutradara ini tidak tanggung tanggung menjelekkan seorang Khalifah terakhir Turki Utsmaniyah , Sultan Abdul Majid II.
Penulis tidak akan menceritakan keseluruhan cerita yang terkesan drama action biasa. Tetapi yang sangat mengelitik perasaan Islam penulis,  ada saja sutradara ini  menyisipkan sebuah dialog ‘pelecehan sejarah’ dalam  ruang kuliah antara  tokoh pengacara dan dosen hukum yang digambarkan sangat idealis bernama  Khrisna Dorojatun (yang diperankan oleh aktor Donny Damara) dengan  seorang anak muda yang bernama  Ricky Bagaskoro (yang diperankan oleh Rizky Nazar) , ia adalah seorang putera dari kandidat unggulan Presiden Indonesia Bagas Notolegowo (yang diperankan Ray Sahetapy)
Khrisna, dosen yang juga seorang pengacara yang digambarkan lurus itu menanyakan kepada para mahasiswanya, tentang siapa tokoh Indonesia yang merupakan negarawan, maka salah satu mahasiswa menyebutkan salah satu nama kandidat Presiden yaitu Faisal Abdul Hamid, maka dosen itu tidak membahas tentang Faisahnya, tetapi ia membahas tentang apa dibalik nama Abdul Hamid,  ada makna penting dari nama Abdul Hamid…
Beberapa saat kemudian , bisa ditebak, Ricky merespon bahwa tokoh Abdul Hamid adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam pembantaian 300,000 orang (Nasrani) Armenia pada perang dunia I , tanpa menyebutkan bahwa tokoh Abdul Hamid itu adalah seorang Khalifah Muslim, yang jasa jasanya luar biasa dalam menjaga teritorial negeri negeri Muslim , yang akhirnya ia tersingkirkan atas konspirasi Yahudi Zionis, Inggris dan Arab Saudi .
Bahkan ucapan terkenal dari Sultan Abdul hamid ketika ia  mempertahankan negeri Palestina (yang  tidak bisa dipungkiri sejarah) dengan sebuah kalimat yang disampaikan langsung kepada tokoh Yahudi Zionis Thodere Hertzel,” Langkahi mayatku dahulu sebelum  anda kuasai palestina !.”
Sekali lagi, ini adalah bentuk ketidak-tahuan atau sebuah bentuk kebencian yang sering disengaja oleh sutradara atas umat Islam, minimal kepada tokoh tokohnya dan konsep Islamnya , penulis mencatat sudah berapa kali sutradara ini  menunjukkan kebenciannya  dalam karya karya lainnya…
Belum lagi dalam film itu ditampilkan pula kandidat Presiden dari tokoh Islam yang dilakoni oleh Akri ”Ngelaba” yang hanya terlihat sebagai pelengkap politik saja.
hanung

Ahhh, Hanung Bramantyo, sampai kapan anda membuat kesan miring terhadap agamamu sendiri…
Dan kepada calon penonton, film ini tidaklah istimewa, jadi buat apa mengeluarkan yang ada di dompetmu ketika kelak tokoh pejuangmu dilecehkan… (Red/Az)
http://www.eramuslim.com/berita/analisa/film-2014-karya-sutradara-yang-sering-distorsikan-islam.htm

Kemana Perginya Ruh Orang yang Meninggal Dunia ?

Assalaamu ‘alaikum wr.wb.
Pak Ustadz  Yang Terhormat
Saya ingin bertanya apakah benar apabila seseorang telah meninggal dunia rohnya dapat memasuki jasad orang yang masih hidup (keluarganya) dan berkomunikasi dengan orang sekitarnya melalui jasad orang yang masih hidup, Bagaimana pandangan Islam mengenai hakekat keberadaan roh setelah meninggalkan dunia
Syukron Ustadz
Wassalamualaikum
Ukmar
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara Ukmar yang dirahmati Allah swt.
Allah swt. berfirman:
 اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya : “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az Zumar : 42)
Ibnu Qoyyim menyebutkan riwaayat dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia,”Telah sampai kepadaku bahwa roh orang-orang yang masih hidup dan roh orang-orang yang sudah mati bisa bertemu didalam mimpi. Mereka saling bertanya lalu Allah swt menahan roh orang-orang yang sudah mati dan melepaskan roh orang-orang yang masih hidup menemui jasadnya.”
Ibnu Abi Hatim didalam tafsirnya menyebutkan riwayat dari as Suddiy tentang makna firman Allah swt “dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya” adalah mematikannya saat tidurnya lalu roh orang yang masih hidup bertemu dengan roh orang yang sudah mati dan mereka saling berbincang, berkenalan. Dia mengatakan,”lalu roh orang yang masih hidup dikembalikan kepada jasadnya di dunia hingga sisa waktu yang telah ditentukan sementara itu roh orang yang sudah mati menginginkan kembali ke jasadnya namun dia tertahan.”
Bukti pertemuan antara roh orang-orang yang masih hidup dengan roh orang-orang yang sudah mati adalah bahwa orang yang masih hidup dapat melihat orang yang sudah mati didalam tidurnya. Orang yang masih hidup itu meminta informasi darinya lalu orang yang sudah mati itu memberitahukan kepadanya tentang apa-apa yang tidak diketahui oleh orang yang masih hidup sehingga menjadi sebuah informasi seperti tentang masa lalu dan yang akan datang. Terkadang dia memberitahukan kepadanya tentang harta yang dikuburnya di suatu tempat mati yang tidak diketahui kecuali oleh dirinya atau barangkali dia memberitahu kepadanya tentang utangnya dan menyebutkan bukti-buktinya.
Yang lebih jelas lagi misalnya berupa pemberitahuan tentang amal yang telah dikerjakannya yang tidak dilihat oleh seorang pun di alam atau pemberitahuan bahwa anda akan mendatangi kami pada waktu ini dan itu dan akan terjadi seperti apa yang diberitahukannya atau pemberitahuan tentang perkara-perkara yang tidak diketahui kecuali dirinya (orang yang sudah meninggal)
Said bin al Musayyib mengatakan bahwa Abdullah bin Salam telah bertemu dengan Salman al Farisiy. Salah seorang dari mereka berdua mengatakan kepada yang lainnya,”Jika kamu meninggal sebelumku maka temuilah aku dan beritahukan kepadaku tentang apa yang kamu dapati dari Tuhanmu dan jika aku meninggal sebelum dirimu maka aku akan menemuimu dan memberitahukanmu (tentangnya).” Sementara itu yang lainnya mengatakan,”Apakah orang-orang yang sudah mati dapat bertemu dengan orang-orang yang masih hidup?” dia berkata,”Ya. Roh-roh mereka di surga bepergian sekehendaknya.”
Al Abbas bin Abdul Muthalib mengatakan,”Aku sangat ingin bermimpi bertemu Umar didalam tidurku dan aku tidak pernah dimimpikannya hingga mendekati waktu setahun aku melihatnya mengusap keringat dari dahinya dan mengatakan,’Ini adalah masa senggangku, hampir-hampir singgasanaku roboh jika aku tidak bertemu Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Abdullah bin Umar bin Abdul Aziz mengatakan,”Aku telah melihat ayahku didalam tidur setelah kematiannya seakan-akan dia berada di sebuah taman dan memberikan apel-apel kepadaku maka aku pun mengambil salah satunya! Aku bertanya,”Amal apa yang engkau dapati paling utama?’ ayahku menjawab,”Istighfar.” (ar Ruh hal 20 – 22)
Adapun apa yang anda tanyakan tentang roh dari orang-orang yang sudah mati memasuki jasad dari orang yang masih hidup lalu melakukan kegiatan sebagaimana layaknya orang yang masih hidup seperti berbincang-bincang, bercerita dan sebagainya maka hal ini tidaklah ada kaitannya dengan roh dari orang-orang yang sudah mati itu. Akan tetapi itu semua adalah tipu daya yang dilakukan oleh jin yang memasuki jasad orang yang masih hidup tersebut.
Jin itu merasuki tubuh seseorang dan berpura-pura seolah-olah dirinya adalah ayah dari yang pemilik tubuh yang dirasuki, ibunya, seorang ulama atau seorang shaleh yang sudah meninggal dan berbicara untuk menyesatkan manusia.
Wallahu A’lam